Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *196*


__ADS_3

Ketika Aliyaa keluar dari kamar mandi dia berjalan menuju ke ruangan makan tapi dia tidak melihat kehadiran suaminya.


Makanan Fabian pun tidak di habiskan masih tersisa banyak.


Aliya berjalan menuju ke kamar nya tapi dia tidak melihat Fabian di kamar depan, Aliyaa membuka pintu kamar yang ke dua ternyata Suami nya yang lebih memilih untuk tidur di kamar ke dua.


"Seperti dia sangat capek sekali lebih baik aku tidak menggangu nya."


Aliya lebih memilih untuk menutup rapat pintu kamar nya dan dia memilih untuk tidur sendiri di kamar depan.


Fabian yang berpura-pura tidak dia merasa jika Aliyaa yang kurang peka terhadap dirinya, Fabian pun berniat untuk melihat isi handphone milik Aliyaa.


"Apa yang sebenarnya sedang dia sembunyikan dengan ku ini. Ini sangat membantu ku marah siapa yang mengirimkan pesan kepada Aliyaa."


Fabian dia memilih untuk masuk ke kamar depan dan Aliya pun merasa sangat terkejut sekali ketika melihat suaminya yang datang menghampiri nya.


"Aku pikir sudah tidur pulas, jadi aku tidak membangunkan. Aku sangat lapar sekali tapi kamu yang lebih memilih untuk tidur."


Fabian pun menarik tangan Aliyaa ke ruangan makan untuk melanjutkan makan malam mereka berdua.

__ADS_1


Fabian mengambil makanan untuk Aliyaa begitu sangat banyak sekali.


"Kamu harus makan yang banyak yaa, karena besok hari pertama kamu kuliah tanpa Siska."


Aliya pun mulai tersadar dengan hal tersebut dia kuliah sendiri tanpa adanya Siska di hari-hari nya.


"Aku ingin sekali bisa bertemu dengan Siska, dan mengajak nya untuk kembali kuliah. Mama akan membiayai kuliah Siska jika dia mau melanjutkan kuliah nya."


Fabian pun menghentikan makannya sejenak ketika mendengar perkataan Aliyaa yang ingin Siska bisa kembali sekolah.


"Siska hamil tanpa suami, Rendy yang seharusnya bertanggung jawab dia mengalami hilang ingatan nya sehingga Siska harus berjuang keras sendiri. Bagaimana jika Siska kuliah menjawab pertanyaan dari orang-orang yang ada di sekitar nya tentang kehamilan yang pasti akan membesar."


"Kenapa yaa bisa seperti ini aku yang menginginkan keturunan tapi Siska lebih di mudahkan mendapatkan keturunan."


Fabian memegang tangan Aliyaa dengan sangat erat sekali.


"Sabar dan yakin nanti suatu saat nanti pun kamu akan merasakan apa yang Siska rasakan."


Aliya pun sampai memegang kepala nya.

__ADS_1


"Aku yang sekarang tidak bisa berkomunikasi dengan Siska, dia yang seperti ingin sendirian."


Fabian pun langsung memberitahukan Aliyaa tentang informasi yang dia dapatkan dari Veronica.


"Bukan kan Siska sekarang tinggal bersama dengan Dokter Nadia dan berkerja di Restoran Irfan.".


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar informasi tersebut dari suaminya.


"Kamu tahu dari mana tentang Siska,? apakah kamu sebelum nya sudah bertemu dengan Siska?."


Fabian tidak mungkin mengatakan jika dia yang mendapatkan informasi dari Veronica bisa habis dia di tendang tidur di luar.


"Coba saja besok kamu datang ke Restoran Om Irfan, coba kamu yang memastikan Siska benar atau tidak dia berkerja di sana."


Fabian pun menghabiskan makanan yang ada di hadapannya dia pun langsung memilih untuk pergi ke kamar duluan.


"Aku pergi tidur dulu yaa sudah kenyang dan sangat mengantuk sekali."


Fabian pergi untuk menghindari pernyataan dari Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2