
Ketika Siska dan Aliya yang sedang menuju ke Restoran pilihan Rendy.
Fabian dan Dokter Nadia mereka sibuk untuk menyiapkan kejutan untuk Aliya, Fabian yang ternyata dia tidak datang ke kantor nya.
Miranda melihat Fabian yang tidak ada di ruangan nya
"Kemana yaa Fabian, kenapa dia tidak masuk kerja hari ini."
Ketika Miranda hendak masuk ke ruangan Fabian dia mendapatkan pesan dari Dokter Nadia.
"Nadia, ada apa dia mengirimkan pesan."
Nadia pun langsung membuka pesan tersebut.
*Miranda, hari ini ulang tahun Aliya. Kamu bisa datang ke alamat yang sudah aku kirimkan sebelumnya yaa. Kamu harus datang karena ini adalah hari istimewa untuk Aliya*
Setelah membaca pesan tersebut Miranda pun langsung termenung.
"Aliya Mutiara, dia semakin bertambah dewasa bahkan dia sekarang sudah menikah sekarang usia nya sudah 23 tahun."
Miranda tidak sadar dirinya pun meneteskan air mata ketika sudah membaca pesan tersebut.
Miranda kembali ke ruangan nya karena dia juga harus menyelesaikan semua tugas milik Fabian yang penting.
Ketika Fabian yang sedang sibuk untuk mendekorasi, mereka berdua pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Irfan.
__ADS_1
Dan Dokter Nadia pun tersenyum manis ketika melihat kehadiran Irfan yang sangat mengejutkan sekali.
Irfan langsung menghampiri Fabian dan Fabian merasa sangat senang sekali ketika melihat Irfan kembali.
"Fabian, apa kabar kamu sekarang setelah sudah menikah dengan Aliya kenapa kamu sudah tidak pernah datang ke Restoran ku."
Fabian menepuk-nepuk pundak Irfan, dan tersenyum manis.
"Hidup ku di sibukkan dengan hanya berdua saja dengan isteri ku, menikmati keindahan menikah muda."
Irfan pun langsung tertawa mendengar perkataan dari Fabian.
Fabian melihat jika Dokter Nadia cocok dengan Irfan, dan Fabian berniat untuk menjodohkan mereka berdua.
"Dokter Nadia, apakah sudah pernah bertemu dengan Irfan?."
Fabian menghampiri Dokter Nadia yang terlihat seperti malu-malu.
"Sudah, kita sudah pernah bertemu di pernikahan kalian berdua."
Dokter Nadia tersenyum manis kepada Irfan dan membuat Irfan menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Yasudah bagaimana jika kalian berdua mengobrol lebih dekat lagi, supaya bisa menambah pertemanan."
Dokter Nadia memilih untuk pergi untuk menyelesaikan dekorasi nya.
Dan Fabian pun langsung menghampiri Irfan.
"Cantik loh, Dokter juga."
Fabian mencoba untuk menggoda Irfan.
"Ya, dia cantik dan seorang Dokter. Biasanya dia juga mencari pasangan yang satu profesi dengan yaitu dengan seorang Dokter."
Fabian menepuk pundak Irfan dengan sangat keras sekali.
"Wahh, belum apa-apa sudah sudah merendahkan. Siapa tahu hati nya dia tidak seperti yang di lihat dari luar. Apa jangan-jangan masih mengharapkan cinta dari Mama Miranda."
Irfan langsung menghampiri Fabian untuk menutup mulutnya, dan Dokter Nadia pun langsung membalikkan badannya ketika mendengar perkataan Fabian yang kurang jelas terdengar nya.
"Sutttt, jangan pernah membahas masa lalu di depan masa depan."
Fabian pun langsung melepaskan tangan Irfan yang menutupi mulut nya
"Hahahaha, memang yaa. kisah cinta atau cerita cinta om-om itu lebih menarik hati."
Fabian dan Irfan tertawa bersama dan Dokter Nadia memperhatikan kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
"Mereka berdua sangat akrab sekali yaa, Fabian memang sangat cepat sekali akrab dengan setiap orang sama seperti Aliya."
Dokter Nadia kembali mendekorasi karena Dokter Nadia menginginkan sesuatu yang di sukai oleh Aliya.