
Miranda lebih memilih untuk mengejar Fabian yang masuk ke dalam untuk mengurus surat pengunduran diri nya.
Sedangkan Aliyaa menghampiri Veronica karena perkataan nya itu.
"Apa maksud perkataan mu tadi,? kamu pernah bersama dengan suami di masa lalu?."
Veronica pun tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Aku bersama dengan Fabian di saat masih sekolah dan itu sebelum dia mengenal Mama mu ya. Jika kamu merasa cemburu kepada ku kenapa kamu juga tidak merasa cemburu kepada Mama mu? bukan kah mereka berdua pun pernah mempunyai hubungan spesial."
Veronica pun memilih untuk masuk ke dalam kantor dia meninggalkan Aliyaa begitu saja, perkataan Veronica sangat membantu Aliyaa sakit.
"Kenapa dia sampai mengetahui semuanya, siapa yang memberitahu kepada nya. Apakah Fabian yang sampai menceritakan semuanya kepada Veronica."
Aliya pun sampai menghelakan nafas panjang berkali-kali dia memilih masuk ke dalam kantor.
Miranda mencoba untuk membujuk Fabian agar dia tidak pergi dari perusahaan nya, tapi Fabian tetap tidak mau mendengar perkataan Fabian.
Veronica pun memilih diam di tempat kerja nya, dia tidak mau mendekati mereka semua.
__ADS_1
"Fabian kamu bisa berpikir-pikir ulang,? sekarang kamu bisa meninggalkan perusahaan apakah nanti kamu akan meninggalkan Aliyaa."
Fabian menghentikan ketikan dan Aliya pun ada di depan pintu ruangan kerja nya.
"Ketika Aliyaa yang selalu menyalahkan aku mempunyai hubungan spesial dengan Veronica, tapi dia tidak mempunyai bukti tapi ketika aku melihat Aliyaa berkomunikasi dengan lelaki lain dan ketemuan aku sampai bisa merekam momen mereka berdua."
Fabian melanjutkan ketikkan nya dan Aliya pun menghampiri Fabian.
"Aku bertemu dengan Dokter El-Rivan, karena aku berniat untuk melakukan program kehamilan. Bukan untuk berbuat yang negatif aku pun punya hati tidak mungkin aku berselingkuh."
Fabian pun akhirnya selesai mengetik surat pengunduran diri nya.
Aliya menundukkan kepalanya dia tidak tahu harus bicara apalagi dengan Fabian.
"Kamu sadar tidak jika kamu itu tidak menghargai suami mu sendiri, di saat kamu mempunyai penyakit kista kamu lebih percaya dengan Rendy dan sekarang di saat kamu akan melakukan program kehamilan kamu lebih berbicara dengan Dokter Nadia. Sedangkan suami mu di mana Aliyaa."
Miranda merasa kesalahan memang berada pada Aliyaa dan Fabian pun memberikan surat pengunduran diri nya kepada Miranda dengan sangat terpaksa Miranda pun menandatangani surat tersebut.
"Kamu akan pergi ke mana sekarang,? kamu akan melamar pekerjaan di mana?."
__ADS_1
Aliyaa memegang tangan Fabian dengan sangat erat sekali tapi Fabian mencoba untuk melepaskan nya.
"Sudah bukan lagi urusan mu Aliyaa, sekarang lebih baik kamu lepaskan genggaman tangan mu ini. Aku harus segera pergi dari sini."
Aliya pun melepaskan genggaman tangan nya dan Fabian pergi begitu saja menatap wajah Veronica.
Miranda merasa sangat kesal sekali dengan sikap Aliyaa kepada Fabian.
"Aliya bisakah kamu mempunyai sikap percaya dengan suami mu,? di sini dia bekerja bersama dengan Mama. Jika Fabian berselingkuh dengan Veronica, Mama yang akan melarang hubungan mereka berdua. Tapi sekarang Fabian pergi ntah berkerja di perusahaan mana ? dan kamu sekarang akan seperti apa."
Miranda memilih untuk pergi kembali ke ruangan nya dari pada dia meluapkan rasa kesalnya kepada Aliyaa.
Aliya hanya bisa terdiam di dalam ruangan Fabian, bahkan Aliyaa melihat Fabian yang masih menyimpan foto pernikahan mereka berdua di dalam ruangan nya.
"Aku yang terlalu berlebih-lebihan dalam cinta, aku sangat takut kehilangan suamiku tapi ternyata suamiku pergi karena sikap ku sendiri."
Aliya menangis histeris di dalam ruangan Fabian dan Veronica pun melihat nya.
"Jangan lah memandangi orang hanya dari luar nya saja, aku tidak mungkin mencintai suami orang lain."
__ADS_1
Veronica begitu menyayangkan sikap Aliyaa terhadap Fabian yang salah dan mengulangi kesalahan yang sama.