
Fabian melihat Aliya yang sedang memandangi indah pantai di jendela kamar nya. Tapi Fabian merasa Aliya yang sedang memikirkan sesuatu hal.
Fabian pun menghampiri Aliya dengan membawa kan minuman untuk nya.
"Minumlah jus strawberry dingin ini, supaya kamu lebih segar."
Aliya pun langsung meminum nya dan memegang gelas tersebut.
"Terimakasih banyak ya suami ku, kamu sangat baik sekali."
Fabian mengambil gelas yang di pegang oleh Aliya dan menyimpan nya, Fabian pun duduk di samping Aliya sambil merangkul nya.
"Aliya, kamu sedang memikirkan sesuatu?. Apa yang sedang kamu pikirkan Aliya,? apakah kamu merasa sangat menyesal menikah dengan ku."
Aliya menggelengkan kepalanya sambil meneteskan air mata nya.
"Aku memikirkan Mama kuu, apakah sekarang sikap Mama akan berubah menjadi seperti dulu. Aku sangat merindukan sekali Mama yang dulu yang begitu sangat sayang sekali kepada ku."
Aliya menggenggam erat tangan Fabian sambil menahan air mata nya turun membasahi pipinya.
__ADS_1
"Aliya, aku tahu kamu pasti sangat merindukan sekali kasih sayang dari Mama kamu. Tapi mungkin nanti kamu juga akan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua ku dan Ibu ku pasti sangat sayang kepada kamu Aliya."
Fabian mencoba untuk membuat Aliya kembali tersenyum.
"Iya itu sangat benar sekali, sekarang aku yang mempunyai ibu dan ayah mertua dan aku juga mempunyai Tante Nadia dia yang begitu sangat sayang sekali kepada ku."
Aliya pun mulai bisa tersenyum manis kembali.
"Kak, apakah kamu akan kembali berkerja di perusahaan Mama. Menjadi asisten pribadi Mama, aku berharap besar Kak Fabian mau melanjutkan kerja di sana. Karena mungkin sekarang semua nya akan di berikan untuk Kak Bian, aku tidak bisa menjadi pemimpin perusahaan Mama."
Fabian sebenarnya sudah tidak ingin bertemu dengan Miranda, tapi dia juga yang harus bertanggung jawab atas semua kebutuhan Aliya. Dan Aliya pun yang masih kuliah kedokteran nya yang butuh biaya yang cukup besar.
"Baiklah Aliya, jika kamu memberikan kepercayaan yang lebih kepada suami mu ini dan kamu juga yang menginginkan untuk aku kembali. Aku akan kembali ke perusahaan itu."
Aliya pun terlihat sangat bahagia sekali.
"Aku sangat percaya sekali terhadap suami ku, dan aku juga percaya jika suami ku tidak akan pernah meninggalkan ku demi wanita lain apalagi kembali mencintai ibu ku sendiri."
Fabian memeluk erat tubuh Aliya dengan penuh perasaan dan kasih sayang.
__ADS_1
"Aku sangat sayang sekali kepada mu sayaaaaang, dan aku berjanji aku mencoba untuk membuat kamu bahagia."
Aliya pun melepaskan pelukan erat dari suami nya.
"Besok kita pulang ke Jakarta, dan lebih baik sekarang kita menyiapkan barang-barang kita bawa besok."
Fabian pun terlihat sangat sedih sekali karena dia yang mulai untuk berkerja dan juga Aliya yang mulia untuk sibuk dengan kuliah kedokteran nya.
Aliya melihat Fabian yang melamun sambil memegang kepalanya.
"Kak Fabian kenapa yaa,? apakah dia sedang pusing yaa. Memikirkan apa yaa."
Aliya menghampiri Fabian dan menepuk pundak nya dan membuat Fabian kaget.
"Astagaaaa, sayang. Kamu jail banget sih."
Fabian pun memandangi wajah Aliya.
"Kenapa melamun seperti itu,? ayo cepat bantu aku yaa."
__ADS_1
Aliya menarik tangan Fabian agar mau membantu nya untuk membereskan barang-barang nya ke dalam koper.