Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 36.


__ADS_3

Siska terus saja memperhatikan wajah Aliya, Siska berharap Aliya baik-baik saja dan bisa menyelesaikan kuliah nya.



"Aliya kamu tidak bisa membohongi perasaan mu sekarang, kamu pasti sedang menahan rasa sakit yang luar biasa. Semoga saja besok kita mendapatkan jawaban dari apa yang kamu rasakan sekarang."


Siska pun melanjutkan tugas yang sedang di kerjakan nya, Siska berharap Fabian bisa pulang cepat karena Aliya pasti sangat membutuhkan suami nya di samping nya.


Jam pelajaran pun akhirnya berakhir Siska langsung menghampiri Aliya, Siska membantu Aliya bangun dari tempat duduk nya.


"Pelan-pelan Al, sini aku bantu yaa."


Siska memegang tangan Aliya dan Aliya pun tersenyum manis kepada Siska.


"Terimakasih banyak yaa Siska, kamu sangat baik sekali kepada ku."


Siska mengabaikan perkataan Aliya dia terus saja mengandeng tangan Aliya.


Sampai akhirnya mereka pun sampai di depan gerbang dan Siska memilih untuk mengantarkan Aliya ke rumah nya.


"Aku antar sampai rumah yaa, aku tunggu sampai Kak Fabian pulang. Aku nggak tega kalau lihat kamu kesakitan kaya tadi Al."


Aliya tersenyum menggangukan kepalanya.

__ADS_1


"Iya Siska, aku selalu merepotkan kamu yaa."


Siska memegang pundak Aliya dan tersenyum manis.


"Aliya kita ini bersahabat baik, jadi aku melakukan nya ikhlas kok."


Siska membukakan pintu gerbang rumah Aliya dan mereka berdua memilih untuk duduk di depan rumah nya.


"Siska aku takut sekali sebenarnya, aku takut dengan penyakit yang serius. Pikiran ku ini selalu saja negatif."


Aliya merasa sangat cemas sekali untuk menghadapi hari esok dia dan Siska akan pergi ke Rumah Sakit.


"Besok kita libur kuliah kan, itu adalah waktu panjang kita berdua. Dan kamu bisa bilang ke Kak Fabian kalau kita mau pergi untuk menyegarkan pikiran kita."


"Aliyaaaa, kamu jangan takut yaa. Semoga pasti akan baik-baik saja yaa."


Aliya tetap saja merasa tidak optimis dia terus saja berpikiran negatif.


"Kamu tahu tidak Siska, jangan kan udah pergi ke Rumah Sakit. Untuk mencari tahu di internet pun aku nggak mau, aku takut sekali Siska."


Aliya menetes air mata nya dia begitu sangat sedih sekali.


"Aliya, aku berjanji apa yang terjadi aku tidak akan pernah mengatakan ini semua kepada siapapun biarkan ini menjadi rahasia kita berdua yaa."

__ADS_1


Siska terpaksa harus berjanji agar Aliya yang mau mengikuti saran nya.


"Benarkah Siska,? kamu akan berjanji tidak akan memberitahu ke siapa pun. Ini akan menjadi rahasia kita berdua."


Siska menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


Aliya langsung memeluk erat Siska.


"Aku tidak tahu harus mengatakan terimakasih sampai berapa kali, kamu yang terbaik untuk ku Siska."


Aliya melepaskan pelukan erat nya dan Siska memberikan obat pereda nyeri yang di berikan di klinik kampus.


"Untuk sementara kamu minum ini dulu saja yaa, itu pun jika rasa sakit itu kambuh kembali yaa."


Aliya mengambil obat tersebut dan dia melihat seperti mobil Rendy berada di dekat lapangan parkir kampus.


Rumah yang Aliya tempati tepat di depan kampus nya, sehingga semua terlihat sangat jelas sekali.


Aliya pun melambaikan tangan nya, dan Rendy melihat lambaian tangan Aliya.


"Aliya itu kan pasti sama Siska, Baiklah Aliya ini adalah sebuah kode dan aku akan datang."


Rendy pun langsung berjalan menghampiri Aliya.

__ADS_1


__ADS_2