Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *114*


__ADS_3

Ketika Fabian yang menayangkan tentang Dokter El-Rivan, sekarang giliran Aliyaa yang mencoba untuk menayakan tentang Veronica.


"Bagaimana dengan kondisi kantor sekarang,? apakah ada sesuatu yang baru yang bisa membuat semangat?."


Aliyaa menarik dasi suaminya sehingga mereka berdua saling bertatapan wajah.


"Kondisi kantor sama seperti dulu, yang membuat semangat karena sekarang aku harus berkerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan kita tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk nanti di masa depan bersama dengan anak-anaknya kita."


Seketika Aliyaa terdiam ketika mendengar perkataan Fabian yang mengijinkan seorang anak di pernikahan mereka berdua.


"Kenapa wajah mu menjadi berubah seperti ini Aliyaa,? tidak seperti di awal di saat kamu memberikan pertanyaan."


Aliya tersenyum tipis kepada Fabian dia pun memegang tangan Fabian.


"Jika aku tidak bisa memberikan keturunan untuk mu,? apakah kamu akan tetap bersama dengan ku?. Atau kamu akan meninggalkan ku seperti sekarang aku yang sering sakit-sakitan seperti ini."


Pertanyaan Aliyaa membuat Fabian mencurigai Aliyaa yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu dengan nya.


"Kenapa kamu terus saja memikirkan jika kamu yang tidak bisa memberikan keturunan di pernikahan kita ini,? kenapa kamu berpikiran negatif terhadap diri kamu sendiri. Ayolah Aliya jangan seperti ini yaa jangan merasa putus asa kita harus berjuang bersama."


Fabian memegang tangan Aliyaa dan mencium tangan Aliyaa.


"Sekarang semuanya sudah sangat canggih sekali Aliyaa, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan asalkan yang mau berusaha untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan."


Aliya meneteskan air ketika mendengar perkataan dari suaminya yang seperti memberikan semangat baru untuk nya.


"Sekarang kamu bilang kamu yang sering sakit-sakitan seperti ini, ada Dokter yang berusaha untuk bisa menyembuhkan penyakit kamu Aliyaa jadi kamu jangan hawatir yaa dan terus bersemangat. Ingat cita-cita kamu yang ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak itu kan keinginan kamu sampai rela keluar dari rumah mewah kamu."


Aliya pun akhirnya bisa tersenyum bahagia dan dia memeluk erat suami nya, Aliyaa seakan dia berjanji dengan dirinya sendiri jika dia akan berjuang untuk bisa sembuh dari penyakitnya yang dia rasakan sekarang.


Fabian merasakan pelukan erat yang sangat hangat sekali yang di berikan Aliyaa kepada dirinya, dia tidak pernah melihat Aliyaa yang menangis tersedu-sedu di pelukan nya seperti ini.


Fabian pun mencoba untuk melepaskan pelukan erat dari Aliyaa, dia memandang wajah Aliyaa dan mencoba untuk menghapuskan air mata Aliyaa yang terus menerus membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


"Jaga pola makan yaa, jangan telat makan. Hindari makanan yang membuat asam lambung bu menjadi tinggi dan makan makanan yang bergizi yaa sayaaaaang."


Aliya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada suaminya.


"Yasudah sekarang aku yang akan menemani kamu sampai jam kerja berakhir, atau mungkin sampai esok hari ketika Dokter yang sudah mengijinkan kamu untuk bisa pulang ke rumah."


Fabian mengambil buah-buahan untuk dia berikan kepada istrinya tersebut, dan Aliya seketika melupakan tentang dirinya yang ingin membicarakan tentang Veronica.


"Oh iyaa lupa untuk memberitahukan jika kamu sedang di rawat di Rumah Sakit ini."


Fabian pun mengeluarkan handphone nya, dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone ibu nya.


*Hallo Ibu*


*Ya, Fabian ada apa*


*Aliya sekarang sedang di rawat di Rumah Sakit Permata, bisakah ibu ke sini untuk melihat Aliyaa yang sedang terbaring lemah*


*Bukan kah itu adalah Rumah Sakit di mana Ayah mu berkerja kan*


*Oke Baiklah, Ibu akan segera pergi ke sana sekarang juga*


*Baiklah ibu hati-hati yaa di jalan*


Aliya merasa sangat senang sekali ketika banyak yang perhatian sekali dengan nya.


"Ayo makan buah-buahan nya yaa, nanti sebentar lagi Ibu pasti akan datang."


Aliya mengikuti apa yang di katakan oleh suami nya.


Di saat Fabian yang sedang menunggu kedatangan Ibu nya, Ayah nya Dokter Putra mencoba untuk menghampiri Dokter El-Rivan.


Kedatangan Dokter Putra membuat Dokter El-Rivan merasa sangat gugup sekali karena pasti akan mempertanyakan tentang kondisi Aliyaa.

__ADS_1


"Dokter Putra, silahkan duduk."


Dokter El-Rivan yang sedang berada di ruangan pun dia berhadapan dengan Dokter Putra.


"Pasti kamu mengetahui apa maksud dengan kedatangan ku di sini, mempertanyakan tentang kondisi Aliyaa. Karena sebelumnya saya juga pernah melihat Aliyaa yang sedang menunggu di depan ruangan ini."


Dokter El-Rivan pun menghela nafas panjang nya ketika dia yang akan memberitahu semua nya kepada Dokter Putra.


"Aliya mengalami penyakit kista ovarium, ini membuat Aliyaa yang begitu sangat terkejut sekali karena dia yang baru saja menikah dan ternyata suaminya yang sangat menginginkan keturunan dari nya."


Seketika Dokter Putra pun langsung terdiam ketika mendengar semuanya secara langsung, karena memang dalam hati nya yang terdalam dia juga menginginkan cucu dari pernikahan Aliyaa dan Fabian karena Fabian yang merupakan adalah anak tunggal di keluarga nya.


"Aliya meminta untuk merahasiakan nya, dia mencoba untuk lebih mengonsumsi obat-obatan saja tapi ternyata kista yang semakin membesar dan harus segera di tindak tapi Aliyaa yang masih saja tidak ingin melakukan nya dia ingin melihat sampai di akhir bulan ini apakah dia akan melakukan tindak operasi atau kista itu menghilang seperti keinginan Aliyaa."


Dokter El-Rivan melihat ekpresi wajah Dokter Putra yang begitu sangat sedih sekali, dia tidak menyangka jika Aliyaa yang sampai bisa menyembunyikan seperti ini dengan keluarga nya.


"Berikan fasilitas penanganan terbaik untuk Aliyaa, semuanya akan saya tanggung jangan sampai Aliyaa mengetahui nya. Jika harus operasi di luar negeri lakukan saja."


Dokter Putra begitu sangat menginginkan kesembuhan untuk Aliyaa.


"Biaya pengobatan Aliyaa sudah di tanggung oleh teman nya yaitu Rendy, dan saya mengetahui jika hubungan Rendy dengan keluarga Aliyaa sangat baik sekali termasuk ibu nya Rendy juga yang seorang CEO perusahaan besar."


Dokter Putra memilih untuk pergi dari ruangan Dokter El-Rivan ketika sudah mengetahui semuanya.


"Saya pergi dulu yaa dan terimakasih banyak sudah menjelaskan semuanya dan jujur kepada saya."


Dokter Putra pun keluar dari ruangan Dokter El-Rivan, dan dia melihat istrinya yang baru saja datang.


Dokter Putra langsung menghampiri istrinya tersebut.


"Ayah, di mana ruangan Aliyaa. Ibu baru saja tadi mengetahui semuanya dari Fabian."


Dokter Putra pun langsung mengantarkan istrinya masuk ke ruangan Aliyaa, ketika mereka berdua masuk Dokter Putra melihat Aliyaa yang seperti habis menangis.

__ADS_1


Merasa di perhatikan oleh Dokter Putra, Aliyaa pun memilih untuk menundukkan kepalanya dan mencoba untuk menghapus kembali air mata nya.


__ADS_2