Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #304#


__ADS_3

Miranda mulai masuk ke kantor dia merasa sedikit malu dengan Veronica, Veronica yang memandangi wajah Miranda dia menjadi selalu berpikiran negatif.


Veronica memilih untuk menundukkan kepalanya ketika Miranda berjalan di hadapan nya.


"Veronica, jam 10 saya akan membereskan berkas-berkas untuk perceraian Aliyaa. Kamu saya tinggal dulu sebentar yaa, karena kalau menuggu Fabian itu tidak akan cepat selesai."


Veronica pun menganggukkan kepalanya dan kembali bekerja.


"Aku jadi penasaran bagaimana kelanjutan kisah ini semua, apakah mungkin mereka berdua akan bersatu kembali dalam ikatan cinta tapi mungkin Fabian mau menerima kembali."


Memikirkan mereka berdua hanya membuat Veronica merasa pusing, dia pun langsung berencana keluar dari perusahaan ini jika hutang nya sudah lunas.


Miranda pun mencari untuk menghubungi Aliyaa.


*Hallo Aliyaa, Mama akan akan mengurus berkas-berkas perceraian kamu yaa setelah selesai kamu berikan berkas tersebut kepada Fabian. Karena Mama yang sudah tidak mau melihat wajah nya*


*Baiklah Mam, nanti Mama berikan berkas tersebut kepada Pak Denies yaa. Dia sedang menunggu aku di kampus*


*Oke Aliyaa*


Melihat jam yang sudah menunjukkan jam 10 siang, Miranda pun keluar dari ruangan.


"Veronica saya pergi dulu yaa."


Veronica pun hanya bisa tipis kepada Miranda.


"Astaga, apakah seperti apa yang aku bayangkan jika Fabian akan mendapatkan anak dari Bu Miranda bukan Aliyaa."


Seketika Veronica pun merasa merinding membayangkan nya, Miranda pun begitu sangat semangat sekali sampai akhirnya berkas tersebut sudah jadi dan segera dia berikan kepada Aliyaa.


Miranda datang ke kampus Aliyaa untuk memberikan berkas-berkas tersebut kepada pak Denies.

__ADS_1


"Berikan ini kepada Aliyaa yaa, saya harus kembali ke kantor. Kasihan Veronica jika harus sendirian di kantor."


Pak Denies menerima berkas tersebut dan dia pun merasa menayangkan jika Aliyaa harus berpisah dengan Fabian.


"Saya tahu perjuangan cinta mereka berdua, tapi kenapa hanya karena Nona Aliyaa yang belum bisa memberikan keturunan mereka berdua harus berpisah kenapa tidak ada kata sabar diantara mereka berdua."


Pak Denies menunggu Aliyaa keluar dari kampus nya dan Aliya pun akhirnya keluar dan berjalan menuju ke mobil nya.


"Nona Aliyaa ini adalah berkas dari Bu Miranda."


Aliya pun langsung mengambil berkas tersebut, dan dia masuk ke dalam mobil karena tiba-tiba gerimis.


Aliya pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Rendy, karena dia yang sudah memblokir nomor handphone Fabian.


*Rendy tolong bilang ke Kak Fabian, aku tunggu dia di rumah depan kampus ada yang ingin aku bicarakan tentang perceraian*


Rendy pun langsung memberitahukan isi pesan tersebut kepada Fabian yang kebetulan sedang ada di sampingnya.


Rendy merasa sangat hawatir sekali karena melihat wajah Fabian yang emosional.


"Pak, antarkan saya ke rumah itu yaa. Pak Denies pulang saja yaa nanti aku telephone jika aku sudah selesai mengobrol dengan Kak Fabian."


Pak Denies pun mengikuti apa yang di katakan oleh Aliyaa, dia mengantar Aliyaa ke rumah nya.


"Terimakasih banyak yaa Pak Denies."


Aliya pun membuka pintu gerbang dan juga masuk ke dalam, Aliyaa menyalakan lampu dan menunggu kedatangan Fabian dengan berkas-berkas di tangan nya.


Tidak harus menunggu waktu yang lama Fabian pun masuk dan hujan yang semakin deras.


Aliya seketika dia langsung berdiri ketika melihat Fabian masuk ke dalam rumah dan menutup rapat pintu utama.

__ADS_1


"Semua berkas perpisahan kita sudah selesai kamu yang harus menandatangani surat perceraian ini."


Aliya memberikan berkas-berkas tersebut kepada Fabian, tapi Fabian lebih memilih untuk menyimpan berkas tersebut ke sofa.


Fabian memandangi wajah Aliyaa dan Aliya mulai merasa gugup sekali tatapan mata suaminya tersebut.


"Kamu benar-benar ingin berpisah dengan ku karena keinginan kamu sendiri atau karena keinginan Mama kamu."


Fabian menarik tangan Aliyaa sehingga mereka berdua bertatapan wajah dengan begitu sangat dekat nya.


"Karena aku yang tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan, aku tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu."


Seketika hati Fabian merasa sangat sakit sekali, dia yang memang sangat egois sekali.


"Tapi aku tidak mau kita berdua harus berpisah, walaupun sekarang Mama kamu yang sudah benci kepada ku."


Fabian semakin mendekap erat Aliyaa sampai detak jantung Aliyaa pun terdengar jelas di telinga Fabian.


"Aku sangat mencintaimu Aliyaa, aku sangat mencintaimu."


Ucap Fabian berbisik di telinga Aliyaa dan membuat Aliyaa sampai memejamkan mata nya.


Fabian pun mulai menciumi leher Aliyaa dan membuat Aliyaa lemah tidak berdaya dengan apa yang di lakukan oleh suaminya tersebut.


Hujan semakin deras angin pun berhembus kencang sekali membuat mereka berdua merasa sangat kedinginan sekali dan Fabian pun membawa Aliyaa ke kamar utama mereka berdua.


Aliya tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan, dia mencoba untuk mengindari Fabian tapi Fabian yang memeluk nya dari belakang dan terus melakukan hal yang membuat Aliyaa bergetar dan sampai tidak bisa mengatur nafas nya.


Fabian pun langsung membawa Aliyaa di tempat tidur, dan menarik selimut tebal untuk menutupi mereka berdua.


"Ingat kita masih berstatus sebagai suami istri kamu tidak bisa menolak permintaan ku ini, karena mungkin ini adalah permintaan terakhir ku."

__ADS_1


Mereka berdua melakukan sampai berulang-ulang kali seperti melampiaskan rasa kerinduan yang mendalam, sampai mereka berdua pun tidak sadar dengan waktu yang membuat mereka berdua harus berpisah selamanya.


__ADS_2