
Siska seperti menyesali perbuatannya dia pun merasa sangat khilaf sekali sampai harus melakukan perbuatan seperti itu.
"Jika sampai kamu hamil, Rendy harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tapi kamu akan di pandang negatif oleh Tante Kania, aku berharap kamu jangan sampai hamil Siska dan jangan mengulangi hal yang merugikan diri kamu sendiri. Ingat betapa tingginya cita-cita kamu Siska."
Aliya melepaskan pelukan erat nya dia memandangi wajah Siska.
"Jika sampai Rendy tidak mau bertanggung jawab, aku siap menjadi ibu tunggal untuk anak ku ini."
Aliya meneteskan air mata nya, ketika posisi nya yang sudah menikah menginginkan kehadiran anak dia harus melewati perjalanan yang sangat panjang sekali.
Perjalanan untuk melawan penyakit yang ada di tubuh nya.
Ketika Aliyaa yang begitu sangat serius berbicara dengan Siska, handphone Aliyaa tiba-tiba saja berdering kencang.
Aliya mengambil handphone nya dia pikir itu adalah panggilan telephone masuk dari Fabian tapi ternyata bukan itu panggilan telephone masuk dari Dokter El-Rivan.
...*Hallo Dokter El-Rivan*...
...*Hallo Aliyaa besok kamu harus melakukan USG kembali yaa, kita lakukan pemeriksaan besok siang yaa*...
...*Tapi Dokter besok adalah hari pertama saya masuk kuliah, setelah saya sakit. Lagi pula Dokter pernah bilang jika kita akan melakukan pemeriksaan di akhir bulan*...
...*Aliya, saya ingin melakukan yang terbaik untuk kamu. Saya tidak mau terlambat*...
Dokter El-Rivan langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
Seketika Aliyaa pun merasa sangat binggung sekali, dia langsung meneteskan air mata di hadapan Siska.
"Aliya, kenapa kamu menangis Aliyaa? apakah yang sudah di katakan oleh Dokter El-Rivan kepada mu?."
Siska begitu sangat menghawatirkan sekali kondisi Aliyaa.
"Kenapa secepat ini yaa, Dokter El-Rivan menyuruh aku untuk melakukan pemeriksaan besok padahal sebelumnya Dokter El-Rivan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan di akhir bulan."
Aliya pun langsung memegang perut nya, dia merasa sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
"Al, mungkin ini yang terbaik yang Dokter Rivan lakukan demi untuk kesehatan kamu kembali, lebih baik kamu mengikuti apa yang di sarankan oleh Dokter Rivan karena itu pasti yang terbaik."
Aliya memegang tangan Siska, tangan begitu sangat bergetar sekali.
"Aku takut Sis, aku takut menerima kenyataan yang terjadi dengan kondisi ku. Apalagi sekarang posisi ku yang serba salah, aku yang menyimpan rasa cemburu terhadap suami ku dan sekertaris nya. Aku takut ketika suami ku mengetahui apa yang terjadi dia lebih memilih bersama dengan wanita itu dari pada dengan ku."
Ingin rasanya Siska seperti bertukar posisi dengan Aliyaa, biarkan Aliyaa yang hamil bukan dirinya yang belum ada ikatan pernikahan dengan Rendy.
"Al, aku percaya jika Kak Fabian itu setia. Dia pasti akan menerima kenyataan apapun yang terjadi karena mungkin jika kalian hanya berdua kalian pun akan bahagia."
Aliya semakin sedih ketika dia mendengar perkataan Siska, yang seperti langsung membayangkan jika dia yang tidak bisa mempunyai anak.
"Aku akan terus berjuang, agar aku bisa memiliki seorang anak dari rahim ku sendiri bukan dari rahim wanita lain."
Siska merasa jika Aliyaa yang dalam posisi sangat sedih sekali, Siska pun memilih untuk diam saja di saat Aliyaa yang merasa kesedihan.
Aliya pun langsung memilih masuk ke dalam kamar meninggalkan Siska sendirian di rumah tamu.
"Seperti nya lebih baik aku pergi saja, dan membiarkan Aliyaa menenangkan pikiran dan perasaan nya."
Siska pun memilih untuk pergi dari rumah Aliyaa, Siska pergi pulang ke rumah orang tua nya.
Siska terus berjalan menuju ke tempat untuk menunggu kendaraan umum.
Siska duduk seperti tidak punya arah untuk pergi ke mana.
"Aku berniat untuk pindah tapi merasa hati ku yang belum kuat untuk membohongi orang tua ku."
Siska mengetahui alamat kantor Kania dari Aliyaa dulu, tapi dia berniat untuk pergi ke Restoran yang pernah di datangi oleh Kania.
Siska memberanikan diri untuk datang langsung menemui Kania tanpa Rendy di samping nya.
"Aku harus melakukan ini semua sendiri tidak untuk bersama dengan Rendy."
Siska masuk ke dalam taksi untuk menuju ke Restoran tersebut, dia yakin jika Kania yang berada di sana karena ini adalah waktu untuk makan siang.
__ADS_1
Siska harus bisa menguatkan hati nya dan juga menyiapkan mental nya ketika dia bertemu dengan Kania.
"Aku tidak peduli apa yang akan dia katakan kepada ku, yang pasti dia harus mengetahui jika aku wanita yang sedang didekat oleh Rendy."
Siska pun akhirnya sampai di Restoran mewah tersebut, dia memejamkan mata nya seperti mencoba untuk mengejutkan perasaan ketika bertemu Kania.
Siska membuka mata nya dan dia pun masuk ke dalam Restoran tersebut dia melihat Kania yang makan sendirian.
Siska pun memberanikan diri untuk Kania dia berdiri di samping Kania.
"Selamat siang Ibu Kania, maaf menganggu waktu makan siang nya. Boleh saya meminta waktu nya sebentar ada yang ingin saya bicarakan tentang saya dan Rendy."
Mendengar nama Rendy, Kania langsung memandangi wajah Siska. Wajah yang tidak asing untuk nya.
"Ada hubungan apa antara kamu dan putra saya."
Perkataan Kania begitu sangat tegas sekali dan Siska menarik kursi agar dirinya bisa duduk saling berhadapan dengan Kania.
"Perkenalkan saya Siska Aurora, hubungan saya dengan Rendy sangat dekat sekali."
Kania terus saja memperhatikan wajah Siska dan dia pun mengingat jika Siska ini adalah teman dekat Aliya.
"Sedekat apa hubungan kamu dengan putra saya,? dan apa maksud dari kedatangan kamu ke sini."
Siska pun tersenyum tipis kepada Kania, ketika wajah Kania yang penuh dengan ketegangan.
"Aku tidak bisa menjawab sekarang, karena aku menunggu waktu bulan depan. Jika aku baik-baik saja aku berjanji akan meninggalkan Rendy tapi jika terjadi sesuatu dengan tubuh ku ini. Aku akan datang kembali untuk bertemu dengan kalian berdua bersama dengan kedua orang tua ku."
Merasa sudah selesai menyampaikan isi hati nya, Siska pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Saya permisi dulu Tante, maaf menganggu waktu makan siang nya."
Dengan cepat Siska pun langsung meninggalkan Restoran tersebut dan Kania di buat terdiam oleh ucapan Siska.
Kania mengerti apa yang di katakan oleh Siska, tapi dia tidak percaya jika Rendy sampai melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Rendy yang ku kenal adalah anak yang baik, apakah benar dia sampai berbuat seperti itu dengan wanita yang datang kepada ku."
Makan siang Kania menjadi kacau, selera makan nya yang tiba-tiba menghilang begitu saja.