Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #207#


__ADS_3

Aliya yang selesai mengerjakan tugas-tugas nya dia begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar gerbang rumah nya yang terbuka.


Dia langsung membuka gorden jendela kamar nya dan melihat ternyata Fabian yang kembali datang ke rumah.


Aliya pun memilih untuk diam di dalam kamar, dan ternyata Fabian tidak masuk ke kamar utama dia lebih memilih untuk tidur di kamar ke dua.


"Dia masih marah dengan ku, itu tandanya dia lebih memilih wanita itu dia membela dan mempertahankan nya."


Aliya merasa pikiran sangat kacau sekali dan dia merasa program kehamilan nya akan gagal jika kondisi seperti ini terus.


"Lebih baik besok aku bertemu dengan Dokter El-Rivan, karena aku tidak mungkin bisa melakukan program kehamilan jika pikiran ku yang seperti ini."


Aliya pun memilih untuk mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Dokter El-Rivan.


*Dokter, aku kita membicarakan sesuatu. Bisakah Dokter bertemu dengan ku di suatu tempat*


Aliya langsung menghapus pesan tersebut karena tidak mau ketahuan oleh suaminya.


"Semoga saja Dokter Rivan langsung membalas pesan ku ini agar aku bisa langsung menghapus nya."


Aliya menyenderkan tubuhnya ke bantal hingga akhirnya dia pun tertidur dengan tangan memegang handphone.


Fabian merasa kedinasan dia ingin mengambil selimut yang lebih tebal di kamar Aliyaa.


Fabian merasa jika Aliyaa yang sudah tertidur pulas, dia pun pelan-pelan masuk ke dalam.


Fabian melihat Aliyaa yang sedang mengerjakan tugas-tugas kuliah nya.

__ADS_1


"Di saat bertengkar seperti ini dia masih bisa mengerjakan tugas sebanyak ini."


Ketika Fabian mau mengambil selimut tersebut dia mendengar getaran handphone Aliyaa.


Fabian pun langsung melihat karena handphone yang di pegang oleh Aliyaa.


*Baiklah kita bertemu di Restoran dekat rumah sakit saja*


Fabian membaca dan dia memilih untuk menyimpan kembali selimut tersebut.


"Ketemuan dengan siapa Aliyaa, di dekat rumah sakit mana Restoran itu."


Fabian pun memilih untuk keluar dari kamar Aliyaa dia tidak mau Aliyaa mengetahui nya.


"Aku tidak bisa melihat nomor handphone nya yang tidak di beri nama, Aliya apakah mungkin kamu selingkuh di belakang ku. Perkataan mu yang curiga terhadap aku dan Veronica hanya untuk menutupi semua penghianat cinta."


"Aku harus mengikuti Aliyaa, sampai akhirnya aku mengetahui dengan siapa Aliyaa pergi."


Fabian sampai berencana untuk tidak masuk kerja karena hanya ingin mengetahui siapa yang ingin bertemu dengan Aliyaa.


Fabian pun mematikan lampu kamar nya, dia ingin bisa langsung beristirahat.


~ Keesokan harinya~


Aliya terbangun dari tidurnya dia pun sampai tidak sadar handphone di tangan nya.


"Astaga ternyata Dokter El-Rivan membalas pesan ku ini, Restoran dekat rumah sakit baiklah pulang kuliah aku pergi ke sana."

__ADS_1


Aliya pun keluar dari kamar nya dan dia melihat suaminya yang sedang duduk santai dengan segelas Coffe hangat di tangan nya.


Aliya memilih untuk langsung pergi ke kamar mandi dan Fabian melihat Aliyaa yang sampai membawa handphone ke kamar mandi.


"Semakin membuat kecurigaan handphone saja sampai harus di bawa ke kamar mandi."


Fabian semakin mencurigai Aliyaa dia pun memilih untuk pergi agar Aliyaa menyangka jika suaminya yang sudah pergi ke kantor.


Selesai mandi Aliyaa tidak melihat suaminya dan dia pun memilih untuk langsung bersiap-siap untuk pergi ke kampus m


Ketika berjalan menuju ke kampus Aliyaa melihat Rendy yang duduk menunggu padahal perban masih menempel di kening nya.


"Rendy pasti dia ingin membicarakan tentang Siska, ini saatnya untuk aku membuat ingatan Rendy kembali pulih agar mereka berdua bisa segera menikah."


Rendy pun tersenyum ketika melihat Aliyaa yang langsung menghampiri nya.


"Nanti siang kita jadi kan bertemu dengan Siska?."


Aliya pun teringat jika dirinya yang sudah mempunyai janji dengan Dokter El-Rivan.


"Tapi aku harus bertemu dengan Dokter El-Rivan dulu, tidak apa-apa kamu menuggu ku."


Mendengar Dokter El-Rivan, Rendy merasa sangat pusing sekali dia yang seperti tidak asing dengan nama Dokter tersebut.


Melihat Rendy yang sampai memegang kepala nya, ini adalah kesempatan Aliyaa untuk membuat Rendy mengingat kembali kejadian yang terjadi.


"Dokter El-Rivan itu adalah Dokter yang kamu tunjuk untuk menangani penyakit kista ovarium ku, bahkan kamu yang membayar administrasi semuanya."

__ADS_1


Semakin Rendy memegang kepalanya semakin Aliyaa senang dan berharap ingatan Rendy kembali.


__ADS_2