
Melihat Veronica yang pergi begitu saja, Fabian pun langsung memegang kepalanya.
"Fabian, ayo fokus dengan pekerjaan mu yaa. Jangan seperti ini sangat memalukan sekali jika terus seperti ini."
Melihat kesibukan pekerjaan nya, Fabian merasa jika dia tidak bisa datang ke rumah Aliyaa dia pun memilih untuk menghubungi Siska.
Fabian keluar dari ruangan untuk menelephone Siska.
*Hallo Siska*
*Iya Kak Fabian*
*Siska nanti sore bisakah kamu datang ke rumah Aliya, kamu bisa mengajak Rendy atau Irfan yaa. Supaya ramai di rumah Aliyaa*
*Oh, memang nya Aliyaa sudah pulang yaa Kaa*
*Aliya sudah pulang tadi pagi*
*Baiklah Kak, aku akan mengajak Om Irfan*
Fabian langsung menghampiri panggilan telephone nya dan Veronica mendengar perkataan Fabian di telephone.
__ADS_1
"Oh Aliyaa yang sudah pulang, tapi kenapa yaa Fabian meminta orang lain untuk datang ke rumah nya sedangkan dia masih berkerja di saat istri pagi pulang, hmmm keterlaluan sekali hanya demi perusahaan keluarga di nomor dua kan."
Veronica pun kembali melanjutkan pekerjaan nya, dia tidak mau Fabian melihat nya yang memperhatikan dirinya.
Fabian kembali ke ruangan nya dia terlihat seperti tidak bersemangat sama sekali, dia mencoba untuk tetap fokus dengan pekerjaan nya.
Di sisi lain Aliyaa menuggu balasan pesan dari suami nya.
"Sesibuk apapun kenapa dia tidak membalas pesan dari istrinya, sangat mengecewakan sekali."
Aliya pun akhirnya sampai di rumah nya, dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya.
Miranda lagi-lagi melihat perubahan wajah Aliyaa.
Miranda mulai mempersiapkan untuk kedatangan Dokter Nadia, padahal akan banyak yang datang untuk menemui Aliyaa.
Siska yang mulai memberitahu kepada Om Irfan dan juga Rendy untuk datang ke rumah Aliya.
Ketika Rendy yang sedang bersama dengan Mama nya, dia melihat Aliyaa yang sudah pulang menerima kabar dari Dokter El-Rivan.
Dokter El-Rivan pun mencoba untuk menghubungi Rendy tapi Rendy yang tidak bisa menjawab panggilan telephone tersebut karena sedang bersama dengan Mama nya.
__ADS_1
"Rendy, telephone dari siapa itu coba saja kamu jawab panggilan telephone itu. Siapa tau sangat penting sekali loh."
Rendy lebih memilih untuk memasukkan handphone nya di saku celana nya.
"Tidak penting Mam, ayo kita lanjutkan makan siang kita."
Rendy dan Mama nya yang sedang makan siang bersama, Kania ingin semakin dekat dengan Rendy karena Kania yang masih menyangka jika Rendy dan Aliya yang mempunyai hubungan spesial.
"Rendy, bagaimana dengan Aliyaa? apakah kamu masih bertemu dengan Aliyaa sekarang?".
Rendy merasa bingung harus menjawab apa, agar Mama tidak lagi berpikiran jika mereka berdua yang tidak mempunyai hubungan spesial.
"Aliya yang sudah berumah tangga Mam, sedekat apapun kita dulu tapi sekarang harus ada batasan nya."
Perkataan Rendy membuat Mama nya seketika langsung terdiam.
"Mam, terimakasih banyak yaa atas makan siang nya tapi aku harus kembali ke kantor yaa Mam. Banyak sekali yang harus aku selesaikan hari ini juga."
Rendy berpamitan untuk pergi dan Kania tersenyum manis kepada Rendy.
"Hati-hati yaa sayang di jalan nya, jangan ngebut-ngebut yaa."
__ADS_1
Rendy pun langsung pergi dia meninggalkan Mama nya yang sedang makan siang sendiri di restoran.