
Ketika jam makan siang Miranda mendatangi Fabian yang akan keluar dari ruangan.
"Fabian tunggu sebentar saja."
Fabian pun langsung membalikkan badannya ketika mendengar suara Miranda yang memanggil nya.
"Fabian pulang kerja apakah kamu akan ke Rumah Sakit atau tidak?."
Fabian merasa binggung dia harus menjawab apa dan Veronica pun memilih untuk langsung pergi saja dia tidak mau mendengar percakapan Fabian dengan Miranda.
"Aku tidak tahu, sikap Aliyaa yang selalu berubah-ubah yang membuat aku bingung."
Miranda merasa permasalahan ada pada Aliyaa.
"Baiklah, aku akan bicara ini dengan Aliyaa mungkin Aliyaa yang masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi."
Setelah merasa sudah selesai pembicaraan nya Fabian pun menuju ke kantin sedang Miranda milih untuk diam di dalam ruangan nya.
__ADS_1
Miranda yang memikirkan sikap Aliyaa terhadap Fabian yang sangat tidak baik untuk hiburan rumah tangga nya.
"Bagaimana cara aku memberi tahu Aliyaa, ini sangat pribadi sekali."
Miranda merasa sangat pusing sekali dia tidak mau rumah tangga Aliyaa menjadi terpecah belah hanya karena sikap Aliyaa yang tidak konsisten.
***
Di sisi lain Fabian melihat Verona yang sedang makan siang di kantin, semenjak mendengar perkataan Verona pada saat di Cafe. Fabian merasa sangat nyaman sekali untuk menceritakan semuanya kepada Verona, tapi Fabian juga menyadari sangat tidak baik untuk menjalani hubungan dekat dengan lawan jenis walaupun hanya berjudul sebuah persahabatan.
Fabian pun memilih pergi dari kantin, dia ingin pergi ke Restoran di luar saja dengan menikmati makanan favoritnya.
"Rendy, dia pergi ke Restoran ini juga tumben sekali dia yaa. Tapi sebenarnya aku masih merasa marah kepada nya lebih baik aku mencari Restoran yang lain nya."
Fabian memilih Restoran yang lebih mewah dan ternyata ketika dia masuk ke dalam dia melihat Kania.
"Menghindari Anak nya bertemu dengan Ibu nya, mengagumkan sekali yaa."
__ADS_1
Kania tidak menyadari keberadaan Fabian karena Fabian duduk di kursi depan nya, tapi apa yang di bicarakan oleh Kania, Fabian bisa mendengar dengan sangat jelas sekali.
"Aku akan membayar kamu jika sampai wanita yang ada di foto ini sampai hamil anak ku Rendy, aku tidak ingin Rendy mendapatkan keturunan dari sembarangan orang apalagi untuk menjadi penerus perusahaan ini."
Fabian begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dan Fabian langsung berpikir siapa yang akan hamil anak Rendy.
Seketika Fabian berpikiran kepada Siska, tapi Fabian merasa tidak mungkin jika Siska sampai hamil anak Rendy.
Fabian memilih memakai masker hitam dia tidak jika sampai Kania yang mengenal wajah nya.
"Jika wanita itu datang bulan depan untuk minta pertanggung jawaban maka aku akan langsung menghubungi mu yaa, kamu buat dia sampai keguguran anak nya maka uang 100 juta akan aku berikan Langsung."
Beruntung nya Fabian merekam percakapan mereka berdua yang akan dia berikan kepada Siska.
"Baiklah Bu, nanti langsung kabarkan saja yaa. Sekarang saya permisi pergi dulu."
Ketika orang tersebut pergi Kania memastikan tidak ada orang yang ada di sekitarnya yang mengenali nya.
__ADS_1
"Lebih baik aku sekarang pergi, aku harus melanjutkan rencana yang lain. Hmmmm tidak semudah itu jika ingin mendapatkan harta kekayaan dari keluarga ku."
Fabian sampai memejamkan mata nya dia tidak menyangka jika Kania begitu sangat kejam sekali.