Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #247#


__ADS_3

Ketika Rendy yang sedang di buat pusing dengan seperti apa Kisah cinta nya di masa lalu.


Irfan sedang menunggu kedatangan Dokter Nadia, dia begitu sangat gugup sekali melakukan makan malam bersama dengan Dokter Nadia.


"Ayolah Irfan harus optimis jangan menyerah."


Akhirnya Dokter Nadia pun datang dengan sangat cantik sekali dan Irfan terpesona dengan kecantikan Dokter Nadia.


"Cantik sekali Dokter Nadia, silahkan duduk."


Dokter Nadia pun duduk dan mereka berdua saling bertatapan.


Makanan dan minuman pun datang, Dokter Nadia merasa sangat menyukai dekorasi yang sangat elegan sekali.


Irfan memberikan bucket bunga berwarna-warni kepada Dokter Nadia.


"Bunga warna-warni untuk wanita secantik Dokter Nadia."


Dokter Nadia pun mengambil pemberian bunga tersebut.


"Terimakasih banyak Pak Irfan, bunga yang sangat cantik sekali."


Irfan merasa sangat binggung sekali harus memulai pembicaraan apa tidak mungkin dia membicarakan tentang Aliyaa dan Fabian.

__ADS_1


Karena malam ini adalah malam spesial mereka berdua.


"Hmmmm, Dokter Nadia.Saya ingin mengungkapkan perasaan hati saya semenjak melihat Dokter Nadia."


Dokter Nadia pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan Irfan kepada nya.


"Perasaan seperti apa yang di rasakan oleh Pak Irfan ketika pertama kali bertemu dengan saya?."


Irfan semua di buat gugup dia sampai merasa keringetan di seluruh tubuh nya.


"Hmmmmm, saya merasa jika Dokter Nadia itu adalah wanita terbaik untuk masa depan saya."


Dokter Nadia merasa malu dia sampai menundukkan kepalanya.


"Saya ingin bisa bersama dengan Dokter Rivan, bersama sampai tua kita berdua bersama."


"Saya mengerti apa maksud dari perkataan Pak Irfan, tapi apakah Pak Irfan bisa menerima masa lalu saya yang pernah gagal di pernikahan sebelumnya."


Irfan pun langsung menghelakan nafas panjang nya.


"Kita untuk sama-sama memiliki masa lalu, kita juga yang pasti belajar dari masa lalu kita. Dan saya ingin kita sama-sama menjalani hubungan untuk bisa menjadi kesempurnaan cinta."


Irfan mengeluarkan sesuatu dari balik jas nya, ternyata dia yang mengeluarkan cincin berlian untuk Dokter Nadia.

__ADS_1


"Dokter Nadia, mau kah menjadi pengingat hubungan bersama. Kita ikat hubungan cinta ini dengan cincin ini."


Irfan berharap Dokter Nadia yang mau mengambil cincin tersebut, Irfan sampai menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat jika Dokter Nadia menolak nya.


Melihat Irfan yang menundukkan kepalanya dengan memejamkan mata nya, Dokter Nadia secara perlahan dia mengambil cincin tersebut dan memakai nya.


Dokter Nadia begitu sangat menyukai cincin tersebut.


"Pak Irfan Irawan, ayo buka mata nya."


Irfan pun membuka mata nya dan melihat Dokter Nadia yang sudah memakai cincin nya.


Dokter Nadia tersenyum manis kepada Irfan dan itu tandanya, Dokter Nadia menerima menjalankan hubungan bersama dengan dirinya.


"Ahhhh serius ini,? terimakasih banyak Dokter Nadia."


Irfan pun memegang tangan Dokter Nadia dia terlihat sangat senang sekali.


"Semangat saja kita berdua bisa menjalani hubungan ini dengan baik yaa, sampai ke pernikahan. Karena saya sudah tidak mau bermain cinta lagi saya ingin serius menjalani hubungan dengan Dokter Nadia."


Dokter Nadia pun mengangguk kan kepala nya.


"Saya juga berharap seperti itu, karena kita sudah bukan lagi untuk berpacaran terlalu lama bahkan sampai berlebih-lebihan."

__ADS_1


Irfan pun mengajak Dokter Nadia untuk berdansa dengan di iringi alunan musik yang sangat romantis sekali.


Mereka berdua pun akhirnya di pertemuan dalam sebuah rasa cinta yang sama.


__ADS_2