
Miranda dan Siska pun meninggalkan Aliyaa karena kebetulan Dokter Nadia datang untuk menemaninya.
Miranda berpamitan dengan Aliyaa begitu juga dengan Siska, Siska pergi ke kampus di antar oleh Miranda.
Ketika melihat Mama nya pergi Aliyaa menangis di hadapan Dokter Nadia.
"Aku ingin sekali bisa hamil Dok, aku ingin menjadi seorang ibu tapi kenapa aku harus seperti ini."
Dokter Nadia merasa sangat sedih sekali ketika melihat Aliyaa yang masih sangat muda harus merasakan kesedihan seperti ini.
"Aliya sayaaaaang, kamu yang sabar yaa Nak. Jangan dulu memikirkan hal seperti itu semuanya pasti ada jalan nya dengan teknologi yang modern sekarang. Kamu lebih baik fokus pada kesembuhan kamu luka operasi kamu masih belum kering."
Dokter Nadia pun membelai rambut panjang Aliyaa.
"Dok, di kantor Mama mempunyai sekertaris baru dia sangat cantik dan seksi sekali, dia adalah sekertaris suami ku dan aku merasa sangat tidak nyaman sekali dengan kehadiran apalagi sekarang aku yang kemungkinan kecil untuk bisa hamil."
__ADS_1
Dokter Nadia merasa jika Aliyaa yang banyak sekali pikiran dia ketakutan kehilangan cinta dari Fabian.
"Aliya, jika Fabian benar-benar cinta kamu dia tidak akan pernah meninggalkan kamu sayaaaaang. Fabian akan selalu setia jadi kamu yang jangan mempunyai pikiran negatif terhadap suami kamu itu."
Aliya memang merasa jika sikap nya kepada Fabian yang sering berubah-ubah karena dia begitu sangat cemburu sekali dengan kehadiran Veronica.
"Ketika aku awal menikah aku percaya sekali terhadap suami ku tapi sekarang ketika aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk nya, perasaan cemburu, hawatir dan sering berubah sikap pun sekarang sering aku alami."
Aliya tidak tahu harus berkata lagi tapi dia memang merasa tidak nyaman sekali ketika melihat Veronica menjadi sekertaris suaminya.
Aliya pun seketika mengingat handphone Veronica yang sama dengan handphone milik nya.
"Waktu itu Mas Fabian dia pernah menanyakan tentang handphone ku secara tiba-tiba dan aku melihat handphone wanita sama sekali dengan handphone ku. Apakah Mas Fabian memberikan handphone itu wanita itu aku mencurigai nya."
Dokter Nadia pun seketika dia terdiam ketika Aliyaa menceritakan hal tersebut dia seperti tidak bisa mengomentari lagi.
__ADS_1
Tapi beruntung saja Dokter El-Rivan datang untuk memeriksa kondisi Aliyaa.
"Maaf yaa bu saya mau melihat luka operasi Aliyaa, ibu bisa menunggu di luar."
Dokter Nadia pun langsung pergi meninggalkan Aliyaa dan Aliya terlihat diam ketika Dokter El-Rivan datang untuk memeriksa kondisi nya.
"Aliya tidak seperti biasanya kamu diam seperti ini, kamu tidak bicara kamu cemberut dan kamu seperti sedang mempunyai permasalahan."
Aliya tidak mau menceritakan semuanya kepada Dokter El-Rivan, dia hanya memilih untuk diam saja.
"Aliya kamu harus happy yaa, kamu jangan seperti ini. Masa depan mu masih sangat cerah sekali dan kamu juga adalah calon Dokter kan."
Dokter El-Rivan melihat luka yang sudah membaik dan menyuruh Aliyaa untuk mencoba duduk di tempat tidur nya.
Aliya yang masih merasa sangat linu sekali dia pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter El-Rivan.
__ADS_1
Karena Aliyaa yang ingin secepatnya pulang dari Rumah Sakit.