
Siska membuka pintu rumah tersebut dan dia merasa sangat terkejut sekali ketika melihat isi rumah tersebut.
"Astaga, kenapa sangat mewah sekali yaa. Berbeda jauh dengan yang waktu itu loh keadaan rumah nya."
Aliya pun langsung masuk ke dalam dan dia melihat ruangan yang sangat rapih sekali dan bersih.
"Seperti nya suami ku yang menyiapkan nya sebelum nya, ketika aku berada di rumah orang tua nya."
Aliya pun berjalan menuju ke ke dapur dan dia membuka kulkas yang sudah terisi penuh sekali.
"Terimakasih banyak suami ku, memberikan yang terbaik untuk ku."
Aliya pun menyiapkan minuman untuk Siska.
"Ayo di minum Siska, maaf yaa minum kemasan soalnya biar cepat aja menyajikan nya."
Aliya menyiapkan dua botol minuman jus di atas meja dan Siska pun langsung meminum nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Aliyaaaa."
Mereka berdua pun mulai membicarakan yang di awali dengan pertanyaan dari Siska.
"Aliya, bagaimana rasanya tinggal di rumah ibu mertua. Aku rasa ibu nya Kak Fabian itu sangat baik sekali yaa dia seperti nya sangat sayang deh sama kamu."
Aliya tersenyum manis kepada Siska.
"Iya Ibu Lania dia memang sangat baik sekali kepada ku, dia seperti menganggap aku itu seperti putri nya sendiri loh bukan menantu nya."
Siska melihat senyuman Aliya yang seperti di paksakan.
Aliya memang tidak bisa berbohong kepada Siska, karena mereka berdua yang sangat dekat sekali sehingga membuat Aliya lebih memilih untuk jujur kepada Siska.
"Ayah nya dia tidak seperti menyukai, Dokter Putra. Aku merasa sangat tidak nyaman sekali ketika melihat nya, dia tidak pernah menyapa ku sama sekali dia juga tidak pernah menayakan kabar dia hanya terdiam saja melihat ku."
Wajah Aliya terlihat sangat sedih sekali dan Siska pun langsung memeluk erat Aliya.
__ADS_1
"Kamu jangan sedih yaa Aliya, kamu harus kuat yaa. Lalu bagaimana dengan Mama Miranda apakah kamu sudah bertemu dengan nya."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menahan rasa sedih nya.
"Apakah Mama Miranda sudah berubah sikap nya, dia menjadi lebih baik lagi sama kamu Aliya. Aku kasihan sekali melihat kamu Aliya kamu yang seperti sudah tidak mempunyai seorang ibu."
Siska mencoba untuk menghapus air mata Aliya, dia terus saja memandangi wajah Aliya yang sedih.
"Dan sekarang Kak Fabian menginginkan sekali agar aku bisa segera hamil, dan memberikan dia keturunan mungkin dengan itu Mama semakin berpikir untuk tidak lagi mendekati Kak Fabian karena dia yang sudah memiliki cucu dari aku anak kandung nya."
Siska menggenggam erat tangan Aliya dia begitu sangat sayang kepada Aliya.
"Semoga saja kamu bisa segera hamil yaa Aliya dan aku berharap besar yang terbaik untuk kamu dan Kak Bian yaa, sudah jangan menangis lagi yaa sudah cukup dengan kesedihan yaa. Sekarang kamu harus bisa bahagia yaa Aliya."
Aliya merasa sangat beruntung sekali ketika dia mendapatkan teman yang sangat baik sekali seperti Siska.
"Terimakasih banyak Siska, kamu sangat baik sekali sama aku. Kamu adalah sahabat sejati aku selama aku seperti ini hanya kamu yang setia menemani aku."
__ADS_1
Siska pun hanya bisa tersenyum manis kepada Aliya.