Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #279#


__ADS_3

Dokter El-Rivan pun membaca kembali pesan dari Aliyaa, dia merasa jika Aliyaa wanita yang baik.


"Aku merasa Aliya itu wanita yang baik, apa salah jika aku mendekati Aliyaa. Veronica memang cantik tapi sepertinya dia yang akan mengantikan posisi Aliyaa di sisi Fabian."


Dokter El-Rivan pun mengirimkan pesan kepada Aliyaa.


*Aliya jika hubungan masih belum berakhir dengan suami mu, jangan dulu menghubungi aku yaa. Karena aku tidak mau Fabian menjadi salah paham terhadap kita*


Aliya yang membaca pesan dari Dokter El-Rivan pun dia mengerti.


*Maafkan aku Dokter, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku yang ingin bisa melupakan suami secara perlahan*


*Iya, jika urusan mu sudah selesai. Kamu yang sudah tidak mempunyai ikatan pernikahan dengan Fabian."


*Iya Dokter, maafkan aku*

__ADS_1


Aliya pun merasa jika dirinya yang hanya sendirian sekarang sudah tidak ada lagi teman seperti dulu.


"Siska adalah teman terbaik ku, tapi sekarang dia bersama dengan Veronica. Veronica adalah wanita yang aku benci dan selalu aku benci."


Jam pulang kerja pun tiba, Aliyaa menuggu Mama nya karena mereka berdua yang akan pulang bersama-sama.


Miranda melihat wajah Aliyaa yang sangat sedih sekali dia pun memegang tangan Aliyaa.


"Mam, harus aku pergi ke luar negeri. Aku melanjutkan kuliah Kedokteran di sana dan aku kembali ke sini ketika aku yang sudah bergelar Doktor."


Miranda merasa jika Aliyaa yang sudah sangat lelah di posisi nya, dan Miranda pun menatap wajah Aliyaa.


Aliya pun langsung memeluk erat Mama nya dia menangis di hadapan Mama nya.


"Sekarang yang aku punya hanya Mama, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Di saat aku yang di tinggalkan oleh suami ku dan sahabat baik ku Siska yang lebih memilih bersama wanita yang aku benci."

__ADS_1


Miranda mengusap rambut panjang Aliyaa dan membiarkan Aliyaa menangis di pelukan nya.


"Biarkan saja, kita sekarang tau mana yang baik dan mana yang hanya ada di saat kita seperti ini. Sekarang kamu lebih ikuti apa yang Mama inginkan, tinggalkan lelaki yang tidak bisa menerima kekurangan mu. Fokus pada masa depan mu, maka nanti akan datang pangeran yang menghampiri mu."


Aliya merasa jika Dokter El-Rivan yang tidak memiliki perasaan terhadap nya, dan di membuat nya sangat parah hati sekali.


Miranda melepaskan pelukan erat nya dan dia pun menarik tangan Aliyaa untuk segera pergi dari kantor nya.


Aliya masih saja meneteskan air mata nya dan Miranda pun membiarkan nya karena menurut nya Aliyaa yang sedang meluapkan kekesalannya.


"Bagaimana, apakah kita langsung pulang saja atau kamu ingin kita pergi ke mana dulu."


Aliya membuka pintu mobil nya dan dia pun langsung masuk.


"Kita pulang saja Mam, aku merasa ingin tidur dan rebahan di kasur."

__ADS_1


Miranda pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Aliyaa, mereka berdua pun pergi ke rumah nya.


Di perjalanan Aliyaa membuka handphone nya dia merasa upload foto Siska yang sedang bersama dengan Veronica dengan memamerkan foto usg kandung nya.


__ADS_2