Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 10.


__ADS_3

Fabian memandangi wajah Istri tersebut ketika handphone nya dia ambil.


"Apakah kamu sangat merindukan Dokter Nadia,? dia yang sangat berarti di kehidupan kamu sekarang."


Aliya mengambil kembali handphone yang ada di tangan Fabian.


"Iyaa, aku sangat merindukan sekali Dokter Nadia yang begitu sangat baik sekali dengan ku dan membuat aku sangat sayang kepada nya."


Fabian melihat wajah kesedihan Aliya kembali.


"Sudah yaa Aliya, besok kita pulang kok bertemu dengan Dokter Nadia dan Sisca juga kamu pasti kan merindukan sosok Sisca di hati-hati mu Aliya."


Aliya pun menikmati makanan yang sudah dia pesan kan, begitu banyak sekali orang-orang yang dia rindukan.


"Iya aku sangat rindu sekali dengan Sisca aku ingin sekali bertemu dengan nya, ahhhhhh Sisca dia pasti sendirian di kampus."


Aliya pun merasa ingin secepatnya besok dia ingin bertemu dengan orang yang di sayang.


"Yasudah cepat habiskan makanan nya, setelah itu kita tidur. Agar bisa cepat-cepat besok hehehe."

__ADS_1


Aliya memasang wajah cemberut kepada Fabian.


"Becanda cantik, tidak mungkin juga kan kita tidur berlama-lama kan."


Aliya sudah selesai makan dan dia merasa ada yang aneh dengan perut nya terasa sangat sakit sekali.


Tapi Aliya mencoba untuk menahan rasa sakit nya itu, dia tidak mau membuat Fabian hawatir kepada nya.


Fabian melihat Aliya yang seperti sedang kesakitan sekali dia sampai memegang perut nya.


"Aliya,? apakah kamu baik-baik saja?. Kenapa kamu memegang perut mu seperti itu Aliya."


"Aliya, kamu sakit sekali yaa ? apakah kamu salah makan. Padahal makanan kamu tidak pedas."


Fabian mencoba sisa makanan Aliya dia merasa tidak ada yang aneh dengan rasa makanan Aliya.


"Perut aku sangat sakit sekali, seperti nya aku telat makan deh."


Fabian mencoba untuk membawa Aliya di tempat yang aman, Aliya bisa meluruskan kaki nya.

__ADS_1


"Aliya, kamu baik-baik saja kan. Wajah mu pucat sekali Aliya aku sangat menghawatirkan mu Aliya."


Fabian lebih memilih untuk membawa Aliya ke klinik terdekat karena jauh dari Rumah Sakit besar.


Fabian pun memilih untuk mengendong Aliya ke dalam mobil nya, dan Aliya terus saja memegang perut nya.


Aliya mencoba untuk mengusap perutnya dan dia merasa ini bukan tanda kehamilan karena rasanya mulas dan sangat Sakit sekali.


"Mas, lebih baik kita tidak usah pergi ke klinik. Aku rasa ini seperti nya gejala aku akan datang bulan deh. Jadi kita kembali ke hotel saja yaa cukup istirahat dan mengompres nya dengan air hangat saja."


Fabian merasa sedih sekali ketika mendengar perkataan Aliya, itu tandanya bulan ini Aliya belum bisa hamil anak pertama mereka berdua.


Tapi Fabian pun merasa harus bersabar lagi karena mungkin pernikahan mereka berdua yang baru menjelang dua bulan.


"Mas, kamu sedih yaa. Karena ucapan ku tadi. Itu tanda nya aku tidak bisa langsung hamil setelah pernikahan ini yaa."


Fabian tidak mau membuat Aliya sedih.


"Tidak aku tidak sedih, mungkin itu tanda kita yang harus berjuang lagi dan mungkin juga kita memang di suruh untuk berdua selalu menikmati indah nya menjadi pasangan suami istri yang indah."

__ADS_1


Aliya melihat Fabian berbicara seperti itu hanya untuk menutupi rasa kecewa nya saja.


__ADS_2