Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #263#


__ADS_3

Aliya mencoba untuk membuka hati nya untuk lelaki lain yaitu Dokter El-Rivan, walaupun sebenarnya Miranda yang tidak setuju karena terlalu cepat untuk Aliyaa bersama dengan lelaki lain.


Aliya dan Dokter El-Rivan pun masuk ke dalam mobil, dan Dokter El-Rivan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa kita harus pergi dari tempat itu,? bukan kah kamu yang sangat menyukai nya."


Aliya pun terdiam dia tidak tahu harus menjawab apa pada Dokter El-Rivan.


"Apakah kamu melihat Fabian di sana,? sehingga kamu ingin untuk keluar dari tempat itu."


Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Tidak, bukan Kak Fabian tapi Om Irfan. Aku tidak mau Om Irfan sampai mengetahui jika kita yang sering bersama."


Dokter El-Rivan pun merasa binggung kenapa Aliyaa sampai harus bersikap seperti itu sedangkan mereka berdua yang hanya berstatus sahabat.


"Kamu tidak usah takut, karena kita yang tidak mempunyai hubungan spesial. Jika kamu seperti ini akan membuat orang yang kamu hindari berpikir jika kita sedang menyembunyikan sesuatu."

__ADS_1


Ketika Dokter El-Rivan yang menginginkan hubungan persahabatan tapi Aliyaa ingin lebih dari itu.


Aliya merasa jika Dokter El-Rivan yang bisa menerima kekurangan nya.


"Tapi aku ingin mendapatkan hubungan yang lebih walaupun aku tahu ini sangat terlalu cepat sekali."


Dokter El-Rivan pun seketika langsung terdiam mendengar perkataan Aliyaa dan dia pun memilih untuk mengantarkan Aliyaa kembali ke rumah nya.


"Aliya, kamu pulang yaa. Lebih baik kamu memikirkan apa yang sudah kamu ucapkan tadi. Karena kamu yang harus belajar dari masa lalu kamu seperti apa ketika bersama dengan Fabian."


"Terimakasih Dokter El-Rivan."


Dokter El-Rivan terpaksa melakukan ini semuanya karena dia mengetahui jika Aliyaa yang sedang mencari pelampiasan saja.


Aliya yang sebenarnya sangat mencintai Fabian, tapi dia tidak tahu harus melakukan apa agar Fabian kembali peka dengan dirinya.


"Kenapa sampai harus seperti ini Aliyaa, kenapa kamu yang masih memikirkan sebuah cinta seharusnya kamu melupakan sejenak dengan fokus pada kuliah mu agar bisa lulus dengan cepat."

__ADS_1


Dokter El-Rivan melihat Aliyaa yang berjalan sampai ke pintu ruangan nya.


"Dokter El-Rivan menolak cinta ku, dia tidak menyukai ku ternyata. Aku pikir dia yang sabar dan dia yang bisa menerima aku apa adanya tapi ternyata tidak."


Aliya pun berjalan menuju ke kamar nya, dia merasa hari libur yang begitu sangat hampa sekali.


"Aku yang sudah memblokir semua tentang Kak Fabian seperti apa yang di katakan oleh Mama. Tapi aku juga merasa sangat ingin mengetahui tentang dirinya yang sekarang sedang apa bersama dengan siapa."


Aliya pun membaringkan tubuhnya di atas kasur dia ingin sekali melupakan semua tapi dia yang tidak bisa melakukan nya.


"Harus aku mengadopsi anak di panti asuhan, tapi Siska berkata jika dia yang akan memberikan anak nya kepada ku. Tapi bagaimana jika keluar Siska yang tidak mengijinkan nya."


Aliya mulai berpikir dengan cara mengadopsi anak bayi di pantai asuhan, pikiran Aliyaa mulai melebarkan ke mana-mana.


"Tapi jika aku mengadopsi anak, aku tidak akan bisa merawat nya. Aku tidak mungkin bisa bersama dengan nya, aku yang harus meminta baby sister untuk merawat nya."


Aliya pun pun seketika membatalkan keinginan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2