Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *144*


__ADS_3

Dokter El-Rivan memegang tangan Aliyaa dan membawa nya ke ruangan nya.


Perasaan Aliyaa semakin tidak menentu dia begitu sangat gugup sekali.


"Aliya, aku melakukan ini karena aku ingin kamu bisa sembuh kembali menjalani aktivitas seperti biasa tanpa ada keluhan sedikit pun."


Dokter El-Rivan pun menyuruh Aliyaa agar membaringkan tubuh nya untuk melakukan USG melihat kondisi kista yang ada di dalam tubuh nya itu.


Aliya sampai memejamkan mata nya dia merasa sangat takut sekali dengan hasil pemeriksaan nya.


Dokter El-Rivan merasa sangat terkejut sekali dan dia sampai memejamkan mata nya.


Ketika Aliyaa yang sedang tegang mendengar penjelasan dari Dokter El-Rivan, di sisi lain Fabian yang telat masuk bekerja dia langsung menghampiri Miranda di ruangan nya.


Miranda begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Fabian yang langsung masuk ke ruangan nya.


"Ada apa Fabian kamu jangan membuat aku terkejut seperti ini, kamu yang tiba-tiba saja datang ke ruangan ku dengan wajah seperti itu."


Fabian mencoba untuk menenangkan diri nya agar dia bisa berbicara dengan baik pada Miranda.

__ADS_1


Miranda pun memilih untuk mengambil air mineral untuk Fabian.


"Minumlah Fabian, supaya kamu lebih tenang lagi."


Fabian menghabiskan air mineral tersebut.


"Aliya hari ini kembali ke Rumah Sakit, dia mendapatkan informasi dari Dokter El-Rivan untuk adanya pemeriksaan lagi."


Miranda pun merasa ketakutan sekali dia tidak terjadi sesuatu dengan Aliyaa.


"Kenapa Aliyaa harus kembali ke Rumah Sakit, bukan kah Aliyaa tidak memiliki penyakit yang serius."


"Tenang Miranda kamu jangan seperti ini, jangan sampai kamu pingsan di kantor ini itu hanya menambah masalah saja."


Veronica memperhatikan Miranda dan Fabian yang seperti sedang berbicara serius di ruangan.


"Apakah terjadi sesuatu dengan Aliyaa, sehingga mereka berdua sampai berbicara serius seperti itu."


Veronica melihat Miranda yang memegang kepalanya sampai harus duduk dan di berikan minum obat Fabian.

__ADS_1


"Lebih baik aku diam saja, biarkan aku mendapatkan informasi dari Rendy. Tidak sopan jika aku bertanya kepada mereka berdua."


Veronica menyelesaikan pekerjaan nya dia tidak memperhatikan lagi Miranda dan juga Fabian.


Fabian terus saja memperhatikan Miranda.


"Apakah kamu bertanya kepada Aliyaa,? sebelum dia pergi. Sebenarnya dia menyembunyikan penyakit yang lain atau memang yang kemarin. Ahhh anak itu selalu saja tidak terbuka dalam hal apapun."


Miranda mulai merasa sangat cemas sekali dengan Aliyaa.


"Aliya lebih sering melamun dan tadi pagi dia memandangi dirinya di depan cermin, lalu dia seperti melamun sambil mengelus rambut nya. Dan dia pun seperti sangat sensitif terhadap apapun yang pembicaraan tentang kehamilan."


Seketika Miranda pun langsung berpikir terjadi sesuatu pada rahim Aliya, tapi Miranda tidak mau membicarakan nya di depan Fabian.


"Yasudah Fabian lebih baik sekarang kamu kembali untuk berkerja, jika terjadi sesuatu pada Aliyaa pihak Rumah Sakit pasti akan menghubungi salah satu nomber handphone kita berdua."


Fabian pun langsung pergi dari ruangan Miranda tapi dia merasa kekuasaan untuk fokus pada pekerjaan.


"Bagaimana aku bisa fokus berkerja jika sekarang aku tidak tahu bagaimana dengan kondisi Aliyaa di Rumah Sakit."

__ADS_1


Fabian mengeluarkan handphone dia terus memandangi nya, menunggu kabar dari Aliyaa yang sedang di Rumah Sakit.


__ADS_2