Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #298#


__ADS_3

Merasa sudah selesai Bianca pun bersiap untuk pergi dari kantor Rendy.


"Nanti malam aku akan menjemput mu, kita datang ke rumah Siska untuk menjelaskan semuanya."


Bianca pun menggangukan kepalanya dan dia tersenyum manis kepada Fabian.


"Aku pergi dulu yaa Fabian."


Bianca sedikit menggoda Fabian dan Fabian yang hanya bisa menundukkan kepalanya saja.


Rendy pun tersenyum dan merasa jika Fabian yang tidak mudah tergoda oleh Bianca.


Melihat Bianca yang sudah pergi dari ruangan nya, Fabian pun langsung bertanya kepada Rendy tenang ingatan nya.


"Rendy apakah ingatan mu sudah kembali?, kenapa kamu sampai bicara berbicara seperti itu kepada Bianca."


Rendy pun tersenyum kepada Fabian dan membuat Fabian semakin penasaran.


"Ingatan ku kembali di saat aku melihat anak pertama saat proses persalinan, di situ merasa sangat pusing sekali dan akhirnya semua kenangan mulai hadir kembali."


Mata Fabian berkaca-kaca ketika mendengar nya.

__ADS_1


"Aku sekarang menjadi seorang Ayah, aku sudah memiliki dua orang anak lelaki. Dan aku membiarkan Siska untuk mempertanggung jawabkan semua nya sendirian, aku tidak bisa ada bersama dengan Siska di saat dia sedang hamil."


Fabian pun langsung memeluk erat Rendy.


"Sudahlah, ini semua bukan kesalahan yang di lakukan secara sengaja. Tapi kamu yang selalu ada untuk Siska, semoga kebahagiaan segera hadir di keluarga kecil kalian berdua."


Rendy pun berharap jika Fabian yang juga bisa mendapatkan kebahagiaan yang sama.


"Terimakasih Fabian, semoga kamu juga bisa segera mendapatkan kebahagiaan yaa mungkin itu bersama dengan Aliyaa kembali atau bersama dengan wanita lain yang bisa membuat mu bahagia."


Fabian pun terdiam dia yang sebenarnya masih ingin bersama dengan Aliyaa.


Rendy dan Fabian pun memilih untuk makan siang di kantin kantor nya, mereka yang merasa sangat malas untuk pergi ke luar.


Ketika Rendy yang ingin memesan makanan tiba-tiba saja handphone nya berdering, ternyata panggilan telephone dari rumah.


*Hallo*


*Hallo Tuan Rendy, Ibu Kania badan nya sangat panas sekali Tuan. Tapi tidak mau di bawa ke Rumah Sakit, lebih baik Tuan Rendy pulang saja karena saya merasa sangat hawatir sekali*


*Baiklah Mbak, saya akan menuju ke sana yaa*

__ADS_1


Rendy mengakhiri panggilan telephone nya dan Fabian melihat wajah Rendy yang sangat panik sekali.


"Fabian, aku harus pulang Mama ku sakit seperti nya ini karena pembicaraan Bianca dan Mama tadi malam."


Rendy pun langsung berlari dia sangat menghawatirkan kondisi Mama nya.


"Bagaimana ini jika Tante Kania sampai despresi karena Rendy dan Bianca berniat untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka berdua. Tante Kania yang sangat egois sekali dia sama seperti Miranda."


Fabian pun mulai memesan makanan nya dan handphone pun langsung bergetar, ketika dia melihat nya ternyata pesan masuk dari Veronica.


*Hari ini Bu Miranda dia tidak masuk kerja, apakah kalian berdua sedang bersama*


Fabian tertawa ketika membaca pesan dari Veronica, Veronica yang begitu sangat percaya dengan apa yang di lihat pada malam itu.


*Aku tidak tahu mungkin saja dia sedang menangis malu, tapi percayalah aku tidak sedang dengan dirinya. Aku sekarang sedang bekerja keras di kantor*


Veronica pun langsung menghela nafas panjang nya.


"Astaga kenapa aku sampai selalu berpikiran negatif terhadap mereka berdua, sampai aku berpikir jika Bu Miranda yang akan memberikan anak untuk Fabian bukan Aliyaa."


Veronica pun memilih untuk pergi ke kantin untuk meminum Coffe agar pikiran lebih negatif.

__ADS_1


__ADS_2