Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *145*


__ADS_3

Dokter El-Rivan memberikan handphone kepada Aliyaa tapi Aliyaa menangis dia mengabaikan nya.


"Aliya, ini demi keselamatan mu juga. Saya menghawatirkan jika kista yang semakin besar dan menjadi pecah itu sangat bahaya sekali."


Aliya menghapus air mata nya dengan kedua tangan nya.


"Lebih baik Dokter saja yang menghubungi Mama saya, saya tidak berani melakukan nya."


Dokter Putra tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Dokter El-Rivan, dia melihat Aliyaa yang menagis sambil menutup wajahnya dengan kedua matanya.


"Aliya bagaimana dengan hasil pemeriksaan nya,? apakah Aliyaa yang harus segera di tindak sekarang juga?."


Dokter El-Rivan yang hendak mau menghubungi Miranda dia pun menyimpan kembali handphonenya nya karena kehadiran Dokter Putra.


"Iya Dokter Putra saya menghawatirkan bisa sampai pecah karena memang tidak ada perubahan sama sekali."


Dokter Putra duduk di samping Aliyaa dia merangkul Aliyaa, dan Aliya hanya menundukkan kepalanya saja.


"Aliya kamu sekarang adalah anak perempuan ku, dan aku adalah Ayah mu. Ini bukan keinginan kamu. Ayah paham rasa ketakutan kamu yang merahasiakan ini dengan Fabian karena kamu takut Fabian merasa kecewa dan kamu takut tidak bisa memberikan anak untuk Fabian."

__ADS_1


Tangisan Aliyaa semakin kencang ketika mendengar perkataan dari Dokter Putra.


"Tapi kamu harus memikirkan kondisi kamu Aliyaa, semoga saja dengan tindakan operasi akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan."


Dokter Putra mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa dan dia pun mengeluarkan handphone nya.


"Biarkan saya yang menghubungi Fabian, biarkan saya yang menjelaskan semuanya."


Dokter Putra pun keluar dari ruangan tersebut dia memilih untuk menelephone Fabian di luar.


Aliya tidak tahu harus berkata apa kepada Mama nya dan suaminya tersebut.


Aliya yang lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Siska.


Siska yang mendapatkan pesan dari Aliyaa dia sangat terkejut sekali dia pun langsung segera pergi menuju ke Rumah Sakit Permata.


"Aliya, kamu kuat kamu pasti bisa melewati semuanya yaa."


Siska pergi menuju ke Rumah Sakit dengan tangisan di sepanjang perjalanan sedangkan Dokter Putra yang mau menghubungi Fabian dia sampai harus menghelakan nafas panjang nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak tega tapi bagaimana lagi mereka semua harus mengetahui nya."


Fabian yang memang tidak fokus untuk bekerja dia mendengar handphone nya yang berdering.


"Ayah, ada apa yaa Ayah sampai menelephone ku."


Kebetulan Miranda yang berniat untuk mengambil hasil kerja Fabian.


"Bukan Ayah mu itu adalah seorang Dokter, dan bertugas di Rumah Sakit Permata. Mungkin saja dia mau memberikan informasi tentang Aliyaa."


Fabian pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut dan Miranda memilih untuk duduk dia juga ingin mendengar percakapan mereka berdua.


*Hallo Ayah ada apa yaa*


*Fabian malam ini Aliyaa harus melakukan tindakan operasi, Aliyaa memiliki kista yang ternyata semakin membesar dan harus di tindak untuk keselamatan Aliyaa*


*Aliya memiliki penyakit kista, Ayah tidak bercanda kepada ku yah. Itu tidak mungkin terjadi dengan Aliyaa*


Miranda pun seketika dia merasa sangat lemas sekali ketika mendengar perkataan Fabian di telephone jika Aliyaa yang mempunyai penyakit kista.

__ADS_1


*Fabian lebih baik sekarang kamu dan Mama nya Aliyaa segera datang ke rumah sakit yaa*


Dokter Putra memilih mengakhiri panggilan telephone nya.


__ADS_2