Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *127*


__ADS_3

Fabian akhirnya sampai di depan gedung Apartemen milik Veronica.


"Terimakasih banyak Fabian atas semua nya."


Veronica pun membuka pintu mobil nya dia di bantu alat yang di berikan oleh Dokter untuk berjalan.


Fabian merasa sangat tidak tega melihat Veronica yang kesulitan untuk berjalan.


"Bagaimana jika dia sampai terjatuh dan tidak ada orang yang melihat nya karena ini sudah sangat malam sekali."


Fabian terus saja memandangi Veronica dia pun mencoba untuk mengatur rasa perhatian yang berlebih-lebihan kepada Veronica.


"Astaga Fabian ingat kamu punya Aliyaa, jangan seperti ini sangat membahayakan hubungan rumah tangga mu."


Dengan terpaksa Fabian pun langsung pergi dari depan gedung Apartemen tersebut.


Veronica begitu sangat hati-hati sekali sampai akhirnya dia pun sampai di depan pintu Apartemen nya.


Veronica pun langsung duduk dan mencoba untuk mengantikan jas yang di berikan oleh Fabian.


__ADS_1


Dia pun duduk sambil memikirkan hutang yang di tinggalkan oleh Ayah nya sebelum dia pergi meninggalkan nya.


"Bagaimana mungkin aku harus bisa membayarnya ini sangat banyak sekali, aku mendapatkan Apartemen ini dari Rendy tapi bagaimana jika tiba-tiba saja Tante Kania mengetahui nya. Maka aku harus pergi dari Apartemen ini dan tidak tahu harus tinggal di mana lagi."


Veronica merasakan sakit kembali di kaki nya.


"Seperti nya besok aku harus tetap berkerja, karena aku tidak mau kehilangan pekerjaan ku ini karena yang sakit itu kaki ku bukan tangan ku apalagi otak ku."


Veronica pun menutup buku-buku tentang pembayaran yang harus dia lunasi.


Dia memandangi jas yang di berikan oleh Fabian kepada nya.


"Lebih baik aku tidak mengembalikan jas ini, akan aku simpan saja."


Veronica mencium aroma Parfume yang tidak pernah berbeda dari awal mereka berdua bertemu.


"Aroma Parfume yang seperti dulu, Fabian tidak pernah mengganti nya."


Veronica pun langsung menyimpan jas tersebut dan dia mencoba untuk berjalan menuju ke tempat tidur nya.


Dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23:30 wib.

__ADS_1


"Aku hanya memiliki waktu beberapa jam saja untuk bisa beristirahat, tapi tidak apa-apa itu akan aku manfaat kan."


Veronica pun mematikan lampu kamar nya dia mencoba untuk memejamkan mata nya.


Tapi pikiran nya terus saja kepada Fabian.


"Astaga Veronica, jangan memikirkan suami orang. Jangan sampai menjadi perebut suami orang dia hanya pernah ada di masa lalu mu bukan masa depan mu. Yakinlah jika nanti kamu mendapatkan jodoh lelaki yang lebih tampan dan juga lebih kaya raya."


Veronica mengambil bantal untuk menutupi wajahnya agar bisa tidur.


Di sisi lain Rendy dan Siska mengakhiri perbuatan nya, nafas Siska terdengar tidak beraturan.


Dia juga melihat jam di handphone dan juga banyak nya panggilan telephone masuk dari orang tua nya.


"Astaga bagaimana ini, aku bisa di marahi oleh kedua orang tua ku."


Siska terlihat sangat ketakutan sekali dan Rendy pun mencoba untuk menenangkan perasaan Siska.


"Bagaimana jika kamu bilang kamu menginap di rumah Aliyaa, aku akan mengantar kamu untuk menginap di Apartemen Kakak ku."


Siska yang merasa sangat panik sekali dia seperti kehabisan ide untuk berpikir lagi.

__ADS_1


Tapi seketika saja Siska langsung terdiam ketika dia harus menginap di Apartemen Veronica.


__ADS_2