Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #268#


__ADS_3

Rendy dan Fabian pun akhirnya pulang ke Apartemen Fabian, Rendy terus-menerus membuat Fabian untuk bisa menahan rasa emosi nya.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika Aliyaa yang bisa seperti itu, mudah sekali dia melupakan masa lalu nya."


Rendy masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar karena tidak mungkin Irfan berkata bohong kepada nya.


"Kira-kira siapa lelaki yang yang sekarang sedang dekat dengan Aliyaa,? apakah mungkin teman kampus nya ? atau siapa yaa."


Fabian pun seketika saja berpikir jika Aliyaa yang sedang dekat Dokter El-Rivan.


"Aliya pasti sedang dekat dengan Dokter El-Rivan, dia Dokter yang menangani nya pada saat dia sakit."


Rendy pun begitu sangat terkejut sekali ketika Aliyaa yang sedang dekat dengan Dokter El-Rivan.


"Benarkah dia sedang dekat dengan nya,? sangat tidak menyangka sekali yaa. Dan seperti nya kamu harus segera membicarakan nya dengan orang tua mu Fabian. Bagaimana dengan kelanjutan dari hubungan mu ini, apakah tetap bertahan atau berakhir sampai di sini."


Fabian memang harus segera mengambil keputusan untuk bagaimana kedepannya, dia juga merasa jika hubungan yang sudah tidak bisa bertahan lagi.

__ADS_1


"Aku menunda karena yakin jika akan ada yang terindah setelah ini semua tapi ternyata tidak ada sama sekali, besok aku akan bicarakan semua nya dengan keluarga ku."


Rendy melihat wajah Fabian yang begitu sangat kecewa sekali dengan kondisi ini, Rendy pun mencoba untuk terus memberikan semangat untuk Fabian.


"Fabian sekarang kamu harus fokus saja dengan pekerjaan mu, fokus untuk membuat kamu semakin mendapatkan banyak uang. Setelah itu wanita yang mana pun akan kamu dapatkan yaa walaupun mungkin tidak akan ada yang sama seperti Aliyaa."


Rendy pun teringat dengan Veronica, dan dia pun akan menjemput Veronica di tempat pernikahan Irfan dan Dokter Nadia.


"Fabian seperti nya aku sekarang harus menjemput Kak Veronica, kasihan jika dia harus pulang dengan taksi."


"Hati-hati Rendy, semoga selamat sampai tujuan."


Melihat Rendy yang pergi meninggalkan nya, Fabian pun mulai menyendiri.


"Apakah ini adalah kesalahan ku juga, yang tidak bisa terlalu sabar dalam menunggu kedatangan buah hati di antara kita berdua. Tapi sekarang sudah tidak ada yang harus di salahkan jika Aliyaa sudah ingin bersama dengan lelaki yang lain itu tandanya dia yang sudah tidak ingin melanjutkan hidup bersama dengan dengan ku lagi."


Fabian pun memilih untuk mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada ibu nya, karena dia ingin meminta saran dari ibunya terlebih dahulu sebelum dia pulang ke rumah nya besok.

__ADS_1


*Bu, rumah tangga ku bersama dengan Aliyaa sedang di ujung tanduk Bu. Kita mencoba untuk berpisah terlebih dahulu untuk bisa menenangkan diri tapi hasilnya Aliyaa yang lebih memilih untuk memilih lelaki lain untuk bisa mengantikan aku di dalam hidup nya.*


Lania yang sedang bersama dengan suaminya dia memilih untuk pergi karena ingin fokus membaca pesan dari Fabian.


"Ayah, sebentar yaa ibu ke belakang dulu yaa ke dapur. Ibu lupa menyimpan puding di dalam kulkas."


Lania pun meninggalkan suaminya yang sedang menikmati makan malam nya.


"Astaga Fabian, kenapa sampai harus seperti ini yaa. Kenapa rumah tangga kamu harus sampai berakhir seperti apakah karena Aliyaa yang belum juga mendapatkan Keturunan."


Lania pun membalas pesan dari Fabian.


*Lebih baik besok kita ketemu di Restoran dekat Rumah Sakit ini saja, karena sekarang ibu yang sedang menemani Ayah mu yang sedang makan malam*


*Baiklah Bu*


Lania pun menghapus percakapan nya dengan Fabian di handphone dan dia yang membawa kan puding untuk suami nya.

__ADS_1


__ADS_2