Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *185*


__ADS_3

Aliya sampai di depan rumah nya, dia pun turun dari mobil nya.


"Hati-hati Aliyaa jaga emosional kamu terhadap Fabian, jangan sampai kamu membuat Fabian merasa jenuh dengan sikap kamu yang seperti ini."


Aliya pun berjalan menuju ke gerbang pintu dan membuka kunci rumah nya, tidak ada jawaban sedikit pun dari Aliyaa dia yang terus saja berjalan sampai pintu depan rumah nya.


"Astaga Aliyaaaa, kamu itu kenapa yaa. Selalu menuduh seseorang tanpa ada bukti nya."


Miranda pun menjalankan mobilnya menuju ke kantor karena dia tidak mau Fabian sendirian untuk menangani perusahaan nya.


Miranda juga merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Rendy tapi dia yang sangat malas untuk bisa melihat wajah Kania.


"Aku hawatir sekali dengan kondisi Rendy tapi Siska dia jauh lebih menghawatirkan, bagaimana dengan nasib Siska sekarang yaa. Dia sedang berada di mana. Aku ingin mencari nya tapi aku tidak tahu dia sekarang berada di mana."


Miranda pun lebih memilih untuk pergi kantor nya, karena dia belum tahu Siska di mana sesampainya Miranda di kantor dia melihat Fabian yang begitu sangat serius sekali.


Miranda pun menghampiri Fabian, untuk mengatakan tentang Siska kepada nya.


"Fabian, ternyata Siska yang sekarang sedang hamil anak Rendy dan Siska di usir dari rumah nya. Siska juga berhenti sementara untuk kuliahnya."


Menceritakan tentang Siska Miranda pun sampai duduk di kursi depan Fabian.

__ADS_1


"Astaga dan sekarang Rendy yang belum sadarkan diri, kasihan sekali Siska dia sekarang tinggal di mana."


Fabian tidak habis pikir kenapa bisa sampai seperti ini.


"Yaa, Fabian. Tolong jika kamu mengetahui keberadaan Siska yaa bawa dia rumah saya biarkan Siska tinggal bersama dengan saya karena sangat kasihan sekali dia yang sedang hamil muda seperti ini."


Seketika Fabian pun langsung terdiam, ketika dirinya yang menginginkan seorang anak harus bisa bersabar panjang tapi Siska dia hanya cinta satu malam bisa dengan cepat di berikan kepercayaan untuk bisa hamil tapi dalam perjuangannya yang luar biasa.


"Yasudah yaa Fabian, selesai kembali dan seperti nya saya akan menelepon Veronica untuk berkerja kembali ke sini karena kamu pasti tidak sanggup sendiri."


Fabian mengingat kembali tentang perkataan Aliyaa kepada Veronica, dia berencana untuk meminta maaf.


...*Saya sudah berada di Apartemen saya, ada apa yaa Bu Miranda*...


...*Kamu tidak di rumah sakit ternyata, apakah kamu sudah istrirahat di Apartemen kamu*...


...*Tidak saya memilih untuk pergi, saya sudah istrirahat tidur sekitar 30 menit*...


...*Kembali ke kantor yaa, temani Fabian berkerja yaa*...


Veronica tiba-tiba saja langsung terdiam ketika mendengar hal tersebut, dan Miranda pun merasa jika Veronica yang masih mengingat perkataan Aliyaa kepada nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Aliyaa, dia selalu saja berpikiran negatif terhadap Veronica."


Ucap Fabian yang terdengar jelas oleh Veronica.


...*Hallo Veronica, saya meminta maaf atas perilaku Aliyaa yang kurang baik kepada kamu yaa. Sudah abaikan saja yaa karena saya mengetahui jika kamu dan Fabian yang tidak mempunyai hubungan berlebih-lebihan.*...


...*Iya Bu tidak apa-apa saya mengerti di posisi Aliyaa, memiliki suami yang tampan itu sangat tidak tenang*...


...*Yasudah yaa Aliya saya tunggu kamu di kantor dan langsung masuk ke dalam ruangan Fabian yaa*...


...*Iya Bu Miranda saya sebentar lagi akan bersiap-siap untuk pergi*...


...*Baiklah hati-hati yaa Veronica di jalan nya*...


...*Iya Bu Terimakasih atas perhatian nya*...


Miranda pun langsung pergi ke ruangan nya kembali.


Fabian berharap Aliyaa yang tidak datang secara tiba-tiba di saat dirinya yang sedang berkerja bersama dengan Veronica.


Fabian yang sudah merasa sangat malas sekali jika harus berdebat dengan Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2