Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #266#


__ADS_3

Miranda pun merasa sangat malu sekali dengan sikap Aliyaa.


"Ayo kita punya sekarang juga Aliyaa, kamu benar-benar membuat Mama sangat malu sekali."


Veronica memperhatikan Fabian yang bicara cukup lama dengan Aliyaa.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua lagi yaa, kenapa Fabian seperti sangat emosional sekali ketika bicara di hadapan Aliyaa."


Veronica yang sedang bersama dengan Siska pun mereka bertanya-tanya.


"Apakah Aliyaa melakukan hal yang membuat Kak Fabian merasa kesal dengan nya, Kenapa Aliyaa selalu saja membuat kesalahan."


Siska merasa tidak tahu harus bagaimana lagi bicara dengan Aliyaa, dia sudah kehabisan kata-kata.


"Yasudah Kak Vero lebih baik sekarang kita langsung saja ke Dokter Nadia dan Om Irfan."


Veronica pun memilih untuk mengikuti apa yang di katakan oleh Siska.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya di inginkan oleh Aliyaa, dia yang selalu saja berpikiran jika aku ini adalah kekasih gelap nya Fabian. Aku tidak pernah seperti itu, aku sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Fabian."

__ADS_1


Siska memegang tangan Veronica dia pun tersenyum kepada nya.


"Maafkan Aliyaa yaa Kaa, dia yang sebenarnya masih mencintai Kak Fabian. Tadi sekarang seperti dia di larang kembali untuk berhubungan dengan Kak Fabian karena masa lalu mereka berdua."


Veronica pun merasa jika masa lalu Fabian dan Miranda yang sangat tidak bisa untuk di lupakan.


Veronica pun menghentikan langkah kaki nya.


"Kenapa Aliyaa sampai mau menikah dengan lelaki yang sudah tidur bersama dengan Mama nya,? apakah itu terdengar sangat menjanjikan sekali. Apakah tidak ada lagi lelaki yang lain selain Fabian, Astaga apakah ini adalah cinta yang membutakan segalanya."


Siska pun merasakan hal yang sama, tapi semuanya sudah terlanjur cinta. Tapi sekarang Aliyaa yang seperti nya akan berpisah dengan Fabian.


"Selamat yaa Om Irfan dan Dokter Nadia, semoga bahagia selalu yaa dan cepat hamil yaa menyusul aku ini."


Dokter Nadia pun langsung memegang perut besar Siska.


"Iya semoga saja yaa Siska bisa secepatnya."


Veronica pun bersalaman dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua, Dokter Nadia melihat Veronica seperti wanita yang baik-baik.

__ADS_1


"Selamat yaa semoga menjadi cinta pertama dan terakhir."


Setelah mengucapkan selamat Siska dan Veronica pun memilih untuk diam dan Veronica yang ingat jika Rendy dan Fabian yang sudah pulang duluan.


"Siska, seperti nya aku menunggu Rendy dan Fabian untuk pulang. Tapi sepertinya sangat lama sekali karena mereka yang seperti sedang membicarakan sesuatu."


Siska pun mengajak Veronica untuk menunggu di rumah nya saja.


"Kak Vero bagaimana jika kita tunggu di rumah aku saja yaa, lokasi nya tidak jauh kok nanti Kak Vero tinggal share lokasi saja."


Veronica pun merasa lebih nyaman menunggu di rumah saja karena dia merasa tidak nyaman jika berada di sini.


"Baiklah, ayo Siska kita menunggu di rumah kamu saja."


Siska pun mengajak Ibu nya untuk ikut pulang bersama dengan nya, Veronica merasa senang karena dia merasa ibu nya Siska yang baik sekali.


"Andaikan Rendy tidak harus amnesia, dia pasti akan sangat bahagia sekali ketika berada di keluarga Siska yang sederhana tapi bahagia."


Mereka pun menunggu taksi untuk menuju ke rumah Siska.

__ADS_1


__ADS_2