
Sampai di tempat rapat, Fabian membuka pintu mobil nya dan Veronica pun turun dari mobil nya.
Veronica terus saja memejamkan mata nya, sambil memainkan tangannya.
"Veronica, tidak seperti itu juga. Kamu harus percaya diri yaa. Aku melakukan ini semua supaya kamu lebih berani lagi dan membuktikan bahwa kamu yang terbaik."
Veronica menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum paksa kepada Fabian dan Fabian pun lebih memilih untuk meninggalkan Veronica dia berjalan menghampiri para pengusaha yang ada di hadapannya.
"Fabian kamu jahat sekali, tapi aku tahu ini memang agar membuat aku lebih berani dan percaya diri. Tapi ini adalah acara besar dan jika sampai aku gagal menyampaikan maka habislah aku tidak akan lagi berkerja di perusahaan ini."
Begitu banyak sekali yang memperhatikan Veronica, sehingga membuat Veronica merasa sangat risih sekali dengan tatapan mata lelaki yang penuh nafsu melihat nya.
Melihat Veronica yang di perhatikan oleh para lelaki, Fabian pun langsung menarik tangan Veronica.
"Diam di belakang ku, jangan pergi ke mana-mana yaa."
Veronica hanya bisa menuruti perintah Fabian, karena Veronica yang memang merasa tidak nyaman sekali dengan tatapan mata lelaki yang tidak bertanggung jawab.
Rapat pun segera di mulai, Fabian benar-benar memberikan kepercayaan kepada Veronica sampai akhirnya Veron pun tampil dia terlihat sangat luar biasa sekali.
Walaupun tatapan mata nya terus saja tertuju pada Fabian, tapi penampilan Veronica memang sangat luar biasa sekali.
Miranda yang melihat langsung rapat tersebut dari unggahan langsung dia begitu sangat terkejut sekali dengan kemampuan Veronica.
"Veronica, dia ternyata sangat hebat sekali yaa. Sempurna dan sangat elegan sekali dia menyampaikan semua nya."
Miranda yang begitu sangat fokus dengan layar handphone membuat Aliyaa merasa sangat penasaran sekali.
"Veronica lagi yaa, ada apa sih sama Veronica."
Miranda mendengar perkataan Aliyaa dan dia pun mulai memberanikan handphonenya kepada Aliya.
"Lihat lah dia begitu sangat mengagumkan sekali, seharusnya Fabian yang berbicara tapi sepertinya Fabian menyuruh Veronica untuk tampil tapi ternyata hasil nya tidak mengecewakan perusahaan kita."
Aliya melihat jika Mama yang seperti sangat bahagia sekali melihat nya, dan tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu.
"Masuklah silahkan."
__ADS_1
Teriak Miranda yang sambil fokus pada handphone nya.
"Siska Aurora, ahhhhh senang sekali kamu bisa melihat ku di sini."
Siska berpelukan dengan Aliya begitu sangat erat sekali.
Melihat Aliyaa yang sudah mempunyai teman mengobrol, Miranda pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut membiarkan Aliyaa dan Siska.
"Bersenang-senang lah kalian berdua, Mama pergi ke kantin Rumah Sakit dulu yaa."
Melihat Mama nya yang sudah pergi, Aliya pun mengungkapkan kan rasa kesal nya terhadap suami nya.
"Siska aku marah sekali aku cemburu sekali, ketika sekarang suami ku berduaan bersama dengan sekretaris pribadi nya Veronica nama nya."
Wajah Aliyaa seketika langsung cemberut dengan penuh emosional.
"Aliya, kamu kan lagi sakit. Aku merasa sangat senang sekali loh akhirnya Mama kamu mau berubah Aliya. Dia mau mengurus kamu loh."
Aliya pun langsung tipis kepada Siska.
"Ya, Mama kembali seperti dulu lagi tapi aku tidak mau suami selalu melihat wanita itu. Pikiran ku selalu saja negatif terhadap wanita itu, demi apapun aku tidak suka."
"Yasudah kita jangan bahas lagi tentang itu, sekarang bagaimana dengan penyakit kista mu ini Aliyaa. Aku sangat menghawatirkan nya."
Aliya pun seketika langsung memegang perut nya.
"Dokter El-Rivan, menyuruh ku agar segera melakukan operasi. Tapi aku merasa belum siap dan aku seperti mempunyai kepercayaan kita penyakit ini akan sembuh."
Aliya yang begitu sangat yakin sekali dengan adanya keajaiban.
"Lalu bagaimana dengan Mama kamu yang lebih mengetahui jika kamu itu adalah mempunyai penyakit lambung kronis, apakah kamu tidak merasa kasihan kamu yang sudah membohongi Mama kamu sendiri."
Aliya pun terdiam ketika mendengar perkataan tersebut dari Siska.
"Kalau menurut aku yaa, lebih baik kamu memberitahu dengan Mama kamu Al. Mungkin saja dia akan membawa kamu untuk melakukan pengobatan di luar negeri mungkin di sana jauh lebih canggih dan kamu bisa langsung sembuh total."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali.
__ADS_1
"Tidak Siska, Mama tidak boleh mengetahui nya. Aku yakin kok Dokter El-Rivan dia sangat luar biasa sekali dia yang pasti akan membuat ku sembuh."
Siska merasa menyerah untuk memberitahu Aliyaa yang sengat kuat sekali seperti batu.
"Yasudahlah Al, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kamu Aliyaa."
Miranda kembali masuk ke dalam dia melihat wajah Aliyaa dan Siska yang kelihatan sangat tegang sekali.
"Apa yang kalian berdua bicarakan,? kenapa seperti membicarakan tentang hal yang sangat serius sekali."
Miranda menyimpan buah-buahan yang dia beli dan mendekati Aliyaa dan juga Siska.
"Hmmmm tidak kok Tante hanya pembicara tentang perkuliahan saja, jadi membuat kita berdua menjadi tegang."
Miranda mencoba untuk percaya dengan apa yang di katakan oleh Siska.
"Mam, aku mau nanya dengan Mama. Jika Siska bersama dengan Rendy bagaimana yaa ekpresi wajah Tante Kania."
Siska langsung menutup wajahnya ketika Aliya mengatakan hal tersebut.
"Siapa yang mencintai duluan,? apakah Siska atau Rendy. Jika yang mencintai duluan Rendy itu jauh lebih baik walaupun Kania memang sangat perfeksionis sekali dalam hal apapun."
Miranda pun sekarang mulai mengerti kenapa Kania bilang jika Aliyaa dan Rendy mempunyai hubungan ternyata di balik semua nya ada Siska yang di cintai oleh Rendy.
"Aku tidak mau Tante, dari pada aku sakit hati lebih baik aku mundur saja. Karena aku hanya dari keluarga sederhana sedangkan Rendy itu dari keluarga yang banyak uang, yang bisa membeli apapun dengan uang nya."
Miranda merasa sangat kasihan sekali melihat Siska, dia merasa jika Siska juga yang mempunyai perasaan terhadap Rendy.
"Siska kamu jangan berpikiran seperti itu, sedangkan kamu sendiri belum bertatapan langsung dengan Kania. Siap yang tahu Kania merasa luluh ketika melihat kamu Siska."
Aliya pun memegang tangan Siska dan tersenyum manis kepada sahabat nya itu.
"Jangan putus asa begitu yaa, aku yang akan membela kamu jika Tante Kania mengatakan perkataan yang tidak pantas untuk di dengar. Atau kita lawan bersama pun aku mau kok Siska."
Sungguh persahabatan yang sangat luar biasa sekali antara Aliya dan juga Siska, membuat Miranda meneteskan air mata nya.
Di dalam hati nya Miranda mengucapkan terimakasih kepada Siska, dia yang selalu bersama dengan Aliya di saat dulu dirinya yang tidak pernah mau peduli terhadap Aliya.
__ADS_1
Miranda pun berjanji akan membantu Siska agar bisa bersama di pernikahan.