Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *204*


__ADS_3

Fabian masuk ke dalam mobil nya dia seperti sudah tidak tahan lagi dengan sikap Aliyaa terhadap nya.


.


Dia menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil sambil memegang kepalanya.


"Kenapa harus selalu seperti ini, kenapa Aliyaa selalu menyalahkan Veronica yang tidak bersalah."


Aliya melihat suaminya dari balik jendela ruang tamu nya, dia masih bisa melihat suaminya yang belum pergi dari rumah nya.


"Pergi ke mana dia,? jangan sampai dia pergi untuk menemui Veronica. Jika sampai itu terjadi aku akan menyuruh Mama untuk mengelus mereka berdua dari perusahaan."


Aliya sudah terlanjur kesal dia yang kehilangan cara untuk bisa mengeluarkan Veronica dari perusahaan nya.


Aliya mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi Mama nya


...*Hallo Aliyaa ada apa Nak*...

__ADS_1


...*Mam, aku bertengkar lagi dengan suami ku*...


...*Astaga Aliyaaaa, kenapa lagi Nak*...


...*Ntahlah aku merasa sangat tidak suka dengan Veronica*...


...*Memang Veronica berbuat apa dengan kamu, sampai kamu selalu benci dengan dia*...


...*Aku membencinya tanpa alasan, aku tidak tahu kenapa aku membenci dia.*...


...*Aliya jangan hubungan perasaan mu ini dengan masalah pekerjaan, Veronica dia sangat membutuhkan pekerjaan demi melunasi hutang Ayah nya. Dan pekerjaan nya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perusahaan kita, Mama mohon yaa Aliyaaaa jangan sampai mempunyai pikiran agar Mama mengeluarkan Veronica hanya karena kamu yang terlalu berlebih-lebihan seperti ini*...


...*Tidak ada pembelaan, Mama hanya ingin kamu lebih menghargai perasaan orang lain. Tidak mempunyai pikiran seenaknya seperti itu*...


Aliya memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya dan Miranda pun yang sedang menikmati makan malam dia merasa tidak selera untuk melanjutkan nya.


"Astaga Aliyaaaa, kamu ini kepada sih Nak. Bertengkar dengan Fabian hanya karena benci dengan Veronica. Benci yang tidak tahu sebabnya. Padahal aku selalu memperhatikan mereka berdua di kantor hanya untuk Aliyaa tapi memang tidak ada yang mencurigakan diantara mereka berdua."

__ADS_1


Miranda sampai memegang kepala nya, dia pun memilih untuk pergi ke kamar nya. karena merasa pusing sekali dengan sikap Aliyaa.


Miranda sampai membaringkan tubuh nya di atas kasur.


"Aku tidak boleh terpengaruh oleh ucapan Aliyaa, tidak mungkin aku mengeluarkan seorang karyawan yang rajin dan pekerjaan bagus seperti Veronica."


Miranda pun mulai menghawatirkan kondisi Aliyaa, karena dia merasa jika Fabian yang keluar dari rumah nya.


"Aliya yang bisa menelephone, itu tandanya Fabian yang tidak ada di rumah. Lebih baik Aliyaa kembali ke rumah ini saja aku hawatir terjadi sesuatu dengan Aliyaa."


Miranda pun menyuruh Pak Denies untuk menjemput Aliyaa di rumah nya, karena Miranda tidak tega jika Aliyaa sendirian dalam keadaan seperti itu.


Aliya duduk di kursi yang biasa dia pakai belajar sambil memegang perut nya.


"Belum satu bulan aku yang sedang menjalani program kehamilan ini, tapi pikiran ku sudah seperti ini. Sedangkan Dokter El-Rivan mengatakan jika aku harus tenang jangan banyak pikiran negatif tapi ternyata lingkungan yang tidak mendukung ku dan bagaimana program kehamilan ini bisa lancar sedangkan aku yang selalu berjauhan dengan suamiku seperti ini."


Aliya menatapi wajah nya di cermin dia sambil membayangkan bagaimana jika dia yang hanya bisa menjalani hidup sendiri.

__ADS_1


Aliya membayangkan jika hubungan rumah tangga nya yang berakhir dan tidak mungkin ada lelaki yang mau menerima nya.


__ADS_2