Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *154*


__ADS_3

Siska merasa kebaikan Miranda kepada yang sudah sangat berlebih-lebihan sampai harus mengajak nya tidur di rumah nya.


"Terimakasih banyak Tante yang sangat baik sekali dengan aku."


Miranda hanya bisa tersenyum manis kepada Siska, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.


"Siska jika kamu mau bertemu kembali dengan Kania, pergilah bersama dengan Tante yaa biar kamu tidak merasakan terpojokkan oleh Kania. Karena Tante tahu jika Kania itu bisa saja mempunyai pikiran jahat terhadap kamu."


Seketika Siska merasa kaget ketika mendengar perkataan Miranda jika Kania yang bukan hanya sombong tapi juga bisa berbuat jahat kepada dirinya.


"Kamu harus berhati-hati yaa Siska, pokoknya jika kamu mau bertemu dengan Kania harus bersama dengan Tante."


Siska pun menganggukkan kepalanya sambil seperti melamun merasa tidak percaya.


***


Fabian melihat Aliyaa yang begitu sangat pucat sekali ketika sudah menjalankan operasi.


"Aliya kamu terlihat sangat pucat sekali, maafkan aku yaa Aliyaaaa."


Fabian merasa sangat menyesal sekali atas apa yang di lakukan nya kepada Aliyaa dia pun berjanji akan lebih mencintai Aliyaa.


Fabian pun akhirnya bisa masuk ke dalam untuk menemani Aliyaa, tapi dia melihat Aliyaa yang sedang tertidur pulas.


Fabian tidak mau sampai harus menganggu Aliyaa yang sedang tertidur pulas, Fabian memegang tangan Aliyaa.


"Kita berjuang bersama yaa Aliyaaaa, kita memulai kehidupan yang baru untuk masa depan kita."


Fabian terlihat begitu sangat tulus sekali mengatakan hal tersebut kepada Aliyaa dia berjanji kepada Aliyaa.


Aliya pun yang merasakan kehadiran Fabian dia berpura-pura tertidur walaupun sebenarnya dia tahu adanya Fabian bersama dengan nya.


Aliya tersenyum ketika melihat Fabian yang memegang tangan nya sambil menundukkan kepalanya seperti sedang menahan rasa mengantuk.


"Dia pasti sangat capek sekali, sampai dia tertidur seperti ini."


Aliya pun sampai mengusap rambut Fabian dan Aliya pun memejamkan mata nya kembali.


...*Keesokan harinya* ...

__ADS_1


Fabian terbangun dari tidurnya tapi dia melihat Aliyaa yang masih tertidur pulas.


Fabian pun memilih untuk langsung mandi agar lebih terlihat segar di hadapan suaminya.


Ketika Aliyaa membuka mata nya terbangun dari tidurnya dia melihat suaminya yang tidak ada samping nya.


"Kemana Mas Fabian, apakah dia pergi ke kantor yaa. Mungkin sekarang Mama yang akan menunggu ku."


Aliya di hampir oleh Dokter El-Rivan dan juga Suster untuk melakukan pemeriksaan.


"Aliya bagaimana dengan kondisi mu sekarang,? sudah membaik kan."


Dokter El-Rivan memeriksa kondisi Aliyaa.


"Masih sakit di bagian perut berapa lama yaa proses penyembuhan nya, apakah akan mudah kering luka nya."


Aliya mulai merasakan sakit di bagian luka operasi nya.


"Proses penyembuhan tidak terlalu lama jika kamu mau meminum obat nya dan juga ada banyak macam-macam makanan yang bisa membantu proses penyembuhan luka."


Fabian keluar dari kamar mandi dan dia melihat Dokter dan Suster yang sedang memeriksa Aliyaa.


"Dokter bagaimana dengan hasil operasi ini, apakah aku bisa hamil Dok."


Pertanyaan Aliyaa membuat Dokter El-Rivan merasa sangat sedih sekali karena sebelumnya dia yang sudah mengatakan dampak kepada Miranda.


"Aliya kita yang hanya bisa berusaha yaa, semoga saja ada keajaiban datang untuk kamu yaa. Kamu pasti bisa hamil Aliyaa tapi kamu juga harus bisa bersabar untuk menunggu proses nya."


Selesai memeriksa kondisi Aliyaa, Dokter El-Rivan dan Suster pun langsung meninggalkan Aliyaa dan Fabian berpura-pura untuk masuk kembali sehingga Aliyaa merasa jika dia tidak mendengar pembicaraan Aliyaa dengan Dokter El-Rivan.


Aliya pun seketika dia merasa sangat sedih sekali ketika dia yang mempunyai harapan besar.


"Aliya kamu harus kuat Aliyaa dan selalu bersemangat jangan pernah menyerah Aliyaa."


Fabian pun keluar dari dan langsung menghampiri Aliyaa, melihat Fabian datang Aliyaa pun langsung menghapus air mata nya.


"Aliya maafkan aku yaa, semalam aku memberikan bunga untuk kamu tapi ternyata kamu yang tertidur pulas."


Aliya merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Fabian yang ada di hadapannya dan dia mencoba untuk tidak membahas tentang apa yang terjadi sebelum nya.

__ADS_1


"Aliya aku meminta maaf kepada kamu karena aku yang tidak ada di samping kamu menghilang begitu saja lepas tanggung jawab sebagai seorang suami."


Fabian pun sampai menundukkan kepalanya di hadapan Aliyaa dan Aliya pun hanya tersenyum tipis kepada suaminya.


"Aku sudah tidak mau membahas nyaa yaa, bagaimana jika kita lupakan saja. Karena jika kita masih membahas nya kita yang akan saling menyalahkan karena aku juga yang bersalah besar kepada kalian semua."


Fabian mencium kening Aliyaa dia juga mengelus rambut panjang Aliyaa.


"Cepat pulih kembali yaa istri ku sayang."


Aliya pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan tersebut dan apapun yang sudah di katakan sebelumnya seketika dia melupakan nya.


"Mungkin sekarang aku yang harus fokus dengan kuliah ku sampai selesai yaa, tidak untuk memikirkan nya. Tapi tetap saja selalu terpikir."


Fabian memegang tangan Aliyaa dan dia mencoba untuk mengatakan perkataan Veronica kepada Aliyaa.


"Mungkin sekarang kita yang harus lebih bersama lagi untuk menjalin hubungan baik, karena mungkin kita bahagia walaupun hanya berdua saja. Karena besar nya kekuatan cinta."


Aliya merasa perkataan itu tidak akan bertahan lama karena dia tahu jika suaminya yang sangat menginginkan sekali keturunan dari nya.


"Kamu jangan hawatir yaa, aku tidak akan pernah diam. Aku akan selalu berusaha untuk melakukan segala cara aku tidak akan diam aku pun ingin mempunyai anak jadi kamu tidak usah berkata seperti itu kepada ku. Hanya untuk membuat aku merasa tenang dan bahagia."


Fabian pun seketika langsung terdiam mendengar perkataan Aliyaa kepada nya.


"Hmmmm, aku sudah mulai bosan jika terlalu lama di Rumah Sakit. Apakah aku akan di sini sampai luka di perut ku ini sembuh yaa."


Aliya terus saja memperhatikan luka operasi di bagian perut nya, dan Fabian memilih untuk pergi begitu saja.


Melihat suaminya pergi Aliyaa yakin karena perkataan nya yang tadi.


"Dapat dari mana yaa dia berbicara seperti itu kepada ku, apakah sebelum dia sudah mengobrol dengan siapa gitu aku jadi mencurigai nya."


Ketika melihat Fabian keluar dari ruangan Aliyaa, Miranda dan Siska datang untuk melihat kondisi Aliyaa.


"Tante itu Kak Fabian kan, dia keluar dari ruangan Aliyaa."


Miranda seketika langsung berpikir jika Fabian dan Aliya yang bertengkar kembali.


"Apakah mereka berdua bertengkar kembali yaa, karena pasti mereka berdua yang masih dalam kondisi emosional yang tinggi sekali."

__ADS_1


Miranda dan Siska pun langsung berlari menuju ke ruangan Aliyaa.


__ADS_2