
Fabian menunggu Aliyaa terbangun dari tidurnya, dia juga membuat kan teh hangat untuk Aliyaa.
Aliya pun akhirnya terbangun dia begitu sangat terkejut ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 20:00, Aliyaa langsung memakai baju nya Fabian yang membawakan teh hangat untuk nya.
"Aliya, kamu mau pergi ke mana. Ini sudah malam lebih baik kita menginap saja di sini."
Aliya mengabaikan perkataan Fabian dan dia pun mencari berkas-berkas tersebut dan memberikan nya kepada Fabian
"Tolong cepat tanda tangan, aku tidak mempunyai waktu banyak. Aku takut Mama menjadi curiga dengan kita berdua."
Fabian memberikan teh hangat kepada Aliyaa dan dengan sangat terpaksa Fabian harus menandatangani surat perceraian tersebut.
"Terimakasih banyak yaa, aku harus segera pergi dari sini."
Fabian tidak menyangka jika apa yang dia lakukan dengan Aliyaa tidak berbuah manis, Aliyaa yang masih saja menginginkan perpisahan tersebut.
Fabian pun memilih untuk menenangkan pikiran di rumah itu, dia yang harus segera menyelesaikan semua nya.
__ADS_1
Handphone Fabian berdering kencang dia melihat panggilan telephone dari Rendy, sebelum Rendy masuk ke dalam ruangan Mama nya dia ingin memberitahu kepada Fabian tentang kabar baik nya.
*Hallo Fabian, aku ingin memberitahu kepada kamu jika bulan depan aku akan menikah dengan Siska*
*Selamat yaa Rendy di saat kamu bisa bahagia bersama dengan Siska, aku dan Aliya yang akan berpisah bulan depan kita akan segera bercerai*
*Astaga Fabian, kamu sudah menandatangani surat perceraian tersebut*
*Ya, Aliyaa yang datang dengan sangat terpaksa aku menandatangani nya*
*Iya semoga saja, sekarang aku tidak pulang ke Apartemen aku memilih menenangkan pikiran ku di rumah yang depan kampus Aliyaa*
*Baiklah Fabian*
Rendy pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
Rendy di hampiri oleh Suster jika besok Mama yang sudah bisa pulang, dan Rendy merasa sangat senang sekali mendengar nya.
__ADS_1
Rendy pun masuk ke dalam ruangan Mama nya, dia melihat wajah Mama nya yang begitu sangat kesal sekali melihat nya.
"Apa yang terjadi di kamar ini, kenapa seperti barang-barang yang sebelumnya berjatuhan ke lantai."
Kania memilih untuk diam dia tidak mau menjawab pertanyaan dari Rendy.
"Bulan depan aku akan menikah dengan Siska, secara sederhana saja. Dan Mama tidak usah menghawatirkan harta kekayaan Mama di incar oleh Siska karena kita berdua akan memilih untuk membeli Apartemen atau Siska akan tinggal bersama dengan orang tua nya."
Kania pun langsung menangis ketika mendengar perkataan Rendy.
"Kamu tetap akan menikah dengan wanita itu,? kamu tidak menghargai perasaan Mama. Kamu sudah mengabaikan Mama demi wanita itu."
Kania menangis di hadapan Rendy dia yang memikirkan dengan rencana nya yang ingin menikahi Rendy dengan Bianca dengan semua yang sudah di siapkan.
"Mama itu wanita,? seharusnya Mama juga merasakan apa yang sekarang Siska rasakan. Dia hamil anak dan aku melakukan dengan rasa suka bukan karena terpaksa, aku sayang Siska dan juga kedua anak lelaki ku. Aku tidak pernah memaksa Mama untuk harus datang, tidak datang pun tidak masalah aku tetap bahagia."
Rendy benar-benar memperjuangkan perasaan nya terhadap Siska, dan Kania harus rela membatalkan semua persiapan untuk pernikahan Rendy dan Bianca.
__ADS_1