Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *174*


__ADS_3

Rendy memilih untuk pulang ke rumah nya dia meninggalkan pekerjaan di kantor nya begitu saja.


Melihat Rendy pulang di jam kerja Kania pun langsung menghampiri Rendy, dia masuk ke dalam kamar Rendy.


"Kenapa kamu sudah pulang di jam kerja,? siapa yang bertanggung jawab atas perusahaan kamu????."


Rendy pun tidak menjawab pertanyaan dari Mama nya dia memilih untuk membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


"Rendy kamu kenapa,? kenapa kamu jadi seperti ini apakah ini ada hubungan dengan wanita miskin itu yang berhalusinasi ingin menjadi seorang Ratu ?."


Mendengar perkataan Mama yang merendahkan Siska, Rendy pun langsung beranjak dari tempat tidurnya.


"Aku melakukan nya atas dasar suka sama suka ya Mam, jika sampai Siska hamil dia sedang hamil anak penerus perusahaan besar. Oh apa Mama masih ingin aku bersama dengan Aliyaa,? dengan tidak memiliki keturunan. Dengan Mama selalu membanggakan nya dia cantik pintar dan anak orang kaya."


Rendy pun sampai menunjukkan Mama nya.


"Dan jika sampai terjadi sesuatu dengan Siska, maka aku akan menunjuk Mama orang nya karena Mama begitu sangat benci sekali dengan Siska."


Rendy pun memilih untuk keluar dari kamar nya dan membuat Kania merasa sangat kesal sekali.


"Jika Rendy terus begini, perusahaan milik nya akan bangkrut."


Kania tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena jika sampai di fokus dengan perusahaan Rendy bagaimana juga nasib perusahaannya.


Kania mencoba untuk menyusul Rendy tapi Rendy yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Aku merasa Rendy yang sedang bermasalah dengan wanita itu, tapi tidak juga sampai seperti ini. Aku tidak boleh diam saja."


Kania dengan terpaksa dia harus menangani dua perusahaan sekaligus, Kania menuju ke perusahaan Rendy.


"Mungkin hal ini tidak akan bertahan lama juga, Rendy akan kembali ke perusahaan ketika dia sudah melupakan wanita miskin itu."


Di perjalanan menuju ke kantor Rendy, rasa benci Kania terhadap Siska semakin besar dan membuat Kania bersumpah untuk tidak akan pernah menerima kehadiran Siska sebagai menantu nya.


***

__ADS_1


Di sisi lain Fabian yang sedang melamun di ruangan nya membuat Veronica langsung menghampiri nya dengan membawa hasil pekerjaan.


Karena hanya merasa sedang berdua saja di kantor, Veronica pun ingin bertanya kepada Fabian.


"Ini berkas-berkasnya nya dan ada lagi dengan mu???."


Suara Veronica terdengar sangat pelan sekali.


"Aku setiap hari selalu bermasalah dengan Aliyaa, selalu saja ada sesuatu yang dia permasalahan. Membuat aku menjadi ingin menghindari nya."


Veronica pun memilih untuk duduk sambil seperti membaca berkas-berkas nya kembali agar tidak membuat orang lain curiga terhadap mereka berdua.


"Mungkin itu tandanya dia yang ingin kamu selalu ada di sampingnya nya, dia yang sebenarnya merindukan kamu tapi dia tidak berani untuk bicarakan nya."


Fabian semakin merasa jika sikap Veronica yang semakin dewasa sedangkan Aliyaa yang masih seperti anak-anak dengan kecurigaan setiap waktu.


"Sudahlah Fabian, hati istri mu sedang berduka masih berduka. Apapun yang dia lakukan kepada kamu kamu harus bisa menerima nya dengan sabar buku mengindari nya apalagi sampai marah itu hanya akan membahas nya merasa sendirian."


Veronica pun memilih untuk pergi dari ruangan Fabian karena dia tidak orang lain sampai melihat mereka berdua.


Veronica hanya bisa tersenyum manis kepada Fabian dan melanjutkan pekerjaan nya kembali.


Fabian berniat untuk memberikan kejutan kecil kepada Aliyaa ketika dia pulang kerja.


Ketika Fabian mau melanjutkan pekerjaan tiba-tiba saja datang Rendy, Rendy mengetuk pintu untuk dapat masuk ke ruangan Fabian.


Veronica pun sampai berdiri dari tempat duduk nya dia melihat Rendy yang seperti sedang emosional sekali.


"Ada apa yaa ini, kenapa Rendy seperti emosional sekali yaa."


Veronica pun memilih untuk tetap berdiri dia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan Rendy dan Fabian.


"Masuklah, silahkan masuk."


Rendy pun segera masuk dan Fabian pun memandangi wajah Rendy yang begitu sangat serius sekali.

__ADS_1


"Maafkan aku yang menggangu waktu bekerja mu, tapi aku mohon jawab pertanyaan ku ini. Kenapa Siska sampai memutuskan untuk cuti dari kuliah nya? aku tahu Siska yang sangat dekat sekali dengan Aliyaa dan Aliya pun pasti banyak bercerita tentang semua ini."


Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar Siska yang sampai memutuskan untuk cuti kuliah, dan Fabian merasa ini adalah karena Kania.


"Siska kemarin tidak ada di Rumah Sakit bersama dengan Aliyaa, dan aku pun sekarang jarang sekali bersama dengan Aliyaa karena Aliyaa yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Mama nya. Jadi tidak ada cerita tentang Siska."


Rendy pun tidak tahu harus mencari informasi tentang Siska ke mana lagi.


"Ada dengan hubungan kalian berdua ini, dan sebenarnya ada permasalahan besar apa antara Siska dengan Mama mu?. Karena aku yang tidak sengaja ada di Restoran yang sama dan kursi ku berada di depan kursi Mama mu?."


Rendy merasa malu jika harus menceritakan semuanya kepada Fabian, karena dia juga belum tahu kepastian nya Siska hamil atau tidak.


Tapi Rendy merasa jika Fabian tahu sesuatu dengan Mama nya, sampai dia berani menanyakan hal seperti itu kepada nya.


"Apa yang kamu dengar ketika berada di dekat kursi Mama,? apakah Mama membicarakan sesuatu tentang Siska atau memiliki rencana untuk Siska? rencana jahatnya."


Fabian tidak mau memberitahu jika Rendy yang tidak mau menceritakan permasalahan nya kepada dirinya.


"Kamu ingin mengetahui informasi tapi kamu sendiri tidak menjawab pertanyaan ku yang tadi."


Rendy pun merasa di desak oleh Fabian tapi dia juga menginginkan informasi dari Fabian.


"Jika sampai Siska hamil anak ku, maka aku akan melindungi Siska dari Mama ku."


Fabian pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy, dia pun langsung menyambungkan dengan rekaman video tersebut.


Fabian tidak menyangka Kania ingin mencelakakan Siska dan bayi dalam kandungan nya.


"Fabian kenapa kamu langsung terdiam seperti patung, ayo bicarakan apa yang kamu tahu tentang semua ini."


Fabian pun mengeluarkan handphone nya dia langsung mengirimkan rekaman video tersebut.


"Aku memang tidak menangkap wajah Mama mu di rekaman video tersebut, tapi kamu sebagai anak kandung nya pasti hafal dengan suara Mama mu sendiri. Dan jangan beritahu aku yang merekam nya karena Mama kamu tidak tahu jika aku yang berada di tempat yang sama."


Rendy pun memilih untuk langsung pergi begitu saja dia ingin mendengarkannya rekaman tersebut di dalam mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2