Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #220#


__ADS_3

Aliya mencoba untuk menenangkan hati Siska.


"Kamu tenang yaa Siska, percaya jika bayi kamu baik-baik saja. Jangan sampai mempunyai pikiran seperti itu yaa harus selalu berpikir positif."


Aliya melihat perut Siska yang mulai sudah terlihat, Aliyaa ingin sekali berada di posisi Siska.


"Andai saja aku bisa hamil mungkin aku tidak akan di tinggalkan oleh suami ku."


Siska dan Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Aliyaa.


"Kamu kenapa lagi Aliyaa,? kenapa lagi dengan hubungan rumah tangga kamu?."


Aliya menahan air mata dengan senyuman tapi air mata tersebut yang tetap menetes di pipi Aliyaa.


"Kak Fabian pergi dari rumah, dan seperti nya dia yang tidak akan bekerja kembali di perusahaan Mama. Karena aku yang selalu berpikir negatif terhadap Veronica."


Siska pun langsung terdiam ketika Aliyaa yang mengatakan hal tersebut karena Siska yang mengetahui jika Veronica itu sangat baik sekali.

__ADS_1


"Aku berencana untuk meluncurkan program kehamilan, tanpa sepengetahuan Kak Fabian tapi ternyata jika hubungi ku seperti bagaimana bisa aku melakukan program kehamilan ini."


Rendy ingin sekali mengatakan sesuatu kepada Aliyaa tapi dia menahan nya, karena Aliyaa yang menyebutkan nama Veronica.


"Al, kamu nggak bisa loh berpikir negatif terhadap Kak Vero. Sedangkan kamu tidak tahu dia seperti apa dan kamu jangan berpikiran negatif hanya karena penampilan Kak Vero yang cantik dan seksi pada saat bekerja."


Siska mencoba untuk membuat Aliyaa menghapus perasaan negatif terhadap Veronica.


"Siska, kenapa kamu sampai memanggil nya dengan sebutan Kak Vero? apakah sebelum nya kamu sudah mengobrol dengan nya."


Siska tidak mungkin mengatakan jika dirinya yang sampai pernah tidur di Apartemen Veronica bahkan Veronica yang sampai meminjamkan baju untuk nya.


Aliya pun hanya tersenyum tipis dan akhirnya mereka pun sampai di depan rumah sakit tersebut.


Rendy merasakan pusing kembali dia seperti pernah berada di rumah sakit itu bersama dengan Siska.


"Apakah sebelum nya kita pernah ke sini,? aku merasa aku dan Siska sering sekali pergi ke Rumah Sakit ini."

__ADS_1


Aliya merasa ingatan Rendy yang sedikit-sedikit mulai muncul.


"Ya, kita pernah ke sini. Di saat Aliyaa yang melakukan operasi kista nya, kamu yang membiayai administrasi Aliyaa di saat dia yang dulu melakukan kontrol setiap bulan."


Setelah berbicara seperti itu, Siska pun langsung berjalan masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut.


"Teruslah mencoba untuk mengingat kenangan-kenangan yang terjadi, karena akan ada kejutan besar untuk kamu."


Aliya pun menyusul Siska dan Rendy yang semakin di buat bertanya-tanya dengan perkataan Aliyaa.


"Akan ada kejutan besar apa yaa, Aliyaa dia membuat ku semakin penasaran saja."


Rendy pun memilih untuk ikut serta masuk dia merasa sangat penasaran sekali dengan hasil USG Siska.


"Kenapa aku merasa sangat bersemangat sekali yaa ingin melihat hasil USg Siska, padahal itu bukan anak ku tapi kenapa aku yang merasa sangat tidak sabar yaa."


Rendy melihat Aliya dan Siska yang sedang di pendaftaran dan Rendy pun memilih untuk melihat dari jarak jauh saja.

__ADS_1


Rendy tidak mau terlalu dekat karena dia yang tidak mungkin masuk ke dalam.


__ADS_2