
Miranda kembali masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Fabian kamu harus mengganti posisi ku di kantor, biarkan aku yang mengurus Aliyaa di sini."
Fabian begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari Miranda, Miranda yang berubah menjadi perhatian kepada Aliyaa.
Fabian pun melirikan mata nya kepada Aliyaa pun hanya bisa tersenyum tipis kepada suami nya tersebut.
"Yasudah Fabian cepatlah pergi ke kantor karena sebentar lagi jam kerja akan di mulai, dan kamu harus menyiapkan rapat untuk tamu penting kita."
Fabian pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Miranda dia berpamitan pergi dengan Aliyaa.
"Aku berangkat kerja yaa, kamu harus cepat sehat kembali yaa."
Fabian mencium kening Aliyaa sebelum dia pergi berkerja.
__ADS_1
"Hati-hati dengan hati yang sudah setia menemani dan menunggu mu di sini, semangat selalu berkerja tapi mencoba untuk menutup mata pada pandangan yang berlebih-lebihan."
Fabian terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa yang tidak seperti biasa nya.
Fabian pun langsung memilih untuk pergi dari ruangan tersebut dan Miranda menghampiri Aliyaa.
"Apakah kamu merasa cemburu melihat Fabian bersama dengan Veronica, nanti ketika kamu sudah sehat kembali. Pergilah ke kantor untuk bertemu dengan Veronica kamu perlu tahu dia siapa dan dia juga harus tahu kamu itu adalah istri Fabian."
Aliya hanya menundukkan kepalanya ketika Mama nya berkata seperti itu kepada nya.
"Fabian begitu sangat setia kepada mu Aliya, jangan berpikiran negatif terhadap nya yaa. Karena Mama yang akan selalu memantau nya."
"Hmmmm, Aliyaa bagaimana jika ketika pulang dari rumah sakit ini. Kamu tinggal dulu sementara di rumah kita, kamu harus istirahat Aliya dengan memakan makanan yang bergizi dan tidak kekurangan vitamin. Makanan yang lebih terjaga dan bersih. Usahakan kamu menyimpan roti di dalam tas kamu agar kamu tidak merasakan sakit kembali di perut kamu di saat kamu merasa lapar."
Aliya pun berpikir jika dirinya tinggal bersama dengan Mama nya, maka dia akan berjauhan dengan Fabian.
__ADS_1
Aliya tidak mau dari suami nya tersebut, Aliyaa yang sekarang sedang berpikiran negatif terhadap suami nya dan sekertaris nya yang cantik.
"Tidak Mam, aku akan tetap tinggal bersama dengan suami ku. Jika aku diam di rumah maka aku akan berjauhan dengan suamiku aku tidak mau hal tersebut terjadi."
Miranda tidak bisa memaksakan kehendak Aliyaa, dia pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Aliyaa.
"Baiklah Aliyaa, tapi ingat yaa kamu jangan pernah telat makan. Karena semalam Siska bilang jika kamu yang selalu menunda makan di saat kesibukan di kampus."
Aliya takut sekali jika Siska sampai keceplosan ngomong tentang penyakit nya yang sebelumnya nya kepada Mama nya.
"Siska bilang apa saja ke Mama tentang aku, kenapa Siska bisa tahu nomber handphone Mama."
Aliya semakin bertanya-tanya dengan Mama nya.
"Seperti nya Fabian yang menanyakan kabar kamu kepada Siska, sehingga Siska langsung menelephone kamu di saat handphone sedang di pegang oleh Mama dan Mama langsung menjawab panggilan telephone tersebut."
__ADS_1
Aliya pun merasa sangat lega sekali, seperti nya Siska tidak bicara sesuatu yang membuat Mama nya menjadi mencurigai nya.
Aliya berharap jika Siska akan tetap menjaga rahasia tersebut.