
Aliya lebih memilih untuk pulang menggunakan taksi, dia pun menangis sepanjang perjalanan dengan apa yang sudah dia lakukan dengan Fabian.
Aliya merasa jika mereka berdua yang masih mempunyai perasaan cinta, tapi sekarang takdir yang sudah berkata lain.
"Biarlah dia mendapatkan yang seperti dia inginkan, biarkan aku menjadi kenangan perjuangan cinta nya. Aku yakin kita berdua pasti akan bahagia dengan kehidupan setelah ini."
Aliya mendapatkan pesan dari Siska dia pun langsung membaca pesan tersebut.
*Aliya bulan depan aku akan menikah dengan Rendy, acara sederhana saja. Aku sangat menginginkan kehadiran mu*
Aliya tersebut ketika dia bisa melihat kebahagiaan yang di rasakan oleh Siska.
"Akhirnya Siska bisa bahagia, semoga selalu bahagia yaa Siska. Maafkan aku yang mungkin tidak bisa hadir karena aku sudah tidak ingin melihat Kak Fabian lagi."
Aliya pun akhirnya sampai di depan rumah nya, dia kelihatan sangat gugup sekali ketika dia harus berhadapan dengan Mama nya.
Miranda dengan sangat cemas dia yang menunggu kedatangan Aliyaa pulang.
__ADS_1
"Aliya akhirnya kamu pulang juga Aliyaa, Mama sangat menghawatirkan sekali kondisi mu."
Aliya pun memberikan berkas-berkas tersebut kepada Mama nya dan dia langsung berjalan menuju ke kamar nya.
Miranda mengambil berkas tersebut dan dia melihat Fabian yang sudah menandatangani surat perceraian tersebut.
"Wajah Aliyaa kelihatan sangat sedih sekali, tapi akhirnya Fabian yang menandatangani nya juga."
Miranda pun menyiapkan tahap selanjutnya.
"Aku ingin sekali cepat selesai agar Aliyaa segera berpisah dengan Fabian, aku tidak akan membiarkan Aliyaa untuk menjalani hubungan dengan lelaki lain. Aliya harus fokus dengan cita-cita nya."
Miranda seketika dia langsung terdiam ketika mendengar suara tangisan Aliyaa.
"Lebih baik aku membiarkan Aliyaa menangis, dia mungkin sedang meluapkan emosi nya."
Miranda memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, Aliyaa mengambil handphone dia membuka blokiran nya dengan Fabian.
__ADS_1
Aliya melihat Fabian yang masih menyimpan foto-foto kebersamaan mereka berdua di media sosial nya, sedangkan Aliyaa yang sudah menghapus semua kenangan bersama Fabian.
"Aku harus bisa menerima kenyataan ini, apa yang sudah aku lakukan sekarang itu untuk masa depan ku."
Aliya pun memilih untuk mandi membersihkan tubuh nya yang sudah tidur bersama dengan suaminya.
Aliya membiarkan air mengalir membasahi tubuh nya, dia menggosok dengan sangat lembut sekali dengan membayangkan kebersamaan dengan suaminya.
Selesai mandi Aliyaa melihat ada pesan masuk dari suaminya.
*Tadi itu sangat indah sekali dan tidak bisa aku lupakan selama nya, aku yang masih mencintai mu tapi ini jalan yang sudah kamu pilih semoga kamu bahagia dengan lelaki pilihan Mama mu*
Mata Aliyaa berkaca-kaca ketika membaca pesan tersebut dia pun memilih untuk menghapus pesan dari suaminya dan juga menghapus nomor handphone di kontak handphone.
"Aku memang tidak bisa seperti ini terus, aku harus mencoba untuk tetap kuat dan semangat dalam menghadapi lembaran terbaru ku ini."
Aliya bersiap-siap untuk tidur dia menarik tangan tebal nya dan mematikan lampu kamar nya.
__ADS_1
Aliya pun berharap akan mendapatkan mimpi yang indah di tidurnya malam ini, Miranda masuk ke dalam kamar Aliyaa.
Miranda yang ingin memastikan jika Aliyaa baik-baik saja setelah dia mendengar suara tangisan Aliyaa yang kencang.