Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *125*


__ADS_3

Veronica terpaksa menerima permintaan dari Fabian karena dia juga tidak mungkin lepas dari tanggung jawab nya.


Veronica tidak mungkin membiarkan Fabian mengerjakan pekerjaan semua sendiri.


"Baiklah, aku akan lembur malam ini bersama dengan mu."


Hujan di luar begitu sangat deras sekali petir pun terdengar begitu sangat jelas sekali, Veronica mencoba untuk tetap tenang dan fokus dia tidak memperlihatkan ketakutan nya di depan Fabian.


Fabian terus saja memperhatikan wajah Veronica, Fabian yang mengetahui jika Veronica yang sebenarnya sangat takut sekali dengan petir.


"Veronica kamu baik-baik saja kan,? kamu pasti sangat ketakutan sekali yaa."


Veronica fokus pada pekerjaan dia mengabaikan ucapan Fabian, di pikiran nya dia hanya ingin pekerjaan cepat selesai.


Fabian pun mencoba untuk membuatkan Coffe hangat untuk Veronica, posisi Fabian yang hanya bisa memandangi Veronica saja.


"Fabian ini sudah bukan jam kantor lagi kan, Fabian apakah kamu merasa keberatan jika aku yang tiba-tiba saja hadir di hadapan mu sebagai sekertaris mu."

__ADS_1


Pertanyaan Veronica yang membuat Fabian langsung berpikir apa yang harus dia katakan kepada Veronica.


"Apakah kamu ingin membicarakan tentang masa-masa lalu kita berdua,? aku tidak ingin membahas nya. Karena sekarang aku yang sudah menikah dengan Aliyaa Mutiara pengorbanan ku begitu sangat besar sekali untuk bisa mendapatkan cinta dari nya."


Veronica meminum Coffe hangat buatan Fabian.


"Aku tidak ingin membahas masa lalu kita berdua, aku pun tahu kamu yang sudah menikah dan aku menghargai mu itu. Aku hanya ingin tahu bagaimana perasaan mu ketika bisa melihat ku kembali yang hadir sebagai sekertaris mu."


Tatapan mata Veronica begitu sangat tajam sekali memandangi Fabian.


"Aku terkejut dan aku pun sangat takut sekali, aku begitu sangat takut kehilangan Aliyaa istri ku."


"Ketika aku datang ke kantor dengan penampilan ku, aku merasa banyak sekali yang membicarakan tentang ku yang negatif. Padahal aku di sini hanya berniat untuk berkerja mencari uang untuk kehidupan ku hari ini nanti dan masa depan ku."


Fabian melihat jika Veronica yang begitu sangat pekerja keras sekali.


"Aku juga ingin bisa membalas kebaikan Tante Kania yang sudah mau membiayai kuliah ku dulu sampai sekarang aku yang baru saja menghasilkan uang tapi Ayah ku tiba-tiba saja pergi dengan meninggalkan banyak sekali angsuran yang harus aku bayarkan."

__ADS_1


Veronica tidak sadar meneteskan air mata di hadapan Fabian, Fabian hanya bisa memberikan tissue untuk Veronica.


"Ini tissue dan hapus air mata mu itu."


Veronica mengambil tissue tersebut dia pun menghapus air mata nya.


Veronica dan Fabian akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaan nya di jam 9 malam.


"Akhirnya kita berdua bisa menyelesaikan pekerjaan ini, terimakasih banyak Veronica pekerjaan mu sangat luar biasa sekali."


Veronica dan Fabian bersiap-siap untuk pulang dan petir masih saja terus berbunyi.


Fabian berjalan bersama dengan Veronica tangan Veronica terlihat sangat bergetar sekali ketika menahan rasa takut.


Fabian tidak mungkin menyentuh Veronica dia harus memikirkan bagaimana perasaan Aliyaa jika mengetahui hal tersebut.


"Veronica percepatan langkah kaki mu, agar kita bisa segera sampai di luar."

__ADS_1


Veronica pun mengikuti apa yang di katakan oleh Fabian dia mempercepat langkah kaki nya dia berlari sambil memejamkan mata nya.


__ADS_2