
*Baiklah Pak Irfan saya mau*
Balasan singkat dari Dokter Nadia yang membuat Irfan begitu sangat bahagia sekali.
"Siska, bagaimana jika malam ini kamu menginap di rumah ku saja. Aku merasa sangat kesepian sekali dan Dokter Nadia pun dia pasti akan berlama-lama bersama dengan Om Irfan."
Siska merasa Aliyaa yang butuh teman curhat dan dia pun mau menginap di rumah Aliyaa
"Baiklah Aliyaa, aku mau mengirimkan pesan kepada Dokter Nadia."
Siska pun mengirimkan pesan kepada Dokter Nadia.
*Dokter Nadia, bolehkah aku menginap di rumah Aliyaa.*
Dokter Nadia yang sedang menunggu balasan pesan dari Irfan pun dia melihat ada pesan masuk dari Siska.
*Iya sayang, tapi vitamin dan obat dari Dokter harus di minum yaa dan jangan lupa minum susu hangat sebelum tidur*
"Seperti Aliya butuh teman curhat, aku akan membiarkan Siska untuk menemani Aliyaa."
Siska tersenyum membaca balasan pesan dari Dokter Nadia.
"Om Irfan, aku belum pernah mendapatkan balasan pesan cepat dari Dokter Nadia. Seperti nya dia sedang menunggu balasan pesan dari Om Irfan."
__ADS_1
Siska pun mengajak Aliyaa untuk segera pergi, dan Aliya dan Siska meninggalkan Restoran tersebut.
Irfan tersenyum sendiri dia binggung harus membalas apa.
*Nanti malam aku jemput yaa*
Dokter Nadia tersenyum malu membaca balasan pesan dari Irfan.
*Iya aku tunggu yaa jam 8 malam*
Irfan sampai menutup kedua mulutnya dengan tangan nya untuk menahan tertawa nya.
"Aku baiklah Dokter Nadia, kamu bilang jam 8 malam aku datang jam 7 malam, agar bisa melihat kepanikan mu."
"Semoga Dokter Nadia tidak seperti Miranda, yang lebih memilih brondong dari pada lelaki mapan."
Irfan meninggalkan Restoran nya, dia memilih untuk pergi ke rumah nya.
"Semoga saja, tidak perlu waktu yang lama untuk bisa bersama menuju ke jenjang pernikahan. Aku sudah ingin menjalani hubungan yang serius karena aku merasa umur ku yang sudah tua."
Di perjalanan menuju ke rumah nya, Irfan melihat bunga-bunga yang indah bermekaran.
"Indah sekali jika aku jadikan bucket bunga untuk aku berikan kepada Dokter Nadia, aku akan memilih bunga warna-warni. Agar lebih menarik dan segar di pandang."
__ADS_1
Irfan pun turun dari mobil nya dan dia tidak sengaja melihat Kania yang juga sedang memilih bunga.
"Kenapa bisa bertemu dengan ibu mertua Siska, tapi yasudahlah lebih bagus juga dia menanyakan tentang Siska."
Irfan memilih untuk mendekati Kania dan Kania pun melihat Irfan.
Kania tersenyum manis ketika Irfan yang berada di samping nya, dia seperti berpikiran jika Irfan yang memang ingin mendekati nya.
"Seperti nya aku pernah melihat kamu,? tapi di mana yaa? aku lupa."
Kania pura-pura tidak mengenal Irfan dan Irfan pun langsung menjulurkan tangan kepada Kania.
"Perkenalan nama saya Irfan Irawan, saya adalah bos nya Siska di Restoran saya."
Seketika Kania pun merasa sangat malas sekali untuk melanjutkan obrolan dengan Irfan.
Kania pun mengabaikan jabatan tangan Irfan dia memilih langsung pergi.
Irfan sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak punya sikap baik sama sekali yaa, dia sangat menyebalkan sekali."
Irfan pun memilih untuk kembali memilih bunga-bunga yang akan dia beli.
__ADS_1