Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #281#


__ADS_3

Miranda membawa Aliyaa ke dalam kamar nya, dia pun terlihat tegar sekali ketika akhirnya hubungan nya dengan Fabian yang sudah berakhir.


"Kenapa dia tidak berbicara kapan dia akan mengurus berkas-berkas perceraian nya, apakah harus aku sendiri yang mengurus nya."


Aliya terlihat sangat emosional sekali dan Miranda pun memeluk Aliyaa.


"ibu nya Fabian, dia begitu sangat sayang kepada mu. Dan Mama juga melihat Fabian juga dia yang masih sayang tapi sekarang semuanya sudah terlambat, sekarang Mama ingin melihat kamu bahagia dengan kesuksesan mu yaa."


Miranda mencium kening Aliyaa dan Aliya juga merasa yakin jika setelah ini dia akan bahagia.


"Yasudah yaa sekarang kamu istirahat yaa sayang."


Miranda pun keluar dari kamar Aliyaa agar Aliyaa yang bisa beristirahat.


Handphone Aliyaa bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Siska.


*Aliya maafkan aku yang tidak bisa memberikan salah satu anak ku untuk kamu*


Aliya pun seketika dia langsung tersenyum ketika membaca pesan dari Siska, Aliyaa memilih untuk menelephone Siska dari pada harus membalas pesan nya.

__ADS_1


Siska begitu sangat terkejut sekali ketika Aliyaa yang langsung menelephone nya.


*Hallo Aliyaa*


"Aku juga tidak menginginkan anak Siska, karena jika aku mengurus anak mu itu hanya membuat perkara saja. Tante Kania pasti tidak akan membiarkan hal tersebut, aku akan mengadopsi anak dari pantai asuhan.*


Aliya pun langsung menghelakan nafas panjang nya.


*Terimakasih sudah menjadi teman terbaik ku pada saat aku sekolah sampai aku menikah, dan sekarang pernikahan ku sudah berakhir. Silahkan kamu semakin membenci ku atau kamu akan bertepuk tangan dengan Veronica, sekarang aku tidak peduli*


Aliya pun langsung mengakhiri panggilan telephone dengan Siska.


"Aku tidak suka berteman dengan seorang yang mudah terpengaruh oleh perkataan orang lain, lebih baik aku tidak mempunyai teman saja. Sendirian itu jauh lebih baik."


"Aliya sekarang pasti sangat benci sekali dengan ku, Aliyaa pasti sudah tidak akan mau berteman dengan ku."


Siska pun merasa sangat menyesal sekali setelah dia mengingat kebaikan Aliyaa kepada nya.


Siska langsung mengambil handphone nya dia mengirimkan pesan kepada Aliyaa.

__ADS_1


*Aliya, Maafkan aku jika perkataan ku membuat kamu sakit*


Melihat pesan masuk dari Siska, Aliyaa pun lebih baik mengabaikan nya.


"Untuk apa Siska mengirimkan pesan lagi, sudahlah biarkan saja. Aku tidak peduli lagi dengan nya."


Aliya memilih membaca buku dia tidak ingin membuat hati sedih karena masalah yang sudah berulangkali dia rasakan.


Kata-kata perpisahan yang selalu dia dengar tapi tidak pernah dia rasakan.


"Semoga saja ini secepatnya terjadi, agar aku tidak selalu melihat wajah nya yang datang terus ke rumah ini dengan membicarakan permasalahan masa lalu dan sekarang. Hanya membuang-buang waktu saja."


Aliya mengambil handphone nya dia menonaktifkan fungsi nya.


"Aku benar-benar ingin tenang, aku tidak mau di ganggu oleh orang-orang berwajah baik tapi berhati jahat."


Miranda merasa sangat menghawatirkan Aliyaa, dia pun memilih untuk melihat kembali Aliyaa di kamar nya.


Miranda melihat Aliyaa yang sedang mendengarkan musik sambil membaca buku.

__ADS_1


"Syukurlah, aku pikir Aliyaa yang sedang menangis. Semoga Aliyaa tetap seperti ini seterusnya."


Miranda menutup rapat pintu kamar Aliyaa.


__ADS_2