
Semenjak pernikahan Aliya dan juga Fabian membuat Miranda yang seperti membiarkan Aliya bersama dengan Dokter Nadia, dia semakin sangat tidak peduli dengan Aliya.
"Sekarang mereka berdua pasti sedang menikmati indahnya honeymoon, dan aku pun merasa semakin aku mencoba untuk melupakan Fabian. Semakin sangat sulit sekali aku berpaling dari nya."
Miranda yang sedang berada di dalam kantor nya pun dia memandangi ruangan kerja milik Fabian.
"Apakah Fabian akan kembali ke perusahaan ini yaa, aku sangat mengharapkan kehadiran nya di sini. Setidaknya walaupun sekarang aku yang tidak bisa memiliki Fabian tapi aku masih bisa memandangi wajah tampan nya."
Miranda pun berjalan menuju ke ruangan Fabian dia menyuruh kepada office boy untuk membersihkan ruangan Fabian.
"Bersihkan ruangan ini sampai rapih bersih dan rapi yaa, dan jangan sampai lupa juga dengan memakai pewangi ruangan yang segar yaa."
Setelah memerintah kan untuk membersihkan ruangan Fabian, Miranda pun memilih untuk keluar dari kantor nya. Karena sebentar lagi yang sudah menunjukkan makan siang.
Miranda memilih untuk pergi ke Restoran yang tidak jauh dari kantor nya.
"Seperti nya aku ingin sekali sesuatu yang segar dan pedas untuk siang ini, aku merasa sangat pusing sekali dengan pekerjaan hari ini."
__ADS_1
Miranda pun memberhentikan mobilnya di depan Restoran yang sangat mewah sekali, dan dia juga pun turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke Restoran tersebut.
Miranda memilih meja yang dekat dengan kaca sehingga dia bisa memandangi ke arah luar.
Miranda mulai memesan makanan dan minuman yang dia inginkan, sambil menunggu pesanan datang. Miranda memainkan handphone nya.
Ternyata Miranda yang masih menyimpan foto-foto kebersamaan ketika dia bersama dengan Fabian.
"Jika ada Fabian, aku tidak terlalu capek seperti ini. Dia pasti yang akan mengurusi semua pekerjaan ku ini."
Akhirnya makanan dan minuman pun datang, Miranda pun menyimpan handphone nya dan fokus dengan makanan yang ada di hadapan nya.
Miranda yang terlalu fokus pada makanan nya sehingga dia tidak menyadari kehadiran Dokter Nadia di belakang nya.
"Itu seperti Miranda, dia juga sedang berada di sini ternyata yaa."
Dokter Nadia pun menghampiri Miranda dan langsung duduk di samping Miranda.
__ADS_1
Miranda seketika langsung terkejut ketika melihat Dokter Nadia yang sudah ada di samping.
Dokter Nadia memperhatikan handphone Miranda yang kebetulan sebelum nya sedang melihat foto Fabian.
Karena takut Dokter Nadia melihat nya, Miranda pun langsung memasukkan handphone nya ke dalam tas nya.
"Miranda, apakah kehadiran ku ini menggangu kamu yang sedang menikmati makanan mu ini ?."
Miranda menggelengkan kepalanya dan seperti terlihat sedikit panik.
"Tidak kamu tidak menggangu kok, aku saja yang sekarang sedang terlalu capek dengan pekerjaan di kantor."
Dokter Nadia terus memperhatikan Miranda dan dia pun mencoba untuk menayakan tentang Fabian dan juga Aliya.
"Bagaimana dengan Aliya,? apakah kamu sudah bisa menerima kehadiran putri itu di dalam kehidupan mu yang sekarang?. Karena Aliya yang sudah menikah dengan Fabian yang mungkin adalah mantan lelaki simpanan mu di masa lalu tapi takdir lebih berkata jika Fabian yang lebih cocok sebagai menantu mu buka kekasih mu."
Miranda mereka sangat keberatan sekali dengan pertanyaan dari Dokter Nadia, karena memang dia yang sedang mencoba untuk melupakan Fabian di kehidupan nya sekarang.
__ADS_1