
Kania datang ke perusahaan Miranda dan beruntung nya dia tidak melihat Veronica yang sedang bersama dengan Fabian.
Kedatangan Kania tanpa sepengetahuan Miranda akan membuat Miranda merasa sangat terkejut sekali.
Dia berjalan menuju ke ruangan Miranda, dan membuka pintu tanpa harus mengetuk terlebih dahulu.
"Kania, kamu datang ke sini. Kenapa tidak memberitahu aku dulu sebelum nya."
Miranda tidak bisa menyembunyikan ekpresi wajah nya yang begitu sangat panik.
"Ya, memang kenapa Miranda. Kenapa kamu seperti panik seperti itu apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan."
Miranda mengingat jika Veronica yang pernah bersama dengan Fabian, Miranda berharap jika Kania yang tidak lama beranda di kantor nya.
"Lalu ada kamu datang ke sini,? ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku. Apakah sangat penting sekali yaa."
Kania duduk di samping Miranda dia pun ingin memulai pembicaraan nya.
"Miranda, aku melihat Aliya sedang bersama dengan Rendy di sebuah Restoran mahal."
__ADS_1
Miranda hanya terdiam saja ketika Kania mengatakan hal tersebut, karena Aliya dan Rendy adalah teman dekat sejak masih kecil.
"Aku merasa mereka seperti mempunyai hubungan spesial di balik pernikahan Aliyaa, karena Rendy sampai memberikan mobil untuk Aliya antar ke mana saja."
Miranda merasa tidak percaya dengan perkataan Kania yang jauh dari yang dia pikirkan.
"Aliya sangat mencintai suami nya, tidak mungkin dia berselingkuh dengan Rendy. Jika Aliya mempunyai perasaan terhadap Rendy tidak mungkin Aliya menikah dengan Fabian."
Miranda merasa sangat tidak nyaman sekali dengan kedatangan Kania dan juga perkataan nya.
"Kania stop berpikiran seperti itu, jika sampai media mengetahui nya. Perusahaan ku dan perusahaan Rendy akan menjadi dampak dari pemberitaan tersebut."
"Baiklah, jika kamu tidak mau menerima kenyataan ini. Aku pergi tapi mungkin bersiaplah kita akan menjadi keluarga besar."
Kania langsung pergi dari ruangan Miranda, dia melihat ada ruangan di sebelah ruangan Fabian.
"Ruangan siapa itu ya, aku baru melihat nya."
Kania yang terlalu sibuk dia pun memilih untuk mengabaikan dan kembali ke perusahaan nya.
__ADS_1
Melihat Kania yang sudah pergi dari kantor nya, Miranda menghelakan nafas panjang nya.
"Apalagi ini yaa, belum selesai dengan permasalahan Veronica yang berkerja di sini sekarang Kania datang dengan berita baru nya. Kenapa dia bisa mempunyai pemikiran seperti itu Aliya dan Rendy tidak mungkin mempunyai hubungan."
Miranda merasa sangat pusing sekali, dia memilih untuk pergi ke kantin.
"Aku harus meminum Coffe agar pikiran ku bisa normal kembali."
Miranda tidak sengaja mendengar obrolan pegawai nya, yang sedang membicarakan tentang Veronica.
"Heh, kamu tahu nggak sekertaris nya Pak Fabian. Nama nya Veronica dia cantik banget loh kalau menurut aku lebih cantik dari istri Bapak Fabian."
Miranda menahan emosi nya ketika dia mendengar hal tersebut.
"Wah, masa sih lebih cantik dari Bu Aliya. Kalau seperti itu lama kelamaan Bapak Fabian bisa menyimpan perasaan sama Sekertaris baru nya."
Merasa sudah terlalu kesal dengan perkataan para pegawai nya, Miranda pun langsung menghampiri nya.
"Saya tidak menyangka yaa, sama-sama perempuan tapi bisa berbicara seperti itu. Bagaimana jika pasangan mu di jodohkan dengan perempuan lain."
__ADS_1
Para pegawai pun langsung menundukan kepalanya dia kelihatan sangat takut sekali.