
Irfan merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di sampaikan oleh Dokter kepada nya karena tidak mau membuat Dokter merasa curiga kepada nya Irfan memperlihatkan ekspresi wajah yang bahagia kepada Dokter.
Dan akhirnya setelah berbicara dengan Dokter, Irfan pun di persilahkan untuk masuk ke ruangan Siska.
Siska merasa sangat malu sekali ketika dia harus bertemu dengan Irfan karena sebelum Dokter memberitahu Irfan Dokter sudah memberitahu Siska terlebih dahulu.
Siska tiba-tiba langsung menangis di hadapan Irfan dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Siska seperti tidak berani untuk menatap wajah Irfan dia terlihat begitu sangat malu sekali.
Irfan pun membiarkan Siska melampiaskan semuanya dengan menangis agar membuat Siska merasa sedikit tenang.
"Siska sudah yaa cukup saat nya kamu menjelaskan semuanya."
Irfan memegang tangan Siska dan Siska dengan suara yang bergetar dia pun akhirnya mau bicara dengan Irfan.
"Siska Dokter bilang kamu hamil,? kenapa kamu sampai bisa hamil sedangkan kamu belum menikah Siska."
__ADS_1
Suara Irfan terdengar ada tekanan emosional nya.
"Iyaa Om, aku perempuan yang bodoh merendahkan harga diri begitu sangat mudah nya sampai masa depan ku hilang begitu saja."
Irfan sampai menarik nafas dalam-dalam dia tidak sebenarnya tidak tega melihat Siska yang seperti ini.
"Dengan siapa kamu melakukan nya Siska,? tadi Om lihat kamu yang sedang mengobrol serius dengan Fabian di depan Rumah Sakit. Bukan Fabian kan yang melakukan ini semua nya hah ?."
Siska langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Bukan Kak Fabian yang melakukan nya tapi Rendy yang melakukan nya, aku hamil anak Rendy Om."
"Jadi Rendy yang melakukan nya, kamu harus hubungi Rendy sekarang juga dia harus bertanggung jawab atas semua yang sudah kalian berdua lakukan."
Irfan melihat Siska yang diam saja ketika dia di suruh untuk menelephone Rendy seperti ada ketakutan yang Siska rasakan.
"Kenapa Siska,? apakah ada sesuatu yang kamu takutkan? apakah Rendy mengancam kamu jika sampai kamu hamil dia akan menyakiti kamu?."
__ADS_1
Siska menarik nafas panjang nya dan menghembuskan nya.
"Bukan Ready tapi Mama nya yang akan melakukan apapun jika dia mengetahui aku sampai hamil anak Rendy, dia sangat berkuasa sekali Om dengan uang-uang nya yang banyak."
Siska langsung memegang perut nya sambil menagis sedangkan Irfan meratapi nasib Siska yang mungkin harus menghadapi nya sendiri.
Irfan memikirkan bagaimana dengan keluarga ketika mengetahui tentang kehamilan nya ini akan membuat keluarga sangat kecewa sekali dengan Siska.
"Siska kamu bisa membicarakan nya dengan Rendy saja, sehingga Rendy bisa mengetahui apa yang terjadi dengan Mama nya itu. Mungkin jika Rendy berbicara pelan-pelan Mama nya bisa luluh hatinya.".
Siska pun merasa bingung dia harus bagaimana lagi, dia pasti di usir dari rumah nya jika orang tua mengetahui ini semua.
"Aku akan pulang ke rumah orang tua ku saja Om, untuk memberitahu tentang kehamilan ku ini setelah itu aku baru memikirkan kedepannya seperti apa."
Dokter pun masuk dan memberikan obat dan vitamin kehamilan untuk Siska.
"Ini obat penambah darah dan ini vitamin nya yaa, harus di minum setiap hari yaa karena tensi darah yang sangat rendah sekali."
__ADS_1
Irfan pun langsung mengambil nya dan Dokter tersebut mempersilahkan Siska untuk bisa pulang.