Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
122. Kemarahan


__ADS_3

Tentu saja bagaimanapun Su Kun memohon Dewi Elf tidak peduli, dengan segera di tempat itu formasi terpasang dan Su Kun dengan Dewi Elf berhubungan di rumah itu.


Meskipun Dewi Elf dengan langsung menyembuhkan pantatnya tapi Su Kun benar-benar tidak bisa menahan napsu dari istrinya ini sekarang.


"Nasibku yang malang" ucap Su Kun yang akhirnya melayani istrinya itu dengan baik, tapi padahal dia benar-benar tergoda dengan kecantikan dan juga kemulusan tubuh istrinya itu.


Setelah keesokannya, Su Kun dan Dewi Elf tidur dengan malas di kasur mereka di wajah keduanya sekarang tidak ada lagi masalah yang kemarin lagi.


Su Kun juga menghela nafas melihat wajah tidur Dewi Elf ynsg sangat cantik itu, mungkin jika dia nakal di luar tapi dia tidak akan pernah membuat Dewi Elf kecewa dengannya.


Apalagi sebenarnya Su Kun juga mencintai Dewi Elf sejak dia menolongnya dulu, hanya saja cara dia mengungkapkan perasaan sayangnya kepada istrinya ini tentu saja berbeda dari laki-laki lain.


"Hm?" di saat Su Kun masih ingin berbaring dengan Dewi Elf, dia merasakan ada pelayan yang datang mengetuk pintu rumah mereka.


Dia tidak ingin Dewi Elf bangun dan langsung menggunakan teknik kloning untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya tersebut.


Di depan pintu rumah itu saat Su Kun membuka ada seorang tetua elf yang datang dengan tujuan memberikan surat kepada Dewi Elf.


Su Kun mengatakan kalau Dewi Elf sedang tidur, jika ada masalah maka dia yang akan menggantikannya untuk mencarikan solusi atau mencoba untuk berdiskusi dengan tetua lainnya di alam elf.


Tetua itu tidak menolak karena memang menurutnya Su Kun cocok sebagai pemimpin mereka juga, jadi dia memberikan surat tersebut kepada Su Kun tanpa ragu.


Su Kun yang membaca surat itu juga sedikit mengerutkan keningnya tapi setelah dia selesai membaca surat itu, dia dengan tenang memberi perintah untuk memeriksa keadaan alam bawah kepada tetua tersebut.


Lalu dia menginginkan terua itu untuk langsung menghubungi alam bunga sama halnya dengan yang di lakukan Bing Zhao juga di alam tombak sebelumnya.


Setelah menerima perintah Su Kun, tetua itu langsung pergi dan melaksanakan perintah Su Kun tersebut, di dalam kamar kloning Su Kun kembali dan masuk ke dalam dirinya yang asli.


"Suamiku, ada apa?" tanya Dewi Elf yang terbangun tapi masih setengah sadar saat itu.


"Tidak ada maslaah, tidur lah kembali!" jawab Su Kun dengan lembut sambil mencium kening Dewi Elf itu.

__ADS_1


Dewi Elf yang setengah sadar itu mengangguk dan memeluk erat Su Kun sebelum dia tertidur kembali dalam pelukan Su Kun.


"Jika itu mungkin, maka ada masalah dengan empat jenderal ini" ucap Su Kun di hatinya setelah benar-benar memikirkan isi surat tersebut.


......................


Di alam air, tepatnya sekarang sedang duduk dengan tenang di sekitaran danau dua orang yang sedang menikmati kebersamaan mereka.


Mereka terlihat tenang sambil berdiam diri dengan senyum indah di wajah mereka, bahkan jika ada orang yang melihat mereka sekarang pasti baik laki-laki atau wanita akan iri dengan kebersamaan mereka.


"Kenapa kamu tidak menghukum ku juga?" tanya Long Aotian.


"Aku tahu kamu tidak akan seperti itu, hanya kamu melakukan itu karena sedang bersama saudaramu bukan? kadang persaudaraan itu memang indah." jawab Dewi air salmbil tersenyum.


"Iya... terkadang dengan memiliki saudara seperti mereka aku akan lupa dengan kesulitan yang pernah aku lalui, bahkan aku merasa bahagia jika bisa bercanda dan bergurau dengan mereka" jelas Long Aotian yang sedang memeluk Dewi air.


Dewi air tersenyum, dia mengerti bagaimana perasaan memiliki saudara apalagi dia juga memiliki saudara perempuan yang dulunya cukup nakal, tapi sekarang dia telah menikah dan mempunyai anak.


"Hm?"


"Tuan, aku mendapatkan beberapa informasi tentang empat jenderal alam langit" ucap sosok hitam itu.


"Ho? katakan apa yang terjadi dengan empat jenderal alam langit itu?" tanya Long Aotian.


"Tuan bisa melihat ini, disini mereka menuliskan permintaan bantuan kepada beberapa alam." ucap pria tersebut sambil memberikan sebuah surat kepada Long Aotian.


Long Aotian membaca surat itu dengan tenang, tidak seperti saudaranya yang lain Long Aotian terlihat tersenyum di wajahnya yang membuat Dewi air merasa penasaran dengan isi surat tersebut.


Long Aotian memberikan surat itu setelah dia baca kepada Dewi air tentu wajah Dewi air berubah saat membaca isinya.


"Ini..? apakah benar?" tanya Dewi air kepada Long Aotian.

__ADS_1


"Kemungkinan benar atau mungkin saja tidak" jawab Long Aotian.


Dewi air tidak mengerti apa yang di maksud oleh Long Aotian, dia menjadi lebih serius saat terus membaca surat itu lagu tapi hasilnya sama, dia benar-benar tidak mengerti kenapa empat jenderal meminta bantuan alam lain sekarang.


Padahal semua yang terjadi di sana sudah hampir satu tahu berlalu, dan juga jika di biarkan maka alam bawah tempat para roh bersiap bereinkarnasi bisa-bisa hancur.


"Mereka sepertinya ingin meminta bantuan adikku" ucap Long Aotian dengan Memandang ke langit.


"Kenapa begitu? adik kecil masih terlalu lemah untuk ikut campur dalam hal ini".


Dewi air memang benar-benar tidak mengerti kenapa Long Aotian berkata seperti itu, dia merasa seperti Long Aotian sudah mengetahui semuanya dengan baik.


"Jika adikku ikut dalam membantu apakah kamu fikir empat alam dari kakek dan nenek adik kecil akan diam begitu saja?" tanya Long Aotian.


Sekarang Dewi air mengerti kenapa Long Aotian mengatakan kalau empat jenderal ingin Lin Tian membantu mereka, jadi mereka ingin menarik empat alam yang tidak pernah ikut campur dengan urusan alam langit itu.


"Jika begitu bukankah sama saja kamu juga akan membantu adik kecil?" tanya Dewi air.


"Begitulah, empat jenderal alam langit memang hebat dalam setiap rencana mereka, memang sesuai reputasinya" jawab Long Aotian dengan senyum di wajahnya.


Hanya Dewi air yang tahu kalau pria di depan dia ini sedang memendam amarah tersendiri, rencana yang akan membuat setiap orang di dekat adiknya bergerak yang berarti sama saja dengan menjadikan adiknya sendiri alat.


Siapa saudara yang terima dengan kelakuan seperti itu? pasti mereka akan sangat marah atas apa yang di lakukan oleh orang tersebut.


Dan sekarang bisa di bayangkan kalau bukan Long Aotian saja yang marah, tapi Dewi air tahu kalau saudara adik ipar kecilnya tersebut juga pasti sangat marah.


Sejak dia bertemu dengan saudara dari Long Aotian, dia tidak pernah untuk menganggap remeh para saudara ini karena menurutnya para saudara ini lebih luar biasa bila di bandingkan oleh pemuda atau mungkin penguasa lainnya.


"Sepertinya akan jadi hal menarik kali ini" ucap Long Aotian berdiri dengan tenang memandang langit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2