Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *163*


__ADS_3

Aliya sudah bisa pulang besok dan Miranda pun datang untuk menemaninya, kedatangan Miranda membuat Aliyaa melihat ke belakang ibu nya apakah ada suaminya juga tapi ternyata tidak ada.


Siska memilih pulang karena dia tidak mau kedua orang tuanya merasa hawatir dengan nya.


"Aku pulang dulu yaa Aliyaaaa, seperti besok aku tidak bisa ke sini karena besok aku sedang ada kelas pagi."


Miranda tersenyum manis kepada Siska.


"Terimakasih banyak Siska, sudah mau menemani Aliyaa."


Siska hanya tersenyum ketika mendengar perkataan Miranda dia pun keluar dari ruangan Aliyaa dan berjalan menuju ke luar Rumah Sakit.


Fabian melihat Siska dia langsung menghampiri Siska. Siska pun begitu sangat terkejut sekali ketika Fabian yang tiba-tiba saja memegang tangan nya.


"Siska ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada mu, hmmm maksud ku aku tanyakan."


Siska melihat ekpresi wajah Fabian yang begitu sangat serius sekali sehingga membuat nya mengikuti apa yang di inginkan oleh Fabian.

__ADS_1


Dokter Nadia dan Irfan melihat Fabian dan Siska yang sedang mengobrol bersama.


"Cobalah lihat mereka berdua, tidak pernah aku melihat Fabian dan Siska mengobrol begitu sangat serius sekali."


Dokter Nadia merasa ucapan Irfan ada benar nya juga, tapi Dokter Nadia memilih untuk kembali ke ruangan Aliyaa.


"Pak Irfan lebih baik sekarang kita kembali saja ke ruangan Aliyaa, saya ingin berpamitan untuk pulang karena Aliyaa pasti sudah ada Miranda."


Irfan pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Dokter Nadia, walaupun sebenarnya Irfan yang begitu sangat ingin tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Siska dan Fabian.


"Miranda kamu sudah pulang kerja,?"


Dokter Nadia menghampiri Miranda.


"Tidak ini adalah jam istirahat, aku ingin melihat kondisi Aliyaa karena di kantor sudah ada Fabian yang mengurus nya."


Mendengar perkataan Miranda itu tandanya dia tidak mengetahui jika Fabian sedang berada di depan Rumah Sakit bersama dengan Siska.

__ADS_1


"Oh seperti itu yaa, aku dan Pak Irfan kita mau ijin untuk pun yaa. Aliya sayaaaaang semoga kamu kembali sehat dan kembali kuliah yaa."


Aliya tersenyum manis kepada Dokter Nadia.


"Terimakasih banyak Dokter Nadia dan juga Om Irfan yang sudah mau datang ke sini, besok juga aku sudah bisa pulang ke rumah Mama."


Wajah Aliyaa terlihat berbeda ketika dia mengatakan untuk pulang ke rumah Mama nya.


Dokter Nadia pun segera pergi dengan Irfan mereka berdua tidak mau terlalu lama beranda di dalam ruangan tersebut karena melihat perkataan Aliyaa yang sudah mulai sensitif membicarakan tentang rumah tangga nya.


"Dokter Nadia, bagaimana jika Aliyaa tidak bisa hamil padahal itu adalah harapan besar Fabian. Apakah tidak ada cara lain agar bisa segera hamil dalam hal medis."


Irfan menghawatirkan Fabian kembali seperti dulu, seperti masa lalu nya yang kelam.


"Aku hawatir sekali jika Fabian mencari Tante lagi untuk melampiaskan kekesalannya terhadap Aliyaa, karena dulu juga Fabian sampai harus berhubungan dengan Miranda tapi beruntung nya sekarang Miranda yang sudah melupakan Fabian di kehidupan nya."


Dokter Nadia pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Irfan dan akhirnya dia mengetahui apa yang sebenarnya dulu terjadi terhadap Aliyaa, Miranda dan juga Fabian.

__ADS_1


__ADS_2