Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (58)


__ADS_3

Fabian sampai di kantor nya tapi dia tidak melihat Miranda di ruangan nya.


"Dia belum datang, apakah dia tidak akan datang ke kantor ini. Pergi ke mana dia untuk melampiaskan kekesalannya di malam itu."


Fabian pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan dia melihat perkejaan nya yang kemarin sudah di kerajaan oleh Miranda.


"Bagus sekali, pekerjaan ku sudah selesai dan sekarang aku akan menunggu kedatangan Miranda atau hari ini aku akan mengantikan posisi nya."


Fabian memilih untuk memainkan handphone nya, sambil menunggu jam kerja di mulai.


Miranda yang masih di perjalanan dia begitu sangat panik sekali.


"Astaga, kenapa aku kepikiran tentang kejadian malam itu. Apakah benar Reno tidak menyentuh ku sama sekali, bagaimana jika dia melakukan itu kepada ku."


Miranda di buat terus memikirkan Reno di malam itu.


"Semalam aku yang memang terlalu banyak minum, membuat ku tidak sadar dengan apa yang sudah terjadi dengan ku."


Miranda akhirnya sampai di depan kantor tepat pada bell waktu nya bekerja di mulai.


"Miranda kamu harus kelihatan baik-baik saja, jangan sampai kamu memperlihatkan kepanikan mu di pagi yang cerah ini."

__ADS_1


Miranda pun keluar dari mobil nya, dengan wajah yang seperti biasanya. Wajah anggun tapi terlihat angkuh.


Miranda pun melihat jika Fabian yang sudah ada di ruangan nya, dia melihat Miranda yang baru saja datang.


Miranda tetap fokus berjalan menuju ke ruangan nya, dia tidak terlihat panik sama sekali.


Ketika Miranda duduk dia langsung teringat dengan permintaan Reno kepada.


"Veronica Leticia, mungkin kah sekarang dia akan datang ke kantor ini. Oh Miranda kamu akan mempunyai banyak musuh ketika Kania mengetahui nya."


Miranda merasa sangat was-was sekali karena foto-fotonya yang ada di tangan Reno.


"Kenapa Reno bisa sejahat itu kepada ku yaa, kenapa dia sampai menyimpan foto-foto ku dan mengancam ku seperti ini. Apa jadinya jika foto-foto tersebut sampai tersebar habis lah sudah aku."


"Jangan sampai hipertensi ku kembali kambuh, Miranda jangan sampai kamu pingsan itu sangat tidak lucu sekali Miranda."


Miranda mencoba untuk menenangkan pikiran dengan melihat handphone nya, karena pekerjaan untuk hari ini belum begitu banyak.


Miranda sambil memikirkan posisi apa yang pantas untuk Veronica Leticia.


"Ahhhhhh,"

__ADS_1


Miranda menyimpan kembali handphone nya.


"Aku belum tahu kemampuan Veronica Leticia, dan akan aku tempatkan dia di bagian apa."


Miranda terus memikirkan hal tersebut, dan dia pun melihat Fabian.


"Apakah aku akan menempatkan Veronica Leticia sebagai sekertaris Fabian, yaa tapi Veronica harus bisa memenuhi kebutuhan Fabian. Jika dia tidak sanggup maka dia akan mengundurkan diri dan itu yang aku inginkan."


Miranda berjalan menuju ke pintu dia melihat belum ada tanda-tanda kedatangannya.


Miranda pun memilih untuk berjalan menuju ke luar karena begitu sangat penasaran sekali dengan yang bernama Veronica Leticia.


"Aku lupa dengan wajah nya, Veronica seperti nya seumuran dengan Fabian."


Miranda sampai menunggu kedatangan Veronica Leticia di depan lantai dasar kantor nya.


Sampai membuat para pegawai nya memperhatikan nya.


"Maaf Bu, apakah ada yang saya bantu."


Tanya salah satu pegawai nya kepada Miranda.

__ADS_1


"Tidak, saya di sini sedang menunggu seseorang tapi mungkin dia tidak akan datang hari ini. Karena ini sudah terlalu siang jika mau mulai berkerja di perusahaan ini."


Miranda pun memilih untuk kembali ke ruangan nya.


__ADS_2