
Fabian terdiam ketika dia berada di dalam mobil nya, dia yang begitu sangat emosional sekali tidak tahu harus pergi ke mana untuk melampiaskan kekesalannya.
"Jika terus-menerus seperti ini jangan sampai ucapan ku menyakiti perasaan Aliyaa karena sudah hilang nya rasa sabar ku ini."
Fabian melihat kertas putih yang berada di dekat kaca mobil nya, dia mengingat jika Veronica yang memberikan kertas putih tersebut kepada nya.
Fabian pun langsung mengambil nya dan membaca alamat apartemen serta nomor pintu Apartemen nya.
"Kenapa Veronica sampai memberikan ini untuk ku yaa, apakah dia yang sudah mempunyai firasat sebelumnya atau terjadi sesuatu antara Aliyaa dan Veronica di toilet."
Fabian terus saja memandangi kartu nama tersebut, sambil membayangkan apakah dia yang harus bertemu dengan Veronica malam ini.
"Aku memang salah karena ingin bertemu dengan Veronica malam ini, tapi aku tidak mempunyai perasaan sedikit pun terhadap Veronica dia hanya masalalu ku. Masalalu yang tidak mungkin bisa terulang kembali."
Dengan penuh emosional, Fabian pun mengendarai mobil nya menuju ke Apartemen Veronica.
Aliya langsung membuka gorden jendela nya dia melihat suaminya yang pergi dengan kecepatan laju kendaraan yang sangat tinggi sekali.
"Astaga, mau pergi ke mana dia. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali."
Aliya mulai merasakan kekhawatiran terhadap suaminya.
"Semoga semua nya baik-baik saja, tidak terjadi sesuatu dengan suami ku."
Aliya pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya karena tugas dari kampus yang sangat banyak sekali.
Aliya mencoba untuk berkonsentrasi untuk mengerjakan pekerjaan nya walaupun pikiran tertuju pada suami nya.
Fabian pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen milik Veronica, dia pun membawa kertas putih tersebut dan masuk ke dalam untuk mencari nya.
Veronica yang baru saja beres mandi dia terlihat sangat segar dan cantik dengan aroma Parfume yang sangat menggoda.
__ADS_1
"Aku merasa sangat lelah sekali, lebih kepada lelah hati ini dengan sikap Aliyaa yang selalu saja berpikiran negatif terhadap ku."
Veronica bercermin dan dia pun memakai sedikit make-up walaupun di malam hari.
"Kenapa Aliyaa hanya berpikiran negatif terhadap ku, apakah dia tidak berpikir negatif terhadap Mama nya juga."
Veronica merasa sangat tidak habis pikir sekali kenapa Aliyaa sampai mau menerima kehadiran Fabian.
Padahal dia mengetahui jika Fabian itu pernah berhubungan dengan Mama nya.
Bell pintu pun berbunyi dan Veronica merasa sangat terkejut sekali.
"Siapa yang datang tidak mungkin Rendy yang sedang sakit, hmmmm apakah itu adalah Fabian."
Veronica pun melihat terlebih dahulu dari rekaman cctv dan ternyata benar saja itu adalah Fabian.
"Seperti nya dia sedang mempunyai masalah besar-besaran dengan Aliyaaaa."
Veronica membuka lebar pintu agar Fabian bisa masuk ke dalam ruangan nya.
"Terimakasih banyak Veronica, maafkan aku yang menggangu waktu istirahat mu."
Fabian pun duduk di sofa dan Veronica mengambil minuman untuk mereka berdua.
"Silahkan di minum seperti nya kamu butuh sesuatu yang segar."
Fabian pun mengambil minuman dingin tersebut dan memang perasaan nya yang sedang sangat panas sekali.
__ADS_1
"Ada permasalahan apalagi dengan Aliyaa,? apakah ini ada hubungan dengan ku juga yaa."
Fabian menundukkan kepalanya dia tidak tahu harus berkata apa kepada Veronica.
"Apa yang membuat Aliyaa selalu saja berpikir negatif terhadap ku,? apakah dia mengetahui tentang masa-masa kita dulu pernah menjalani hubungan pacaran?."
Fabian menghelakan nafas panjang nya.
"Aliya tidak mengetahui hal itu, jika sampai mengetahui nya habislah aku di posisi bersalah setiap kali aku bernafas di hadapan nya."
Veronica semakin merasa jika Aliyaa yang sangat overprotektif terhadap Fabian.
"Bukan kah kamu setia kepada Aliyaa,? apakah kamu pernah berselingkuh di belakang Aliyaa selama ini seharusnya membuat Aliyaa yang susah untuk percaya kembali kepada kamu?."
Fabian menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak pernah, aku sangat mencintai Aliyaa. Bahkan aku tidak pernah menyakiti hati nya, aku ingin mendapatkan kepercayaan dari Aliyaa penuh perjuangan yang sangat keras sekali."
Veronica melihat kesungguhan cinta Fabian terhadap Aliyaa.
"Tapi sekarang aku merasa curiga kepada Aliyaa, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu terhadap ku. Dia mendapatkan chat dari sesuatu tapi ketika aku lihat di handphone tidak bukti chatting itu mungkin sudah di hapuskan."
Fabian sampai memegang kepala nya dia merasa sangat pusing sekali.
"Sebenarnya posisi sebagai CEO itu adalah Aliyaa dan seharusnya posisi Miranda sekarang di gantikan oleh Aliyaa tapi karena Aliyaa yang lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak. Aku menjadi pengganti tapi Miranda yang masih memegang kendali perusahaan tersebut."
Veronica juga merasa jika Fabian di kantor dia yang lebih memegang peran penting di perusahan, dia yang sibuk dengan segala pekerjaan kantor sedangkan Miranda yang hanya menerima hasil kerja keras Fabian dan dirinya.
"Fabian, apakah kamu merasa di manfaat di perusahaan itu ? tapi kamu yang tetap sabar karena Aliyaa dan Aliya tapi sekarang kamu sedang di hadapan permasalahan di saat Aliyaa yang tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu kan. Sebenarnya itu yang membuat kamu merasa kuat dan menyerah dalam menjalankan hubungan mu ini."
Fabian pun terdiam ketika mendengar perkataan Veronica yang benar adanya jika Fabian memang menginginkan keturunan dari Aliyaa secepatnya.
__ADS_1