
Miranda pun sampai di rumah sakit tersebut dia melihat Irfan dan juga Dokter Nadia.
Miranda pun menghampiri mereka berdua.
"Apakah kamu akan melihat Siska juga,? kami berdua mendapatkan informasi dari Aliyaa bahwa Siska yang sudah melahirkan."
Miranda pun seketika langsung terdiam, di berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Siska yang melahirkan tapi Aliyaa yang pingsan.
"Tidak aku tidak untuk melihat Siska, aku ke sini karena mendapatkan informasi jika Aliyaa yang pingsan."
Miranda pun langsung pergi begitu saja dan membuat Dokter Nadia dan Irfan menjadi binggung.
"Jika Aliyaa pingsan lalu bagaimana Siska bisa ada di rumah sakit ini."
Dokter Nadia dan Irfan pun menuju ke ruangan Siska mereka mencari ruangan Siska yang ternyata ruangan yang sangat mewah sekali.
"Siapa yang membayar ini semua,? apakah Aliyaa yang membayar nya. Sungguh luar biasa baiknya Aliya."
Mereka berdua pun langsung masuk ke ruangan tersebut dan begitu sangat bahagia nya Siska ketika melihat Dokter Nadia dan Om Irfan datang.
Mereka bukan langsung menghampiri Siska tapi mereka menghampiri bayi kembar identik tersebut.
__ADS_1
"Yaa Tuhan, sangat lucu sekali mereka berdua."
Dokter Nadia mengendong salah satu bayi tersebut dan begitu juga dengan Om Irfan.
"Selamat yaa sayang perjuangan yang sangat luar biasa sekali."
Siska pun tersenyum manis kepada mereka berdua.
"Siska apakah kamu sendirian di sini,? ibu mu tidak ada di sini?."
Dokter Nadia melihat ruangan yang luas dengan fasilitas terbaik tapi Siska yang hanya sendirian.
"Ibu ada dia mencoba untuk menghubungi Ayah, ntah lah apakah Ayah akan datang atau tidak."
"Sudahlah tidak apa-apa yang penting Ibu mu ada untuk kamu yaa, hmmmm Siska bagaimana ceritanya kamu bisa melahirkan di Rumah Sakit ini dan juga Aliyaa yang pingsan?."
Siska begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Aliyaa pingsan.
"Aliya pingsan,? aku di bawa ke Rumah Sakit ini oleh Aliyaa dan dia juga yang menghubungi Rendy. Aku yang melahirkan di temani oleh Rendy bahkan Rendy juga yang memberikan nama untuk kedua anak-anak nya."
Siska terlihat begitu sangat menghawatirkan kondisi Aliyaa.
__ADS_1
"Lalu sekarang bagaimana dengan kondisi Aliyaa, bahkan Aliyaa yang sampai membayar administrasi ini semua. Dia begitu sangat baik sekali sedangkan aku merasa menghianati Aliyaa."
Siska pun menangis kembali dan Dokter Nadia mencoba untuk menenangkan Siska.
"Kita yang salah memandangi Aliyaa, kita yang terlalu ingin tahu tentang permasalahan rumah tangga Aliyaa. Sehingga kita yang seperti memojokkan Aliyaa hanya karena dia yang dekat dengan Dokter El-Rivan, padahal mungkin Aliyaa yang sedang membutuhkan teman berbicara saja."
Iran merasakan hal tersebut, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Aliyaa.
"Yasudah, aku akan melihat Aliyaa yaa."
Irfan memberikan bayi tersebut kepada Siska dia yang akan melihat Aliyaa.
"Semoga Aliyaa baik-baik saja, aku sangat menghawatirkan sekali dia sampai despresi karena terlalu memikirkan rumah tangga nya."
Irfan pun mencari tahu nomor ruangan Aliyaa, dan akhirnya dia menemukan nya. Irfan mengetuk pintu dan Miranda membuka pintu tersebut.
"Boleh kah aku masuk ke dalam, aku sangat menghawatirkan kondisi Aliyaa."
Mendengar suara Om Irfan Aliyaa pun langsung berteriak.
"Silahkan masuk Om Irfan."
__ADS_1
Miranda pun akhirnya membuka pintu lebar agar Irfan bisa masuk ke dalam untuk menemui Siska.