
Rendy memilih untuk pulang ke rumah nya dan dia melihat Mama yang seperti sedang pusing memikirkan sesuatu.
Rendy pun langsung menghampiri Mama nya tersebut dan duduk di samping Mama nya.
"Aliya sudah melakukan tindakan operasi, dan hal yang paling menyakitkan itu adalah ketika Dokter bilang jika peluang Aliyaa untuk bisa hamil sangat kecil sekali."
Kania pun merasa sangat sedih sekali mendengar nya, apalagi Aliyaa yang merupakan anak tunggal butuh penerus perusahaan keluarga nya.
"Lalu bagaimana dengan Aliyaa ketika dia mengetahui hal tersebut, kasihan sekali dia pasti hatinya sangat sedih sekali mendengar nya."
Fabian menghelakan nafas panjang nya.
"Aku tidak tahu mengenai hal tersebut, yang aku lihat adalah ekspresi kesal dan marah suami Aliyaa. Fabian seakan tidak menerima perkataan dari Dokter dan aku sangat menghawatirkan sekali jika Fabian setelah ini hanya membuat Aliyaa sakit hati dengan perkataan atau sikap nya."
Kania mengerti ketika berada di posisi suaminya Aliyaa, tapi kembali lagi semua itu adalah bukan keinginan dari Aliyaa.
"Bagaimana dengan Miranda setelah mendengar perkataan dari Dokter,?."
Kania semakin ingin tahu tentang keluarga Aliyaa.
"Tante Miranda dia lebih fokus pada Aliyaa seperti nya dia tidak memikirkan hal tersebut, mungkin untuk Tante Miranda asalkan Aliyaa sehat kembali dia sudah sangat senang."
Kania pun langsung terdiam di dalam hati Kania dia merasa sangat was-was sekali bagaimana jika wanita yang di sukai oleh Rendy dia akan mengabarkan kehamilan nya.
Kania harus menanggung malu atau semua yang di lakukan oleh Rendy, Kania berharap itu semua tidak terjadi dan di memiliki rencana untuk mendirikan perusahaan di luar negeri agar Rendy semakin jauh dari wanita tersebut.
"Rendy Mama ke kamar dulu yaa, Mama merasa sangat capek sekali hari ini."
Kania pun berjalan menuju ke kamar nya dan dia pun mempunyai rencana untuk Siska. Kania menutup rapat pintu kamar nya hingga mengunci nya.
"Apakah aku harus berbuat jahat kepada gadis itu sungguh aku tidak menginginkan jika Rendy yang harus menikah dengan nya."
Kania berencana untuk membuat Siska celaka agar tidak lagi berhubungan dengan Rendy.
__ADS_1
"Apakah aku melakukan nya di saat dia yang sedang hamil nanti yaa, ahhhh maafkan Mama Rendy sampai harus mempunyai pikiran seperti ini."
Kania pun memilih untuk membaringkan tubuh nya di atas kasur dia sambil memikirkan rencana jahatnya.
Ketika Kania yang sedang memikirkan sesuatu untuk Siska, Rendy merasa tidak sabar untuk menunggu waktu bulan depan.
"Semoga saja Siska hamil karena jika dia hamil aku dengan mudah bisa menikah dengan nya, yaa walaupun aku tahu ini cara yang sangat rendah sekali tapi aku melakukan nya tampa perencanaan terlebih dahulu."
Rendy juga memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dan tiba-tiba saja Handphone nya berdering kencang.
"Kak Vero telephone."
Rendy pun langsung menutup rapat pintu kamar nya, dia memilih untuk menjawab panggilan telephone tersebut di dalam toilet.
...*Hallo Kak Vero*...
...*Rendy, bagaimana dengan kondisi Aliyaa*...
...*Kak Veronica bisa mengetahui nya yaa*...
...*Operasi nya berjalan dengan lancar tapi kasihan sekali Aliyaa, Dokter bilang dia kemungkinan untuk bisa hamil sangat kecil sekali dan itu membuat Fabian begitu sangat sedih sekali*...
...*Astaga kasihan sekali Aliyaa, semoga saja ada keajaiban untuk Aliyaa bisa hamil*...
...*Iya kak semoga yaa karena memang mereka berdua yang menginginkan banyak anak di dalam rumah tangga mereka*...
...*Yasudah yaa Rendy sekarang Kakak mau naik taksi untuk pulang*...
...*Iya Kak hati-hati yaa*...
Veronica mengakhiri panggilan telephone nya dengan Rendy.
Veronica pun masuk ke dalam taksi tersebut dan dia menuju ke Apartemen nya, Veronica merasa jika kaki nya yang sudah sembuh.
__ADS_1
"Seperti nya kaki ku yang sudah sembuh sekarang sudah bisa di gerakkan tidak sakit."
Veronica merasa sangat senang sekali dia sudah sehat kembali.
"Lebih baik sekarang aku pergi sebentar untuk menyegarkan pikiran ku, aku sangat pusing sekali ketika Fabian dan Tante Miranda pergi begitu saja."
Veronica memilih untuk menganti pakaian nya, dia pun duduk dengan minum di tangan nya.
Veronica terlihat sangat cantik sekali dan seksi dan ternyata di tempat yang sama ada Fabian yang melihat Veronica.
Fabian memperhatikan Veronica tapi Veronica tidak mengetahui keberadaan Fabian.
"Veronica dia sangat hmmmmm Astaga Fabian jaga pandangan mata mu itu."
Fabian tidak ingin Veronica melihat keberadaan nya apalagi Veronica pasti sudah mengetahui tentang Aliyaa yang sedang di Rumah Sakit dari Rendy.
"Lebih baik aku segera pergi, sebelum Veronica melihat ku di sini."
Tapi Veronica yang kenal dengan jas yang di pakai oleh Fabian dia pun langsung memanggil Fabian.
"Fabian Putra."
Veronica memangil Fabian dengan nama lengkap nya dan Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar suara Veronica.
"Dia memanggil nama ku, dia sudah melihat keberadaan ku di sini."
Fabian pun langsung membalikkan badannya dia melihat langsung ke arah Veronica.
"Wah, serius itu Fabian ternyata. Bukan kah seharusnya dia yang berada di Rumah Sakit kenapa Fabian berada di tempat seperti ini."
__ADS_1
Fabian pun langsung menghampiri Veronica dia membuka jas untuk menutup pakaian Veronica yang terlihat sangat terbuka sekali.