Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #215#


__ADS_3

Aliya yang berencana ingin beristirahat dia terbangun dan mengetuk pintu kamar Fabian, dia tidak terima jika Fabian mempermainkan perusahaan nya.


"Buka pintu nya, aku ingin bicara dengan kamu."


Aliya terus saja mengetuk pintu kamar Fabian sehingga membuat Fabian merasa sangat terganggu sekali dengan sikap Aliyaa.


Fabian pun membuka pintu kamar nya dan dia melihat Aliyaa yang seperti sedang emosional sekali.


"Kenapa kamu mengetuk pintu kamar ku seperti ini,? kamu kenapa?."


Aliya menarik tangan Fabian sampai Fabian keluar dari kamar nya.


"Apakah kamu akan seperti dulu lagi,? kamu yang tidak mau bekerja? kamu yang hanya memanfaatkan seseorang yang ada di samping mu saja?."


Fabian merasa sangat tersinggung sekali dengan perkataan Aliyaa kepada nya.


"Kamu membahas tentang masa-masa lalu ku,? hanya karena aku yang tidak bekerja satu hari saja? aku ingin beristirahat karena aku bukan robot dan langsung berpikir aku akan tergantung pada kamu?."

__ADS_1


Aliya pun seketika langsung terdiam dia tidak pernah melihat Fabian yang seperti ini.


"Aliya, aku memang bukan lelaki yang mempunyai perusahaan seperti keluarga mu. Dan aku pun menyadari jika aku yang kuliah di biayai oleh Mama mu tapi kamu yang bersikap seperti ini kepada ku."


Fabian memilih untuk pergi dari rumah tersebut dan Aliya tidak melarang nya dia membiarkan Fabian pergi begitu saja.


"Aku yang sudah keterlaluan seperti nya, aku membuat nya sakit hati dengan perkataan ku."


Aliya pun memilih untuk duduk dan menenangkan pikiran nya.


"Apakah dia akan keluar dari perusahaan ku, aku pasti yang akan di salahkan oleh Mama dan Mama pasti akan kecewa dengan ku."


"Aku merasa sangat beruntung sekali aku yang sekarang masih mendapatkan beasiswa, sehingga jika Mama membenci ku kembali semua nya aku tanggung jawab sendiri."


Aliya benar-benar merasa sendirian dia seperti tidak memiliki seseorang lagi di samping nya.


Bahkan Aliyaa sampai berpikir apakah rumah tangga nya akan segera berakhir.

__ADS_1


"Aliya kamu harus kuat, kamu harus bisa membuktikan jika kamu bisa hidup sendiri jika orang-orang yang kamu cintai menghilang di hadapan mu."


Aliya mengeluarkan handphone nya dan tiba-tiba saja ada pesan masuk dari Siska.


*Aliya, besok aku akan melakukan USG 4 dimensi di Rumah Sakit Permata bersama dengan Rendy dengan Dokter Specialis Kandungan. Dokter El-Rivan*


"Siska akan pergi bersama dengan Rendy dan apakah ini pertanda jika mereka berdua sudah membaik hubungan nya."


Aliya pun langsung membalas pesan dari Siska.


*Astaga selamat berbahagia yaa Siska, semoga saja Rendy semakin mengingat semua kenangan indah kalian berdua*


*Aliya aku merasa tidak nyaman jika aku harus berdua saja dengan Rendy, apalagi Rendy yang masih tidak mengingat semuanya. Aku ingin meminta tolong sama kamu maukah kamu menemani aku besok Aliyaa*


Aliya merasa sangat senang sekali ketika dia yang harus melihat kebahagiaan Siska dengan kehamilan nya tapi juga ada rasa sedih dan bertanya-tanya pada hatinya.


Apakah aku juga akan seperti Siska,? kapan aku bisa hamil dan memiliki anak yang sangat di tunggu-tunggu oleh dirinya.

__ADS_1


Aliya berharap jika suatu saat nanti dia juga akan seperti Siska.


__ADS_2