
Bell pulang pun berbunyi Fabian bersiap-siap untuk pergi ke rumah Aliya.
"Apakah Miranda mengetahui jika Aliya yang sedang berada di rumah nya, hmmmm seperti nya itu tidak mungkin. Dan aku pun sebenarnya tidak mau jika Miranda berada di rumah nya."
Fabian keluar dari ruangan dan terlihat Veronica yang sedang berdiri.
"Selamat ketemu besok pagi lagi yaa, Bapak Fabian. Semoga besok perkerjaan kita lebih seru lagi."
Fabian pun menghampiri Veronica dan Veronica menundukkan kepalanya.
"Waktu pulang, siapkan diri mu untuk besok. Karena besok kamu akan menemani ku dalam rapat yang sangat penting sekali."
Miranda pun memperhatikan mereka berdua.
"Apa yang sedang mereka berdua bicarakan ya, mudah sekali mereka berdua beradaptasi."
Miranda pun belum bisa pulang karena dia juga harus mempersiapkan untuk rapat penting besok.
"Besok adalah hari di mana Veronica untuk pertama kalinya rapat bersama dengan Fabian, jika Veronica membuat Fabian kecewa maka Fabian bisa memecatnya secara langsung. Dan aku akan terbebas dari perkataan pedas mulut Kania."
Miranda sangat tidak menyukai Veronica, dia ingin Veronica keluar dari perusahaan nya.
__ADS_1
Fabian melihat Veronica yang di jemput oleh Ayah nya, Fabian tidak mengetahui jika Ayah Veronica adalah Ayah dari Rendy.
Melihat Fabian yang memperhatikan nya, Veronica pun tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.
"Astaga, wanita ini membuat orang lain berpikir yang berlebih-lebihan nanti nya."
Fabian pun memilih untuk segera masuk ke dalam mobil nya, dia yang harus menjemput Aliya.
"Semoga saja tidak ada acara makan malam, dan Aliya langsung meminta untuk pulang."
Fabian tidak mau berlama-lama di rumah itu apalagi bersama dengan Miranda.
"Sudah bosan aku melihat Miranda di kantor dan sekarang aku harus melihat Miranda lagi, itu hanya membuat ku mengingat masa lalu kelam bersama dengan nya."
"Akhirnya aku bisa melihat rumah megah ini kembali, rumah yang di mana aku di kenal kan sebagai calon Papa tapi malah menjadi suami Aliyaa."
Kedatangan Fabian pun di sambut hangat oleh para pegawai yang ada di rumah itu.
Aliya tersenyum manis ketika suami nya datang.
"Selamat datang suami ku, di rumah masa kecil ku dan masa lalu mu."
__ADS_1
Aliya memegang tangan suami nya untuk berjalan menuju ke meja makan.
"Aku sudah menyiapkan makanan ini untuk kita makan ya mungkin bersama dengan Mama, jika Mama pulang ke sini."
Fabian berharap besar jika Miranda tidak pulang ke rumah ini.
"Yasudah, ayo kita segera makan sekarang. Aku sudah sangat kelaparan sekali."
Aliya yang berniat untuk menunggu kedatangan Mama nya, tapi ternyata belum juga datang.
Aliya pun terpaksa makan hanya berdua saja dengan suami nya.
"Bagaimana masakan nya,? enak atau kurang sesuatu."
Fabian tersenyum manis kepada Aliya.
"Masakan yang di buat dengan kasih sayang dan cinta itu pasti sangat enak sekali sayang."
Fabian memuji masakan Aliya dia makan dengan sangat cepat sekali karena ingin secepatnya pulang.
Aliya memperhatikan Fabian yang tidak seperti biasa nya.
__ADS_1
"Mas, kamu benar-benar kelaparan yaa ? kamu cepat sekali loh makan nya tidak seperti biasa nya."
Fabian pun sampai tersedak ketika Aliya sampai berbicara seperti itu kepada dirinya.