
Siska yang tidak menyadari dia terus saja menarik tangan Rendy sampai di depan pintu mobil, Siska baru menyadari nya dan dia melepaskan tangan nya.
Setelah Siska melepaskan tangan nya, Rendy pun langsung melambaikan tangan nya kepada Irfan.
Dan membuka kan pintu mobil nya untuk Siska. Siska pun merasa sangat malu sekali dengan Rendy.
"Aku minta maaf yaa Rendy."
Siska menudukan kepala nya dan Rendy tersenyum manis melihat Siska.
"Tidak apa-apa kok Siska, aku malah senang dan menikmati nya."
Rendy langsung menjalankan mobil nya karena dia tidak mau Siska marah kepada nya
Siska pun tersenyum tipis melihat sikap Rendy kepada nya.
"Hal yang aku takutkan adalah Aliya yang kesulitan untuk bisa mempunyai keturunan, karena Aliya dia pernah bercerita jika dia ingin sekali mempunyai anak yang banyak ketika nanti dia menikah. Semoga saja apa yang aku takutkan tidak terjadi pada Aliya."
Rendy pun merasakan jika ada di posisi Aliya, terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan dan menjadi anak tunggal. Tiba-tiba harus meninggalkan rumah mewah dan hidup penuh dengan perjuangan di rumah sederhana nya.
__ADS_1
Aliya ingin mempunyai anak banyak agar dia yang tidak merasa kesepian dalam hidup nya, di temani dengan kelucuan anak-anak nya nanti.
"Siska, semoga saja Aliya baik-baik saja. Semoga tidak ada penyakit serius pada tubuh Aliya kita harus terus berpikiran Positif yaa."
Ketika sedang mengobrol tentang Aliya, Fabian menghubungi Siska.
"Kak Fabian telephone aku."
Rendy memilih memberhentikan mobilnya dan Siska yang langsung menjawab panggilan telephone dari Fabian.
*Hallo Kak Bian, ada apa yaa Kak*
*Aku baru pulang dari rumah Aliya, memang ada apa yaa Kaa. Tumben sekali telephone aku*
*Sebelum nya maaf yaa, kalau menggangu waktu kamu. Besok kan hari ulang tahun Aliya ingin sekali membuat kejutan dengan Aliya*
*Oh iya Kaa, Dokter Nadia pun sudah memberitahu aku dan kebetulan sekali besok aku dan Aliya libur kuliah kita berdua berniat untuk pergi menyegarkan pikiran kita*
*Wah bagus dong, kita jadi bisa menyiapkan semuanya dengan sempurna. Terimakasih yaa Siska maafkan mengganggu waktu nya*
__ADS_1
*Iya Kaa sama-sama*
Siska langsung mengakhiri panggilan telephone tersebut dan Rendy pun semakin merasa sangat sedih sekali kenapa harus di hari ulang tahun nya.
"Bagaimana yaa ini kok aku makin sedih sih, padahal kan ini masih malam belum besok tapi kenapa aku jadi pengen banget nangis sih."
Rendy memberikan tissue untuk Siska karena dia tahu Siska pasti akan menangis kembali.
"Kalau kamu mau nangis habiskan dari sekarang, supaya besok kamu jangan sampai nangis di depan Aliya."
Siska pun semakin kencang menangis nya.
"Ayolah Siska, kamu yang berpikiran yang berlebih-lebihan dulu. Berpikir positif jika Aliya itu mungkin sering sakit di bagian perut nya mungkin karena dia mempunyai penyakit lambung yang sudah kronis sudah yaa jangan seperti ini kasihan Aliya."
Rendy membelai rambut panjang Siska dan melanjutkan perjalanan nya kembali.
Siska mulai merasakan kenyamanan bersama dengan Rendy, tapi dia langsung mengingat begitu perfeksionis ibu nya Rendy yang menilai seseorang wanita dengan sangat detail sekali.
Rendy pun akhirnya mengetahui rumah Siska dan Siska pun turun dari mobil Rendy.
__ADS_1