Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #243#


__ADS_3

Melihat kebersamaan Aliyaa dan Siska, Irfan mengirimkan pesan kepada Dokter Nadia.


*Dokter Nadia yang cantik, aku ingin sekali malam ini kita berdua bertemu*


Irfan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan hati nya kepada Dokter Nadia, dia merasa ini adalah waktu nya untuk dia mengatakan semuanya kepada Dokter Nadia.


"Seperti aku harus bersatu dengan mereka berdua, karena aku juga butuh dukungan dari mereka berdua."


Irfan pun menghampiri mereka berdua dan duduk di tengah-tengah mereka.


"Astaga Om Irfan kenapa duduk di tengah seperti ini."


Aliya dan Siska sampai menggeserkan tubuh nya karena sangat sempit sekali.


"Begini yaa, nanti malam Om Irfan ini berencana untuk mengajak Dokter Nadia untuk dinner bersama."


Aliya pun melirikan mata nya kepada Siska.


"Apakah Om Irfan yang akan mengatakan perasaan cinta kepada Dokter Nadia,? ohhh sungguh romantis sekali."


Wajah Om Irfan terlihat sangat malu sekali.


"Yasudah lanjutkan saja, semoga saja Dokter Nadia juga mempunyai perasaan yang sama dengan Om Irfan."


Irfan merasa tidak percaya diri dia takut cinta nya yang di tolak.


"Jika cinta ku di tolak bagaimana yaa,? apakah aku langsung despresi."

__ADS_1


Aliya pun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar nya.


"Jika Om Irfan di tolak Dokter Nadia, kan masih ada Tante Miranda. Om Irfan bisa jadi Papa buat Aliyaa wah sungguh luar biasa sekali jika itu terjadi."


Irfan dan Aliya pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Siska.


"Kenapa kalian berdua langsung diam seperti itu yaa, apakah ada kesalahan di perkataan ku ini. Bukan kah Om Irfan memang suka dengan Tante Miranda kan dulu."


Siska pun tersenyum manis kepada Aliyaa dan mencoba untuk menggoda Aliyaa.


"Aliya kamu jadi punya Papa baru dong."


Aliya ikutan tersenyum tipis dia pun mulai membayangkan hal tersebut.


"Jika Om Irfan menjadi Papa ku, akan ada yang tersakiti yaitu Dokter Nadia. Karena aku merasa jika Dokter Nadia memang memiliki perasaan terhadap Om Irfan tapi dia masih merasa ragu karena masa lalu nya."


Irfan pun merasa sangat percaya diri setelah mendengar perkataan dari Aliyaa.


Irfan mengeluarkan handphone nya belum ada balasan pesan dari Miranda.


"Iyaa aku yakin Om Irfan, Dokter Nadia seperti itu tapi mungkin jika Om Irfan menyatakan perasaan pasti tidak akan langsung di jawab oleh Dokter Nadia. Dokter Nadia pasti melihat semua sisi kepribadian dari Om Irfan."


Irfan langsung mengusap rambut panjang Aliyaa.


"Terimakasih banyak yaa Aliyaaaa, semoga saja Dokter Nadia langsung membalas pesan ini."


Irfan melihat Aliyaa yang membawa makanan yang sangat banyak sekali.

__ADS_1


"Aliya, makanan, minuman dan buah-buahan ini untuk siapa? banyak sekali."


Siska pun langsung mengambil salah satu buah-buahan yang ada di kantong plastik.


"Untuk ibu hamil, Aliyaa memberikan untuk aku. Karena aku berencana jika nanti aku melahirkan bayi kembar ku. Aku akan mengijinkan Aliya untuk merawat salah satu dari bayi ku ini."


Irfan tidak percaya dengan perkataan Siska, dia yang sampai mempunyai pikiran seperti itu.


"Siska, kamu serius dengan perkataan mu itu ? kamu sampai akan melakukan itu semua demi Aliyaa? kamu teman yang sangat luar biasa sekali Siska."


Irfan begitu sangat terharu sekali ketika melihat Siska yang begitu sangat baik sekali.


"Aku yang hanya sendirian merawat anak-anak ku nanti, orang tua yang tidak peduli dan Rendy dia tidak mungkin berada bersama dengan ku. Dan aku ingin salah satu anak ku bisa merasakan kehidupan yang layak dan tercukupi kebutuhan nya."


Irfan merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Siska.


"Rendy pasti akan datang untuk bertanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan kepada mu, Siska kamu pasti akan bahagia karena kamu yang begitu sangat berjuang sendirian."


Irfan mencoba untuk menyemangati Siska.


"Kita tidak akan pernah membiarkan kamu untuk melakukan nya sendiri, jika kamu sudah melahirkan anak. Kamu bisa tinggal bersama dengan ku saja Siska karena suasana di rumah sangat sepi sekali."


Siska merasa sangat beruntung sekali mempunyai sahabat seperti Aliyaa dan orang-orang yang baik di sekeliling nya seperti Om Irfan dan Dokter Nadia.


Di saat kedua orang Siska yang sudah tidak peduli dengan nya dan seperti sudah membuang nya.


"Terimakasih banyak Aliyaa, dan Om Irfan juga yang mau memperkerjakan aku di sini walaupun dalam keadaan sedang hamil."

__ADS_1


Suasana pun tiba-tiba saja langsung berubah ketika Handphone Om Irfan yang bergetar.


Irfan pun langsung mengeluarkan handphone dari saku celana nya dan ternyata itu adalah balasan pesan dari Dokter Nadia.


__ADS_2