
~ Keesokan harinya ~
Aliya terbangun dari tidurnya dia beranjak dari tempat tidurnya, dia membuka pintu kamar dan berjalan menuju ke kamar ke dua.
Aliya membuka pintu kamar tersebut dia berharap suaminya yang pulang ke rumah nya tapi ternyata tidak ada.
"Apakah dia benar-benar pergi meninggalkan ku,? apakah aku yang harus tidak berharap kepada nya."
Aliya menutup kembali pintu kamar tersebut dan dia duduk melamun di sofa sambil melihat pandangan ke arah gerbang rumah nya.
"Apakah kisah cinta ku berakhir seperti ini, aku merasa menyesal memilih untuk menikah muda jika berakhir seperti ini."
Aliya memegang kepalanya dengan kedua tangan nya, dan tiba-tiba saja handphone Aliyaa bergetar.
Aliya melihat ada pesan masuk dari Siska.
*Aliya, bisakah kamu menemani ku untuk pergi USG ke Rumah Sakit Permata*
Aliya pun merasa binggung apa yang harus dia lakukan, dia yang berniat untuk pergi ke kantor tapi di sisi lain Siska yang menginginkan nya.
__ADS_1
*Baiklah Siska aku akan menemani mu, kamu suruh saja Rendy untuk menjemput ku di sini.*
*Baiklah Aliyaa terimakasih banyak yaa*
Siska yang sudah bersiap-siap dia menunggu kedatangan Rendy dan Dokter Nadia pun menghampiri Siska.
"Jika sampai jam 9 dia tidak datang, kamu bisa pergi dengan supir pribadi saja yaa. Tidak harus menunggu dia nanti ujung nya kamu yang tidak jadi untuk periksa."
Siska menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Dokter Nadia yang mau pergi untuk bertugas.
"Hati-hati yaa Siska, semoga bayi yang ada di kandungan kamu sehat yaa."
"Iyaa Dokter Nadia, terimakasih atas perhatiannya."
Siska pun duduk menunggu kedatangan Rendy dia terus saja memegang perutnya dan membayangkan jika bayi nya yang nanti lahir.
"Kamu adalah cucu pertama seharusnya kamu yang di tunggu-tunggu, tapi tidak apa-apa yaa sayang. Ibu yang akan selalu menyayangi mu."
Siska pun mencoba untuk menghibur dirinya sendiri karena dia tidak mau sedih karena itu akan berpengaruh terhadap perkembangan janin nya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Rendy pun datang dan Siska langsung menghampiri nya, Rendy turun dari mobil nya.
"Maafkan aku yaa Siska menunggu lama."
Siska hanya tersenyum dia memilih untuk membuka pintu belakang, dan duduk di sana.
Rendy pun segera masuk ke dalam mobil nya, menuju ke rumah sakit.
"Hmmm Rendy, kita jemput Aliyaa dulu yaa. Karena jika kita berdua yang datang nanti takut nya ada kecurigaan antara kita berdua."
Rendy pun menganggukkan kepalanya dan di pun memutar arah menuju ke rumah Aliyaa.
Rendy mengingat jika Aliyaa dan Fabian yang sedang ada permasalahan dia pun hanya ingin melihat Aliyaa apakah mereka berdua sudah berdamai.
Mobil Rendy pun berhenti di depan gerbang rumah Aliyaa dia tidak melihat mobil milik Fabian dan Rendy pun langsung berpikir jika Fabian yang sedang pergi ke kantor.
Aliya membuka pintu belakang dia pun langsung masuk dan duduk di samping Siska.
"Aliya aku sangat deg-degan sekali, ini adalah pertama kalinya aku di USG. Semoga saja bayi yang ada di kandungan ku baik-baik saja."
__ADS_1
Wajah Siska terlihat sangat hawatir sekali, karena dia yang merasa hamil sambil bekerja dia sangat menghawatirkan kondisi kandungan nya.