Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *149*


__ADS_3

Mereka begitu sangat tegang sekali menuggu hasil operasi Aliyaa, mereka menginginkan jika Aliyaa bisa baik-baik saja sehat seperti semula.


Siska mendekati Miranda dan memegang tangan nya.


"Semuanya pasti akan baik-baik saja Tante, karena Aliyaa wanita yang sangat hebat sekali. Aku yakin sekali Tante tidak usah menghawatirkan Aliyaa yaa Tante."


Siska mencoba untuk menenangkan perasaan Miranda dan Miranda pun tersenyum manis kepada Siska.


"Terimakasih banyak Siska, kamu adalah sahabat baik Aliyaa. Hanya kamu yang bisa membuat Aliyaa bangkit kembali."


Tidak lama kemudian Dokter pun keluar dari ruangan operasi dan Fabian pun ikut mendekati Dokter tersebut.


"Operasi berjalan dengan lancar tapi kemungkinan besar Aliyaa akan kesulitan untuk bisa hamil karena sudah terlalu lama di diamkan, tapi semoga saja ada keajaiban terjadi dengan Aliyaa. Mungkin saja Aliya yang harus bersabar dan keluarga dan suaminya yang memberikan semua untuk Aliyaa."


Ketika mendengar perkataan Dokter, Fabian langsung meneteskan air mata nya. Dia tidak menyangka jika Aliyaa harus seperti ini.

__ADS_1


Miranda pun menangis dan Siska merasa sangat sedih sekali karena apa yang di takutkan oleh Aliyaa selama ini terjadi kepada dirinya.


Fani yang tidak kunjung menahan rasa sedih nya dia pun mulai untuk pergi dan Rendy menyusul Fabian.


"Siska kenapa semua ini harus terjadi kepada Aliyaa, kasihan sekali dia. Aliya yang pernah membayangkan menjadi seorang ibu dengan banyak anak, Aliyaa pasti merasa kecewa sekali jika mendengar semua ini."


Siska pun langsung memeluk erat tubuh Miranda.


"Kita yang akan memberikan semangat untuk Aliyaa, agar Aliyaa tidak merasa sedih dan Aliya harus selalu ceria Tante."


Miranda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Siska.


Fabian melampiaskan kembali kekesalannya dan Rendy berada di belakang nya.


"Fabian kamu marah kesal karena Aliyaa yang di vonis berkemungkinan kecil untuk bisa hamil,? bukan kamu yang sangat mencintai Aliyaa."

__ADS_1


Mendengar perkataan Rendy, Fabian yang penuh emosional dia langsung menghampiri dan menarik baju nya.


"Kenapa kamu merahasiakan semuanya ini hah,? cobalah jika kamu jujur dan Aliya tidak akan seperti ini."


Rendy mendorong tubuh Fabian sampai terjatuh.


"Merahasiakan,? tapi juga berusaha untuk mengobati Aliyaa. Aku mempersiapkan Dokter yang terbaik untuk Aliyaa, Rumah Sakit Besar yang terbaik untuk Aliyaa. Tidak ada yang perlu di salahkan mungil ini adalah cara Tuhan menguji rasa cinta kamu terhadap Aliyaa."


Rendy pun merasa rasa kecewa Fabian karena Aliyaa ucapan Dokter jika memungkinkan Aliyaa hamil sangat kecil.


"Sekarang bukan saatnya kamu untuk marah dan kesal, sekarang waktunya kamu untuk memberikan semangat untuk Aliyaa perasaan dia jauh lebih sakit dari kamu."


Rendy yang merasa emosional dia memilih untuk pergi dari Rumah Sakit, karena percuma jika dia bersama dengan Fabian suasana semakin menjadi-jadi ketika Fabian yang menyimpan rasa marah kepada nya.


Fabian pun mengingat perkataan Rendy tentang perasaan Aliyaa sekarang.

__ADS_1


"Aliya maafkan aku karena harapan ku yang terlalu berlebih-lebihan dan sudah mempunyai bayangan dan harapan ketika berumah tangga dan memiliki malaikat-malaikat kecil di sekeliling kita pengobatan rasa lelah setelah pulang kerja dan penyemangat untuk berkerja demi masa depan mereka."


Fabian pun merenungi kehidupan nya bersama dengan Aliyaa, dia memikirkan bagaimana cara nya dia harus bisa menjaga perasaan Aliyaa setelah ini.


__ADS_2